Khutbah Jum’at: Kehinaan & Kemuliaan Umat

Oleh: M. Taufik N.T                        Download versi PDF di sini

 

الحمدُ لله رب العالمين حمدَ الشَّاكِرِينَ حمدَ النَّاعِمِينَ حمدًا يُوَافِي نِعَمَهُ ويكافي مزيدَه، يا ربنا لك الحمدُ كما ينبغي لجلالِكَ وجهِكَ الكريمِ وعَظِيمِ سلطانِك. أشهد أن لا إله إلا أنتَ وحدَك لا شريكَ لك، اللهم يا مالِكَ المُلْكِ تُـؤتِي الملكَ من تشاءُ وتَنْزعُ الملكَ مِمَّنْ تشاءُ وتُعِزُّ من تشاءُ وتُذِلُّ من تشاءُ بيدك الخيرِ إنّك على كل شيء قدير، وأشهد أن محمدا عبدُك ورسولُك. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أما بعد. فَيَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Dari mimbar yang agung ini saya menyeru diri saya dan saudara-saudara sekalian untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT dalam gerak dan diam kita, di setiap saat dan waktu dengan benar-benar taqwa.

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Ketika pembukaan al-Quds, saat itu khalifah Umar r.a menuju kesana untuk serah terima kunci Palestina dari penduduknya yg sukarela bergabung dg khilafah Islam. Thariq bin Syihab menceritakan bahwa turut pula Abu Ubaidah bin Al Jarrah r.a. Saat melewati arungan sungai, ‘Umar r.a turun dari untanya dan kemudian melepas kedua sepatunya, meletakkan kedua sepatunya tersebut dipundaknya, memegang tali kekang untanya lalu menyebrangi sungai. Maka Abu ‘Ubaidah selaku panglima perang yang membuka al-Quds berkata: Wahai amiirul mukminin, engkau melakukan hal ini?, melepas kedua sepatumu, meletakkan kedua sepatumu dipundakmu, memegang tali kekang untamu lalu menyebrangi sungai ? sesungguhnya penduduk negeri (Palestina) berdiri (menunggu) menyambut engkau”.

Abu ‘Ubaidah merasa bahwa penampilan khalifah ‘Umar yang lusuh adalah suatu kehinaan, atau minimal tidak pantas kalau dilihat penduduk Palestina yang menyambutnya. Maka Khalifah ‘Umar menjawab: “Wahai Abu Ubaidah, seandainya bukan engkau yang melontarkan ungkapan ini. Lalu ‘Umar menyambung:

إِنَّا كُنَّا أَذَلُّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلاَمِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللهُ

“Sesungguhnya kita dulu adalah kaum yang hina, kemudian Allah muliakan kita dengan Islam, bilamana kita mencari kemuliaan selain dengan yang Allah telah muliakan kita, maka Allah pasti akan menghinakan kita.” (HR. Al Hakim dengan sanad shahih menurut Bukhory dan Muslim, disepakati oleh Adz Dzahabi).

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Allah pasti akan menghinakan kita kalau kita mengejar kemuliaan dengan berpaling dari syari’ah Allah, mungkin Allah akan memberikan kemuliaan semu kepada kita, namun kemuliaan semu tersebut akan segera berakhir dengan penyesalan. Allah berfirman:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(QS. Al An’aam: 44)

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Perjalanan waktu telah membuktikan kebenaran apa yang dikatakan Allah. Amerika Serikat, negara penjajah pembantai jutaan kaum muslimin, negara yang membolehkan homo seksual, saat ini benar-benar tenggelam dalam krisis utang besar di atas 90% dari PDB[1], kondisinya lebih parah daripada apa pun yang negara itu pernah alami sejak era The Great Depression (malaise, 1930). Departemen Pertanian AS menyatakan bahwa sekitar 50 juta orang Amerika tidak mampu membayar makanan yang cukup di tahun 2009. Menurut Kapten William Finley, kepala cabang lokal dari Salvation Army, orang-orang yang dulunya kaya, yang telah kehilangan rumah mereka, kini terpaksa tidur di mobil mahal mereka yang diparkir di sudut-sudut kota [2].

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Adalah sangat ajaib, kalu ada yang masih saja mencari kemuliaan dengan menjilat musuh mereka, menyambut mereka bak tamu agung yang akan menyelesaikan problem umat ini, padahal krisis yang menimpa Amerika jauh lebih besar daripada yang menimpa kita, utang luar negeri Amerika saja sudah 13 trilyun dolar AS[3], (= Rp. 117.000 trilyun, dengan kurs 1 dolar = 9 ribu), hampir 60 kali lipat utang Indonesia yang sekitar Rp. 2000 trilyun.

Sungguh sebagai pribadi maupun sebagai bangsa, kemuliaan tidak akan diraih kalau justru dengan berpaling dari aturan-aturan Allah SWT, bagaimana mungkin kita menghendaki kemuliaan kalau justru kita menentang perintah Dzat Pemilik Kemuliaan?, bagaimana mungkin kita menghendaki kemuliaan namun kita mencari kemuliaan tersebut dari orang-orang yang dihinakan Allah akibat kemaksiyatan mereka? justru kehinaan yg akan diperoleh ketika umat ini mengikuti prilaku orang-orang kafir, baik prilaku dalam kehidupan sosial, ekonomi maupun pemerintahannya. Allah berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ

Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS. Faathir 100)

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.(QS. An Nisaa’ 139)

Semoga Allah memberikan kemuliaan kepada kita karena Islam dan memuliakan Islam dengan kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْاَنِ الْعَظِيم، وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ الذِّكْرِ الحَْكِيْم اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيمَْ – لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ؛مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. أَللّهُمَّ اَعِزِّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَصْلِحْ وُلاةَ المُسْلِمِيْنَ وَألِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَ حُ الإسْلامِ وَالمُسْلِمِيْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


[1] Produk Domestik Bruto

[2] http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/amerika-segera-menjadi-negara-dunia-ketiga.htm, diakses 16/9/2010

[3] http://internasional.kompas.com/read/2010/10/22/11494356/Muka.Buruk.Cermin.Dibelah

Baca Juga:

 

 

Posted on 26 Oktober 2010, in Akhlaq, Khutbah Jum'at, Syari'ah. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Assalamu ‘alaykum wr wb

    saya izin pake buat khutbah jum’at ini ustadz..syukron..
    ^_^,

    Suka

  2. m sholeh abdullah

    Jazakallah ahsanal jaza’ atas sms update isi blog ust Taufiq. Insya Allah ana dapat jadual khutbah tgl 29 Okt 2010 di salah satu masjid di Jogjakarta. Referensi ana tema “Kehinaan dan Kemuliaan Ummat”.
    wss

    Suka

  3. assalamualikum warrahamatullahi wabarakaatuh,
    mas taufik moga antum masih ingat sama saya, jun-poso, satu maktab dulu!! semoga Allah memberikan keimanan dan kesehatan kepada saya dan mas taufik! mas saya ini masih gaptek. jadi kalau mas mau balas komentar disitus mas sendiri. insya Allah kalau saya surfing di internet nanti saya buka. mas itu aja maaf kalau bahasanya ngedeso. tapi mas ALLAH Akbar sama kita punya misi walaupun beda manhaj. mas untuk sekedar nambah informasi tentang daulah islamiyyah cari pembahasanyya di tawhed.ws dengan judul al-daulah al-nabawiyah yaitu pembahasan mengenai daulah islamiyah iraq. mas coba cari saja itu pembahasan moga mas dapat tsaqofah baru. wassalamualaikum warrahmatullaahiwabarakatuh.

    Suka

  4. assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, iya mas dulu saya di kaltim tapi antara juli-agustus 2002 saya berangkat ke poso lewat AHMED(Ahlus Sunnah Wal Jamaah Medical) Team. mas di sini ada akwat dari kalsel banjarmasin namanya ibu Wahdaniya, beliau kerja di kantor BPS Poso. mungkin antum punya teman dulu kuliah di FKIP matematika UNLAM, alumni tahun 2002 kalau tidak salah. paling banter saya disini jalan -jalan sama teman HTI di palu. cumannya juga baru kenal. oh ya mas, kalau antum punya tulisan mengenai sistem kesehatan islam tolong tampilkan juga. terus terang di poso cukup kondusif untuk dakwah walaupun dalam mata-mata densus 88. sebenarnya masih banyak saya mau ceritakan dan tukar pengalaman tapi karena saya mau dinas malam di RSU Poso jadi mungkin ini saja mohon maaf dan jazakallaah. semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang taat di atas Ad-Din-Nya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BUMI JIHAD POSO

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s