Hukum Wanita Berhaji Wajib Tanpa Mahram atau Suami

Terjadi perbedaan pendapat tentang masalah ini apakah mahram atau suami adalah syarat wajib haji[1] bagi wanita atau bukan? Artinya jika seorang muslimah tidak menjumpai mahram atau suami apakah kewajiban pergi haji itu gugur darinya ataukah tidak?

Pendapat pertama, ‘Ulama Hanafiyyah dan Hanabilah menyatakan bahwa adanya mahram atau suami adalah syarat wajibnya haji bagi seorang muslimah. Jadi kalau tidak ada mahram/suami maka wanita tidak wajib berhaji, bahkan tidak boleh berhaji.

Salah satu alasannya adalah hadits:

لاَ تُسَافِرُ الْمَرْأَةُ ثَلاَثًا إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

“Seorang wanita tidak boleh bersafar selama tiga hari, kecuali disertai mahramnya (HR. Muslim)

Abu Hanifah membolehkan wanita berhaji tanpa mahram jika jarak wanita tsb dengan Makkah kurang dari 3 marhalah[2] (1 marhalah = 24 mil). Alasan lainnya adalah hadits dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi bersabda

لَا تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا وَخَرَجَتْ امْرَأَتِي حَاجَّةً قَالَ اذْهَبْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

“Janganlah seorang wanita melakukan safar (perjalanan jauh) melainkan bersama mahram”. Ada seorang laki-laki yang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya isteriku hendak pergi haji sedangkan aku telah mewajibkan (mendaftarkan) diriku untuk mengikuti perang ini dan ini. Nabi bersabda, “Pergilah haji bersama isterimu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pendapat kedua, ‘Ulama Malikiyyah dan Syafi’iyyah, serta sebagian Hanabilah seperti Ibnu Taymiyyah menyatakan mahram bukanlah syarat wajibnya haji bagi muslimah, sehingga tetap wajibnya haji bagi wanita walaupun tanpa mahram atau suami, asalkan wanita tersebut bersama ar rufqatul ma’mûnah , yakni jamaah wanita yang memberikan keamanan atau jama’ah lelaki yang shalih, bahkan dia boleh berhaji sendiri dalam hal haji wajib atau nadzar jika situasi aman.

Imam Bukhary meriwayatkan dari Adi bin Hatim r.a , bahwa Nabi saw bersabda:

يَا عَدِيُّ، هَلْ رَأَيْتَ الحِيرَةَ؟ قُلْتُ: لَمْ أَرَهَا، وَقَدْ أُنْبِئْتُ عَنْهَا، قَالَ «فَإِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ، لَتَرَيَنَّ الظَّعِينَةَ تَرْتَحِلُ مِنَ الحِيرَةِ، حَتَّى تَطُوفَ بِالكَعْبَةِ لاَ تَخَافُ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ

“Wahai “Adiy, apakah kamu pernah melihat negeri Al Hirah?”. Aku jawab; “Aku belum pernah melihatnya namun aku pernah mendengar beritanya, Rasulullah bersabda:” Jika engkau berumur panjang maka engkau pasti akan melihat seorang perempuan yang mengadakan perjalanan (jauh) dari Hirah hingga dia bertawaf mengelilingi Ka’bah tanpa rasa takut kecuali hanya kepada Allah… (HR. Bukhory)

Adapun tentang hadits Ibnu Abbas, kelompok kedua menyatakan haji dalam kasus diatas bukanlah haji wajib. Karena haji baru diwajibkan pada tahun 10 H. Memang tidak ada perbedaan pendapat bahwa haji yang tidak wajib maka haruslah dengan mahram atau suami, kecuali pendapat sebagian Syafi’iyyah semisal Al Karobisi yang membolehkan safar yang tidak wajib tanpa mahram. Allahu A’lam.


[1] Yang dibahas di sini adalah haji wajib, bukan haji yang kedua atau ‘umroh

[2] Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 9/104, Maktabah Syâmilah

Baca Juga:

  • Shalat diatas Kendaraan
  • Musafir Menjadi Imam/Makmum Bagi Penduduk Asli
  • Hukum Safar (Bepergian) di Hari Jum’at
  • Hukum-Hukum Berkaitan dengan Safar
  • Bid’ah Terpuji/Tercela; Konsep, Realitas & Ikhtilaf
  • Memahami & Menyikapi Perbedaan Pendapat (Ikhtilaf)
  • ***

    Tambahan bacaan dari Mauwsu’ah Al Fiqhiyyah:

    الْقِسْمُ الثَّانِي: الشُّرُوطُ الْخَاصَّةُ بِالنِّسَاءِ:

    24 – مَا يَخُصُّ النِّسَاءَ مِنْ شُرُوطِ الاِسْتِطَاعَةِ شَرْطَانِ لاَ بُدَّ مِنْهُمَا لِكَيْ يَجِبَ الْحَجُّ عَلَى الْمَرْأَةِ يُضَافَانِ إِلَى خِصَال شَرْطِ الاِسْتِطَاعَةِ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا.

    هَذَانِ الشَّرْطَانِ هُمَا: الزَّوْجُ أَوِ الْمَحْرَمُ، وَعَدَمُ الْعِدَّةِ.

    أَوَّلاً – الزَّوْجُ أَوِ الْمَحْرَمُ الأْمِينُ:

    25 – يُشْتَرَطُ أَنْ يَصْحَبَ الْمَرْأَةَ فِي سَفَرِ الْحَجِّ زَوْجُهَا أَوْ مَحْرَمٌ مِنْهَا، إِذَا كَانَتِ الْمَسَافَةُ بَيْنَهَا وَبَيْنَ مَكَّةَ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ، وَهِيَ مَسِيرَةُ الْقَصْرِ فِي السَّفَرِ، وَإِلَى هَذَا ذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ[1] (3) .

    وَاسْتَدَلُّوا بِحَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: لاَ تُسَافِرُ الْمَرْأَةُ ثَلاَثًا إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ (1) .

    وَتَوَسَّعَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ فَسَوَّغُوا الاِسْتِبْدَال بِالْمَحْرَمِ:

    ذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّهَا إِنْ وَجَدَتْ نِسْوَةً ثِقَاتٍ: اثْنَتَيْنِ فَأَكْثَرَ تَأْمَنُ مَعَهُنَّ عَلَى نَفْسِهَا كَفَى ذَلِكَ بَدَلاً عَنِ الْمَحْرَمِ أَوِ الزَّوْجِ بِالنِّسْبَةِ لِوُجُوبِ حَجَّةِ الإْسْلاَمِ عَلَى الْمَرْأَةِ. وَعِنْدَهُمُ ” الأْصَحُّ أَنَّهُ لاَ يُشْتَرَطُ وُجُودُ مَحْرَمٍ لإِحْدَاهُنَّ، لأِنَّ الأْطْمَاعَ تَنْقَطِعُ بِجَمَاعَتِهِنَّ. فَإِنْ وَجَدَتِ امْرَأَةً وَاحِدَةً ثِقَةً فَلاَ يَجِبُ عَلَيْهَا الْحَجُّ، لَكِنْ يَجُوزُ لَهَا أَنْ تَحُجَّ مَعَهَا حَجَّةَ الْفَرِيضَةِ أَوِ النَّذْرِ، بَل يَجُوزُ لَهَا أَنْ تَخْرُجَ وَحْدَهَا لأِدَاءِ الْفَرْضِ أَوِ النَّذْرِ إِذَا أَمِنَتْ.

    وَزَادَ الْمَالِكِيَّةُ تَوَسُّعًا فَقَالُوا: الْمَرْأَةُ إِذَا لَمْ تَجِدِ الْمَحْرَمَ أَوِ الزَّوْجَ وَلَوْ بِأُجْرَةٍ تُسَافِرُ لِحَجِّ الْفَرْضِ أَوِ النَّذْرِ مَعَ الرُّفْقَةِ الْمَأْمُونَةِ، بِشَرْطِ أَنْ تَكُونَ الْمَرْأَةُ بِنَفْسِهَا هِيَ مَأْمُونَةً أَيْضًا.

    وَالرُّفْقَةُ الْمَأْمُونَةُ جَمَاعَةٌ مَأْمُونَةٌ مِنَ النِّسَاءِ، أَوِ الرِّجَال الصَّالِحِينَ. قَال الدُّسُوقِيُّ: وَأَكْثَرُ مَا نَقَلَهُ أَصْحَابُنَا اشْتِرَاطُ النِّسَاءِ “.

    أَمَّا حَجُّ النَّفْل فَلاَ يَجُوزُ لِلْمَرْأَةِ السَّفَرُ لَهُ إِلاَّ مَعَ الزَّوْجِ أَوِ الْمَحْرَمِ فَقَطِ اتِّفَاقًا، وَلاَ يَجُوزُ لَهَا السَّفَرُ بِغَيْرِهِمَا، بَل تَأْثَمُ بِهِ


    [1] الهداية وفتح القدير 2 / 128، والكافي 1 / 519، والمغني 3 / 236 – 237.

    Posted on 4 Desember 2012, in Fiqh, Ibadah, Ikhtilaf and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

    1. Dari ikhtilaf tersebut, pendapat HT mengadopsi yg manakah ?

      Suka

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s