Category Archives: Tafsir

Riya (Pamer)

Melakukan perbuatan-perbuatan hanya semata karena riya, ingin dilihat orang, tidak terkesan pada jiwa dan tidak meresapi rahasia dan hikmahnya adalah salah satu sifat pendusta agama. Allah berfirman:

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

Orang-orang yang berbuat ria. (Al-Ma’un: 6)

Read the rest of this entry

Iklan

Pemimpin atau Teman Setia? (Kasus Al Maidah 51)

Kemarin dapat beberapa tulisan terkait terjemah al Maidah 51, ada yang menganggap al Qur’annya dipalsukan karena di satu versi awliya diterjemahkan sebagai “pemimpin”, sementara di cetakan lain diterjemahkan sebagai “teman setia”. Lebih lanjut ini dikaitkan dengan fitnah-fitnahan lalu ngefek ke hal-hal lain.

Read the rest of this entry

Al Maidah 51

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

‘Tafsirnya’ Ahok : tidak haram memilih pemimin kafir, dia katakan: “konteksnya bukan itu. Konteksnya jangan pilih nasrani yahudi jadi temenmu, sahabatmu” [1]

Read the rest of this entry

Mustahil Kesulitan Bisa Mengalahkan Kemudahan

“Seandainya kesulitan datang, lalu masuk ke dalam batu ini, niscaya kemudahan akan datang dan masuk ke dalamnya, lalu (kemudahan) akan mengeluarkannya”.

Membuat dan menetapkan aturan dengan berlepas dari hukum Allah, walau mungkin terlihat memudahkan banyak orang, namun pada hakikatnya telah menyusahkan kehidupan orang banyak

Read the rest of this entry

Tafsir : Meremehkan Hukum Allah Disamakan dengan Orang yang Mengingkari dan Menentangnya

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji[1] dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa". (Q.S. Al Baqarah : 63)

Read the rest of this entry

Hukum Mencela Agama Lain

Allah swt berfirman,

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." (al-An’am:108).

Islam melarang kaum muslimin mencela sesembahan orang-orang kafir tanpa pengetahuan. Ketentuan ini ditujukan agar pencelaan itu tidak berakibat pencelaan balik terhadap Allah swt. Mencela kekafiran, kesyirikan, dan sesembahan-sesembahan palsu selain Allah swt adalah perkara yang hukum asalnya mubah. Akan tetapi jika pencelaan itu mengakibatkan dicelanya Allah dan kesucian kaum muslimin, maka pencelaan terhadap sesembahan-sesembahan orang-orang kafir tersebut menjadi haram dilakukan.

Read the rest of this entry

Kebobrokan Tafsir Hermeneutika

Teori hermeneutika yang lahir dari ranah budaya Yahudi dan Kristen, dipakai oleh sebagian  ‘intelektual’ sekarang sebagai metode penafsiran yg baru terhadap Al Qur’an, walhasil lahirlah hal-hal nyleneh seperti mereka membolehkan riba asal tidak berlipat-lipat, membolehkan khamr bahkan sampai homoseksual. Tulisan ini mengurai kekeliruan metode tersebut dari akarnya.

Read the rest of this entry

Inilah Islam Fundamentalis & Radikal

Akhir-akhir ini semakin gencar propaganda dari berbagai pihak untuk menjelekkan apa yang mereka sebut “Islam Fundamentalis” dan “Islam Radikal”  yang diberi label keras & intoleran kemudian dipertentangkan dengan istilah baru : “Islam Nusantara”, yang dikesankan damai, toleran. Lebih dari itu, mulai juga dikait-kaitkan dengan terorisme. Ini nampak misalnya pada 27 – 28 Juli 2010  Pemerintah mengadakan Simposium Nasional : “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme” di Hotel Le Meridien Jakarta, ditindaklanjuti dengan adanya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teror).

Pola seperti ini sebenarnya sudah lama, misalnya pada Februari 1992, di Munich Jerman berlangsung konferensi untuk mengantisipasi gerakan fundamentalisme (The Munich Conference on Security Policy).

Siapa sebenarnya yg mereka tuduh fundamentalis? Azyumardi Azra dan Martin E. Marty, menjelaskan cirinya: (1) oposionalisme (mengambil bentuk perlawanan  terhadap ancaman yang dipandang akan membahayakan eksistensi agama, baik yang berbentuk modernitas, sekularisasi maupun tata nilai Barat. (2)  menolak  hermeneutika. (3) menolak pluralisme dan relativisme (4) penolakan terhadap perkembangan historis dan sosiologis. … Doktrin sentral fundamentalisme adalah Islam kaffah. … Anda masuk yg mana ? 🙂

Read the rest of this entry

Hermeneutika dan Infiltrasi Kristen

Hermeneutika yang semula lahir akibat polemik teks Bible yang dianggap banyak masalah, kini, secara latah dicoba untuk mengkritik Al-Qur’an dan meragukan mushaf Usmani.

Majalah Gatra, edisi 3 April 2004 menurunkan laporan cukup panjang tentang fenomena kajian hermeneutika di kalangan perguruan Islam di Indonesia. Disebutkan, dua perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Islam Negeri Jakarta dan IAIN Yogyakarta sudah mengajarkan mata kuliah Hermenutika untuk mahasiswanya. Laporan Gatra itu menarik untuk dicermati, di tengah-tengah hingar bingar pemilu 2004. Mengapa? Sebab, fenomena ini menunjukkan, betapa lemahnya pertahanan kaum Muslim dalam aspek yang sangat strategis, yakni cara pemahaman (epistemologis) terhadap sumber utama Islam, yakni al-Quran.

Read the rest of this entry

Hermeneutika Dan Liberalisme Islam

Oleh: Amin RH

Gerakan liberalisasi pemikiran Islam yang marak akhir-akhir ini di Indonesia, sebenarnya lebih dilatar belakangi pengaruh eksternal ketimbang perkembangan alami dari dalam tradisi pemikiran Islam. Pengaruh eksternal itu dengan mudah dapat ditelusur dari trend pemikiran liberal di Barat dan dalam tradisi keagamaan Kristen. Salah satu tradisi keagamaan Kristen yang saat ini banyak digandrungi banyak kalangan – terutama penganut Islam Liberal – adalah praktek hermeneutika.

Read the rest of this entry

Tafsir : Sabar Menghadapi Ujian

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَـْأتِكُمْ مَثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوْا حَتَّى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْن آمَنُوْا مَعَهُ مَتىَ نَصْرُ اللهِ أَلاَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيْبٌ

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS al-Baqarah [2]: 214).

Read the rest of this entry

Tafsir: Kebinasaan Bangsa-Bangsa Arogan

Oleh Rokhmat S. Labib

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِيْ الْبِلاَدِ وَثَمُوْد الَّذِيْنَ جَابُوْا الصَّخْرَ بِالْوَادِ وَفِرْعَوْنَ ذِيْ اْلألَوْتَادِ الَّذِيْنَ طَغَوْا فِيْ الْبِلَادِ فَأَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَ  فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, yaitu penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri lain; kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah; dan kaum Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat kerusakan dalam negeri itu. Karena itu, Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab. (QS al-Fajr [89]: 6-13)

Read the rest of this entry

Tafsir: Memelihara Diri Dari Azab Allah

Oleh MR Kurnia

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah, kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna atas apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya/dirugikan. (QS al-Baqarah [2]: 281).

Read the rest of this entry

Tafsir: Siksaan Tidak Hanya Menimpa Orang Zalim

Oleh M. Shiddiq al-Jawi

]وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ[

Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

(QS al-Anfal [8]: 25)

Read the rest of this entry

Tafsir: Mengabaikan Al-Quran

Oleh Rokhmat S. Labib, M.E.I.

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوْا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوْرًا

Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran ini sebagai sesuatu yang diabaikan. (QS al-Furqan [25]: 30).

Read the rest of this entry