Category Archives: Tarikh

Utbah bin Rabi’ah, Ksatria Salah Jalan

Jangan kita berfikir bahwa semua penentang dakwah Rasulullah saw masa lalunya dipenuhi dengan kelicikan, kedunguan dan kebejatan. Bahkan di barisan para penentang itu, ada orang-orang cerdik, baik, bermoral, bijak dan punya track record yang cemerlang. Diantaranya ada Utbah bin Rabi’ah (567 – 624 M), yang disifati oleh Imam Adz-Dzahabi sebagai Syaikhul Jâhiliyyah[1].

Namun, tak peduli bagaimanapun kejeniusan seseorang, bagaimanapun kebijaksanaannya, sifat ksatrianya, gelar, pangkat dan kedudukannya, jika dia memposisikan dirinya menghadang jalan dakwah, maka kehinaanlah yang akan menjadi akhir ceritanya, jika tidak segera bertaubat.

Read the rest of this entry

Iklan

Yerussalem (al Quds) Bumi yang Dijanjikan Untuk Yahudi?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. Al Maidah: 21)

Sebagian orang, ketika membaca ayat ini bertanya-tanya, apakah benar bahwa Palestina (tanah Kan’an), tepatnya al Quds/ Baitul Maqdis (Yerussalem), adalah tanah yang dijanjikan Allah untuk Yahudi, sebagaimana yang diklaim oleh Zionis Israel bahwa merekalah pewaris tanah itu?.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini.

Read the rest of this entry

Melawan Dalih Ngawur Terkait Panji Rasul

Oleh Utsman Zahid
(Pengasuh Pondok Pesantren NDM Surakarta dan Pengasuh di Majlis Kajian Islam Kaffah Surakarta)

Berburuk Sangka Terhadap Pengemban Panji Rasul SAW.

Mengikuti dan menyimak status di salah satu akun Facebook (FB) salah seorang teman, dengan nama akun, sebut saja “ZM”, meninggalkan rasa keheranan teramat mendalam. Bagaimana dia mencurigai penggunaan bendera berwarna putih (liwa’) dan berwarna hitam (rayah) adalah sebuah modus belaka. Secara tersirat dia mengakui kebodohannya tentang ilmu hadits, sehingga dia tidak berani masuk ke ranah riwayat tentang liwa’ dan royah tersebut sebagai bendera Rasulullah Muhammad saw. Namun, tanpa bukti, sebagai bentuk penolakannya terhadap liwa’ dan royah tersebut, dia mengklaim bahwa itu hanya sebagai kedok HT(I) dan yang sejenis untuk menyembunyikan agenda jahat di baliknya. Masya Allah… Idza sa’a fi’il mar’i sa’at zhununu (ketika buruk perbuatan seorang, maka buruk pula persangkaannya). Begitu kata seorang penyair. Read the rest of this entry

Beginilah Rasulullah Menyikapi Pembantaian Terhadap Muslim

Islam, disamping mengajarkan kasih sayang, juga mengajarkan sikap tegas kepada musuh yang telah membunuh dan melakukan kedzaliman kepada manusia, apalagi kepada saudara se-iman.

Ketika perjanjian hudaybiyyah – yang berisi gencatan senjata selama 10 tahun berlangsung, Bani Bakr menjadi sekutu Quraisy sedang Bani Khuza’ah menjadi sekutu Nabi saw.

Read the rest of this entry

‘Amr bin Hisyâm, Sang Bapak Kebodohan (Abu Jahal) *)

Sebelum Islam datang, ‘Amr bin Hisyâm (570 – 624 M) adalah orang yang dikenal kebijaksanaan dan kecerdasannya. Dalam usia yang masih muda, para tetua Quraisy sudah sering meminta bantuannya dalam menghadapi masalah, oleh karena itu ia dikenal dengan sebutan Abul Hakam (Bapak Kebijaksanaan).

Hanya saja, semua itu berubah ketika Islam datang, kecerdasan otaknya tidak digunakan untuk membela Islam, bahkan sebaliknya, digunakan untuk memutarbalikkan fakta dalam rangka menentang kebenaran Islam. Kedudukan dan reputasinya yang sudah tinggi menghalangi dia untuk menerima Islam, ajaran yang bakalan memposisikan manusia sederajat, hanya dibedakan oleh ketaqwaannya.

Read the rest of this entry

Dakwah di Persimpangan Jalan

Suatu ketika, pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Harb – pergi menemui Abu Talib, paman Nabi dan sekaligus pelindung dakwah Nabi.

“Abu Talib,” kata mereka, “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita, mencela agama kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Soalnya sekarang, harus kauhentikan dia; kalau tidak, biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan, maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia.”

Read the rest of this entry

Al Walid, Sirnanya Kemuliaan Ketika Menghadang Dakwah

Al Walid bin al Mughirah adalah salah seorang tokoh utama, hakim dan salah satu pemimpin kaum Quraisy di Makkah. Dia juga seorang yang cerdas, sebelum Islam datang, akalnya telah membuatnya sadar bahwa khamr itu tidak pantas diminum oleh pria terhormat. Karena itu, dia mengharamkan khamr untuk dirinya, dan bahkan dia memukul anaknya yang bernama Hisyam karena anaknya itu meminum khamr.

Al Walid bin al Mughirah pula yang berkata kepada kaum Quraisy yang sedang membangun kembali Ka’bah yang sempat rusak karena banjir, dengan perkataan yang baik:

يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ لَا تُدْخِلُوا فِي بُنْيَانِهَا مِنْ كَسْبِكُمْ إِلَّا طَيِّبًا. لَا يَدْخُلُ فِيهَا مَهْرُ بَغِيٍّ وَلَا بَيْعُ رِبًا، ولا مظلمة أحد من النَّاس

Hai kaum Quraisy, janganlah menyertakan ke dalam pembangunan Ka’bah ini (harta) dari hasil kerja kalian kecuali (harta) yang baik. Janganlah memasukkan dana dari hasil prostitusi, riba, dan (harta hasil) kezaliman kepada orang lain.” (Al-Bidâyah wan-Nihâyah, 2/386).[1]

Read the rest of this entry

Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI

imageTidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia.

Read the rest of this entry

Sejarah VOC di Indonesia

imageVOC-Belanda pada abad ke-17 dan 18 tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.

Read the rest of this entry

Christiaan Snouck Hurgronje

Pemikiran Snouck menjadi landasan dasar doktrin bahwa “musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai Agama, melainkan Islam sebagai Doktrin Politik”. Berdasarkan konsep ini (yakni menjauhkan agama dari politik), Belanda dapat mengakhiri perlawanan rakyat Aceh dan meredam munculnya pergolakan-pergolakan di Hindia Belanda yang dimotori oleh umat Islam.

Read the rest of this entry

Seputar Hari Lahir dan Penggali Pancasila

Oleh: Dr. Adian Husaini

PADA 1 Juni 2011 lalu, bertempat di Gedung MPR-RI, dilaksanakanlah peringatan Hari Lahir Pancasila. Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono hadir. Dua mantan Presiden, BJ Habibie dan Megawati, juga hadir. Acara itu merupakan prakarsa Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, yang tak lain adalah suami Megawati Soekarnoputri. Mereka semua berpidato tentang Pancasila. Intinya, menjelaskan kehebatan Pancasila dan perlunya bangsa Indonesia menegaskan komitmen dan kesetiaannya terhadap Pancasila.

Read the rest of this entry

Inilah Mereka yang Menolak Pancasila

Oleh: Artawijaya

Jauh sebelum ketetapan Pancasila sebagai satu-satunya asas oleh Orde Baru digugat oleh umat Islam, Pancasila yang “digali” oleh Soekarno ini juga mendaparkan tentangan keras tokoh-tokoh Islam, baik pada masa awal kemerdekaan ataupun pada masa sidang di Majelis Konstitutante, sidang yang dilakukan untuk merumuskan dasar negara.

Read the rest of this entry

Musthafa Kamal : “Pahlawan” Penghianat Islam (I)

Mustafa Kemal Atatürk (lahir di Selânik (sekarang Thessaloniki), 12 Maret 1881 – meninggal di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki, 10 November 1938 pada umur 57 tahun), hingga 1934 namanya adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki.

Read the rest of this entry

Mendudukan Sejarah Kekhilafahan Islam

Salah satu argumentasi yang kerap dilontarkan untuk menolak sistem Khilafah adalah alasan sejarah. Sejarah Khilafah digambarkan sebagai fragmen kehidupan yang penuh darah, kekacauan, dan konflik. Paling tidak, ada tiga argumentasi sejarah yang sering dilontarkan: (1) Khalifah yang otoriter dan diktator; (2) Pembunuhan yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin; (3) Perlakuan yang diskriminatif terhadap non-Muslim dan wanita.

Read the rest of this entry

Raja Inggeris, Swedia dan Norwegia, Pernah Mengirim Surat Kepada Khalifah

Dari George II, Raja Inggeris, Swedia dan Norwegia,

Kepada Khalifah – penguasa kaum Muslimin –

di Kerajaan Andalusia,

Yang Dipertuan Agung, Hisyam III,

Read the rest of this entry