Category Archives: Pidana

Bughât (Pemberontak)

Sangat miris hati mendengar ada intelektual atau kyai yang sembarangan menggunakan istilah bughât (pemberontak). Istilah ini mereka tujukan kepada setiap orang yang tidak sepakat dengan kebijakan penguasa dan berusaha meluruskannya. Dulu saat Belanda menjajahpun, ada model orang-orang seperti ini, mendukung Belanda, sementara pejuang yang menentang Belanda kata mereka pantas dibuang ke Digul.

Ini bisa terjadi karena ketidakfahaman tentang makna bughât, atau faham namun sengaja memelintir pemahamannya demi tujuan-tujuan duniawi.

Read the rest of this entry

Iklan

Perppu Ormas vs Peradilan Islam

Dalam peradilan Islam, setiap orang hukum asalnya adalah bebas dari tuduhan, maka seseorang yang menuduh orang lain berbeda dari hukum asalnya, orang tersebut wajib mendatangkan bukti, sementara jika tertuduh menyangkal, tertuduh hanya wajib bersumpah bahwa tuduhan itu tidak benar[1]. Bukti itupun, selain dalam kasus hisbah dan mukhalafat, baru dianggap sah jika disampaikan dalam sidang pengadilan, bukan sekedar diblow up di media atau lewat konferensi pers.

Read the rest of this entry

Kesaksian Wanita dalam Perkara yang Tidak Disaksikan Kecuali oleh Wanita

Knp dlm komunitas pr syara mencukupkan hanya 1 org saksi pr, sdgkn dlm komunitas pria/umum mengharuskan 2 org saksi lk.

Read the rest of this entry

Kesaksian Wanita

Allah Swt berfirman:

وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا اْلأُخْرَى

‘Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu. Jika tidak ada dua orang lelaki maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridlai supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya’. (TQS. al-Baqarah [2]: 282)

Read the rest of this entry

Hadd Pencurian

Pencurian adalah perbuatan mengambil harta yang dipelihara [disimpan] yang telah sampai nishab, secara sembunyi-sembunyi.

Read the rest of this entry

Membandingkan Sistem Peradilan Dalam Negara Khilafah Dan Negara Sekular

Oleh Luthfi Afandi, S.H.[1]

Manusia dan Hukum

Para ahli hukum Barat, seperti Van Kan, meyakini bahwa dalam kehidupan bersama antar manusia yang saling berbeda kepentingan, keserasian hidup sering terganggu karena pertikaian. Karena itu, masyarakat mutlak membutuhkan aturan agar tercipta ketertiban, ketenteraman, dan keamanan.

Kaum sekular yang memisahkan agama dan kehidupan serta kaum mulhid (ateis/musyrik) meyakini hukum harus berasal dari akal manusia. Pandangan inilah yang menjadi dasar sistem peradilan dan hukum pidana sekular. Padahal, hukum harus berasal dari Sang Pencipta, Allah Yang paling mengetahui kemaslahatan hakiki bagi manusia; yang paling mengetahui hakikat baik danburuk. Inilah pandangan Islam dan yang menjadi dasar sistem peradilan dan pidana islam.

Read the rest of this entry

Pemutarbalikan Sejarah

Sesungguhnya kejahatan yang paling besar terhadap suatu bangsa dan kemanusiaan adalah pemutarbalikan fakta sejarah. Hal ini pasti akan menimbulkan keresahan global. Contohnya dapat kita lihat pada kasus manipulasi sejarah penjajahan Jepang di Korea dan Cina. Apa yang terjadi di Jepang tampaknya juga terjadi di negeri ini. Demikian pula kiranya yang terjadi pada Piagam Jakarta, dan penerapan syari’at Islam di Indonesia, yang mengemuka justru seolah olah jika syari’at Islam diterapkan itu sama dengan menghianati perjuangan para pahlawan. Asda yang mengungkapkan “Pendahulu-pendahulu kita itu berpikir jauh ke depan. Negara kita kan negara hukum. Landasannya adalah Pancasila dan UUD’45. Ini semua dulu sudah dirumuskan oleh tokoh-tokoh Islam.” Atau ada yang menyatakan bahwa dulu para ormas Islam tidak pernah menginginkan Indonesia menjadi negara Islam, atau menginginkan syari’at Islam diterapkan di negeri ini.

Khalifah Umar & Utsman Merubah Hukum Islam?

Oleh: M. Taufik N.T

Banyak kekaburan dan kekeliruan yang mengotori wajah sejarah Islam yang murni. Ini merupakan hasil usaha yang dilakukan banyak pihak yang memusuhi Islam agar Islam yang murni itu sampai ke generasi berikutnya dalam rupa yang buruk dan menjijikkan. Salah satu caranya melalui informasi dan buku-buku sejarah yang telah dipalsukan sesuai keinginan mereka. Sumber-sumber dan maklumat yang keliru inilah biasanya yang menjadi hidangan yang disajikan untuk makanan mental anak-anak Islam dari satu generasi ke satu generasi. Lebih parah lagi, pendidik-pendidik yang bertanggungjawab menghidangkan maklumat itu pula berperan tidak lebih hanya sebagai agen pengedar semata-mata, tanpa meneliti lebih lanjut mana yg benar dan mana yang palsu, mana yang obat dan mana yang racun. Bagi mereka semuanya adalah benar. Hal ini terjadi disebabkan oleh:

Read the rest of this entry