Category Archives: Akhlaq

Berfikir Sejenak Itu Lebih Baik

Diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad bin Zakariya, dari Utsman bin Abdillah al-Qurasyi, dari Ishaq bin Najih al-Multhi, dari Atha al-Khurasani, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

فِكْرَةُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّينَ سَنَةً

“Berfikir sesaat lebih baik dari pada beribadah 60 tahun” (HR. Abu Syaikh al Ashbahâny dalam al ‘Adzamah, 1/299)

Hadits ini tidak shahih menurut Imam Ibnul Jauzi (al Maudhû’ât, 3/144), karena Utsman bin Abdillah dan Ishaq bin Najih dikenal sebagai pendusta. Sedangkan Syaikh ‘Ali al Qary menyatakan ini bukan hadits (Al Mashnû’, hal 82).

Read the rest of this entry

Kemunafikan Kita

Membaca judul ini, mungkin dalam hati  akan berkata “anda saja kali yang munafik, jangan bilang kita dong”. Nifaq (kemunafikan) itu ada dua: 1) nifaq ‘Itiqady yang menyebabkan kafir, yakni menampakkan keislaman namun dalam hati sebenarnya ingkar, dan 2) nifaq ‘amaly, yakni sifat-sifat dan perbuatan khas munafik, namun tidak sampai menjadikan orang yang melakukannya kafir.

Jika kita merasa terbebas dari kemunafikan, justru itu pertanda bahwa kita kehilangan kepekaan spiritual kita dan kita begitu dekat dengan berbagai kemunafikan itu sendiri. Bagaimana tidak, para shahabat Rasulullah saw saja begitu khawatir diri mereka tergolong orang-orang munafiq.

Read the rest of this entry

Rahmat Itu Terasa Menakutkan Bagi Kaum Munafik

Sebagaimana makanan yang lezat terasa pahit bagi orang yang sakit, begitu juga syari’at Islam yang merupakan rahmat bagi semesta alam akan terasa menakutkan bagi orang yang dalam hatinya bersarang penyakit nifaq. Allah membuat perumpamaan tentang mereka:

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati[1]. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.[2] (QS. Al Baqarah 19)

Read the rest of this entry

Lalai Yang Tercela

Abu ‘Ali Ad-Daqqâq (w. 405 H) berkata: “Suatu ketika aku datang mengunjungi orang saleh yang sedang sakit. Beliau termasuk salah seorang masyayikh besar. Ketika itu beliau dikelilingi oleh murid-muridnya, dan sedang menangis, beliau adalah seorang syaikh yang sudah lanjut usia. Aku bertanya kepadanya:

ايها الشيخ مم بكاؤك أعلى الدنيا ؟

“Wahai syaikh, apa yang membuat engkau menangis, apakah mengenai persoalan dunia?”

Dia menjawab :

كلا بل أبكى على فَوْت صلاتى

“Bukan, akan tetapi aku menangis karena ‘kehilangan’ shalatku.”

Aku kembali bertanya:

وكيف ذلك وقد كنتَ مصليا ؟

”Bagaimana hal itu bisa terjadi, padahal Engkau adalah orang yang rajin mendirikan shalat?”

Dia menjawab:

لانى قد بقيتْ يومى هذا وما سجدت الا فى غفلة، ولا رفعت رأسى الا فى غفلة، وما أنا أموت على الغفلة

”Karena sungguh (sekarang) inilah sisa hariku, sementara tidak lah aku bersujud kecuali dalam keadaan lalai (dari mengingat Allah), tidaklah aku mengangkat kepala kecuali dalam keadaan lalai, dan tidaklah aku (suka) mati dalam keadaan lalai. [Imam al Ghazali (w. 505 H), Mukâsyafatul Qulûb, hal 17[1]].

Read the rest of this entry

Menimbang Berita, Mewaspadai Hoax

Rasulullah saw pernah ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk neraka? Beliau menjawab: “mulut dan kemaluan” (HR at-Tirmidzi ia mengatakan hadis sahih).[1]

Pada era informasi sekarang ini, saat satu berita di suatu belahan bumi dalam hitungan detik bisa menyebar sampai ke belahan bumi yang lain, maka kehati-hatian dalam berbicara, terlebih lagi ‘berbicara’ di social media sangat perlu diperhatikan, jika tidak kita bisa menjadi korban berita palsu (hoax), menebar fitnah, atau menjadi pendusta tanpa merasa.

Read the rest of this entry

Empat Puluh Tahun

Usia 40 tahun adalah usia ‘kematangan’ seseorang, jika tidak berhati-hati dan sering mengevaluasi diri, bisa jadi kerugian yang akan terjadi; kematian keburu menghampiri saat lalai dalam mempersiapkan diri. Imam Al Ghazali dalam Ayyuhal Walad memberi nasehat kepada salah satu muridnya:

وَمَنْ جَاوَزَ الْأَرْبَعِينَ وَلَمْ يَغْلِبْ خَيْرُهُ شَرَّهُ فَلْيَتَجَهَّزْ إِلَى النَّارِ

Dan barangsiapa yang usianya sudah mencapai 40 tahun namun kebajikannya tidak melebihi dosanya maka bersiap-siaplah ia masuk neraka.

Read the rest of this entry

Marah yang Terpuji

Diriwayatkan dari Abu Darda’ r.a bahwa seorang lelaki berkata kepada Nabi saw:

دلني على عمل يُدخلني الجنة

Tunjukkan suatu amal yang akan memasukkanku kedalam surga.

Maka Rasulullah menjawab:

لا تغضب ولك الجنة

Janganlah engkau marah, maka bagimu surga. (HR. at Thabrani)

Read the rest of this entry

Penyucian Jiwa (Sisi Lain Kisah Uwais)

Ketika orang-orang Yaman datang, Umar menyelidiki rombongan dan bertanya, apakah ada diantara kalian yang berasal dari Qaran (salah satu dari kabilah Murad)?”

Kemudian dia mendatangi orang-orang yang berasal dari Qaran dan bertanya; “Siapa kalian?” Mereka menjawab; “Orang-orang Qaran.”

Kemudian tali kekang Umar atau Uwais terjatuh dan salah seorang dari keduanya (Umar atau Uwais) mengambilkan untuk yang lainnya sehingga dia mengenalnya,

Read the rest of this entry

Bodoh Itu Lebih Baik daripada ‘Sok Tahu’

Imam Malik berkata: “Al Qassâm bin Muhammad mengatakan:

لَأَنْ يَعِيشَ الرَّجُلُ جَاهِلًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَقُولَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا يَعْلَمُ

“Seseorang yang hidup dalam keadaan bodoh itu lebih baik baginya daripada berkata tentang Allah apa-apa yang dia tidak ketahui” [Ibnu Bath-thah (w. 387 H), Ibthâl al Hiyâl, 1/64].

Read the rest of this entry

Balas Dendamnya Para ‘Ulama

Kita sering mendengar nasihat dari para ‘ulama agar kita menghindari membalas perlakuan yang tidak mengenakkan, menghiasi diri dengan sifat pemaaf dan meninggalkan upaya balas dendam. Namun kalau kita membaca biografi para ‘ulama, diantara mereka ada yang melakukan ‘balas dendam’, al Imam al Hasan al Bashri misalnya.

Read the rest of this entry

Benarkah Hanya Boleh Berguru ke Satu Orang Saja?

Saya pernah mendengar dalam pengajian bahwa berguru hanya boleh ke satu orang saja. benarkah?

***

Saya juga pernah mendengar pengajian seorang tuan guru di Martapura (lewat TV kabel di rumah kami, kebetulan rumah kami dulunya dekat dg beliau), kalau difahami dari kalimat beliau dan disimpulkan tekstual memang sepertinya memang tidak boleh, jangankan berguru, sekedar mendengar pengajian orang lain, lalu dalam hati mengatakan “apa yang disampaikan orang lain tersebut bagus” itupun sudah dianggap tidak punya adab terhadap guru kita.

Read the rest of this entry

Mengobati ‘Derita Cinta’ yang Tak Kunjung Berakhir

Cinta kepada lawan jenis tidak selalu dihiasi ‘bunga-bunga merah jambu’, tidak sedikit yang justru berhias air mata duka. Cinta yang ‘bertepuk sebelah tangan’, cinta yang tumbuh subur kembali padahal sudah terlanjur talak tiga, cinta yang terpisahkan maut, terhalangi keluarga, terbentengi status sosial dan sebagainya, semua itu bisa membuat siapa saja ikut bersedih bahkan tak jarang ikut menitikkan air mata walaupun tidak ikut mengalaminya.

Read the rest of this entry

Bolehkah Belajar dg Membaca Sendiri dari Kitab?

Bolehkah belajar dengan membaca sendiri dari kitab? Benarkah belajar tanpa guru dengan cara membaca kitab sendiri, berarti gurunya adalah syaithan?

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Jiwa Yang Merdeka

Kalau boleh dibandingkan antara kemerdekaan jiwa dan kemerdekaan raga, maka kemerdekaan jiwa jauh lebih penting daripada kemerdekaan raga semata.

Jiwa yang merdeka tidak bisa dihentikan aktifitas perjuangannya walaupun raganya tersandera, sebaliknya raga yang sehat, kuat dan gagah perkasa, jika jiwanya tersandera, jiwanya menjadi budak, maka kekuatan fisik itu tidak berarti apa-apa.

Read the rest of this entry

Tidak Mau Syari’ah Allah? Tidak Pantas Hidup di Buminya Allah!

أفيحسن أن تأكل رزقه وتسكن بلاده وتعصيه

Apakah pantas jika kamu makan dari rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedang kamu bermaksiat kepada-Nya? [Ibrahim bin Adham]

Read the rest of this entry