Category Archives: Perang/Jihad

Beginilah Rasulullah Menyikapi Pembantaian Terhadap Muslim

Islam, disamping mengajarkan kasih sayang, juga mengajarkan sikap tegas kepada musuh yang telah membunuh dan melakukan kedzaliman kepada manusia, apalagi kepada saudara se-iman.

Ketika perjanjian hudaybiyyah – yang berisi gencatan senjata selama 10 tahun berlangsung, Bani Bakr menjadi sekutu Quraisy sedang Bani Khuza’ah menjadi sekutu Nabi saw.

Read the rest of this entry

Iklan

Jenazah Para Pendukung Ahok Memang Tidak Perlu Disholati Karena Mereka Mati Syahid?

Beberapa teman meng-inbox ke wa saya  bahwa tulisan saya dijadikan pembenaran oleh pak Ade Armando untuk membela Ahok. Awalnya saya hanya menanggapi dg senyum saja, karena saya anggap orang-orang yang cerdas tidak akan terpengaruh (krn pasti akan tahu bahwa status pak Ade tsb kesimpulannya keliru tidak ada pembenaran sedikitpun dari postingan saya, atau status tsb sekedar guyon, atau akan melihat status tsb sbg satire walau kurang pas, karena berawal dari hal yang tidak pas),  namun karena ada yang minta klarifikasi, dan bisa jadi ada netizen yang hanya membaca judul lalu menyimpulkan sendiri, maka perlu saya jelaskan bahwa:

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Putusnya Ukhuwwah Islamiyyah

Realitas umat Islam saat ini menunjukkan bahwa tidak sedikit bagian ‘tubuh’ umat ini sedang sakit parah, atau ikatan syarafnya sedang terganggu, atau mungkin lebih parah lagi dengan kurang berfungsinya syaraf pusat yang bertugas mengendalikan tubuh itu. Bagaimana tidak, sebagian kaum muslim Palestina membela diri mereka, berupaya mengembalikan tanah mereka yang dirampas, tidak sedikit yang hanya mengandalkan lemparan batu menghadapi tank-tank Israel, sementara ‘tetangga’ muslim sebelah yang mempunyai senjata dan tentara tidak bergerak menghadapinya.

Read the rest of this entry

Kapan Tibanya Saat Beristirahat?

Oleh: M. Taufik N. T

Ketika sebuah tugas yang dirasa besar dan berat sudah selesai dilakukan, ketika ketaatan demi ketaatan telah ditunaikan, ketika merasa diri telah banyak berkontribusi dalam perjuangan, tidak jarang timbul dalam pikiran seseorang, “sekaranglah saatnya beristirahat sejenak”. Sebaliknya adakalanya seseorang ketika semua usahanya mentok, tidak membuahkan hasil, lalu menjumpai jalan yang dilalui semakin terjal dan berduri, teman perjalanan juga sudah enggan turut mendaki, lalu terlintas dalam hati: “aku lelah dengan upaya ini, sebaiknya istirahat saja”.

Read the rest of this entry

Dâr al Islam dan Dâr al Kufr dalam Pandangan Para ‘Ulama

Dâr al-Islam adalah negeri yang diberlakukan hukum-hukum Islam; dan keamanan negeri itu dibawah keamanan kaum Muslim, sama saja, apakah penduduknya Muslim atau dzimmiy. (Syaikh ‘Abd al-Wahhab Khallaf (w. 1375 H), al-Siyâsah al-Syar’iyyah, hal. 79, Dâr Al Qalam, Maktabah Syamilah)

Read the rest of this entry

Hukum Genjatan Senjata

Hukumnya boleh dengan syarat adanya kemashlahatan berkaitan dengan jihad atau dakwah juga ada batasan waktunya.

Read the rest of this entry

Makna Jaisy, Jund, Amir, Mudir

…Ust ana mo tanya sputar pa yg da dlm ktb Ajhizah, 1. apa prbedaan kalimah jaisy n jund, smentara ke2ny artiny sama scr lughowi. 2. Dlm bab al-jihad d sana disebutkn beberapa da’iroh n d pimpin o/ amir ato mudir (direktur). Apa prbedaan ato batasan antara mudir n amir?  (+6281348817xxx)

Read the rest of this entry

Hukum Islam Menerima Penguasa Negara Penjajah

Sikap umat Islam terhadap non muslim bergantung dengan status mereka dalam sistem Islam, terhadap ahludz dzimmah mereka diperlakukan sebaik mungkin, namun kepada yang memusuhi umat Islam, berikut penjelasan hukum-hukumnya berkaitan dengan boleh tidaknya mereka masuk ke wilayah umat Islam.

Read the rest of this entry

Menghilangkan Kerancuan Dalam Masalah Memerangi Hawa Nafsu (Jihadun Nafsi)

Oleh Muhammad Taufik N.T

Sesungguhnya sudah menjadi sesuatu yang diketahui secara nyata, bahwasanya menegakkan khilafah dan mengangkat seorang khilafah untuk kaum muslimin hukum asalnya adalah fardlu kifayah, akan tetapi jika kewajiban ini tidak dapat terealisir dengan aktivitas orang yang memperjuangkannya, maka kewajiban ini meluas hingga menjadi kewajiban setiap muslim, hal ini berlaku untuk setiap fardhu kifayah.

Meskipun demikian, ada sebagian orang yang melarang/tidak menyukai melakukan aktivitas penegakan khilafah sebelum terpenuhinya beberapa perkara, yakni umat Islam harus memerangi (hawa nafsunya) sendiri. Oleh sebab itu jika engkau menyeru mereka untuk sama-sama berjuang dalam hal ini, mereka akan menjawab: yang diwajibkan kepada kita pertama kali adalah memerangi (hawa nafsu) kita, memperbaiki diri dahulu, baru setelah itu kita beraktifitas untuk menegakkan khilafah…. Bagaimana kita menyikapi hal ini?

Read the rest of this entry