Melawan Propaganda Hitam

Propaganda adalah penerangan (paham, pendapat, dsb) yang benar atau salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu[1].

Jika propaganda dilakukan secara apik oleh pemegang kekuasaan, dibantu kekuatan media, ‘penelitian’ ilmuwan dan lembaga survey, apalagi jika ditambah permainan ‘dalil’ syara’, sementara kalangan yang mengerti memilih berdiam diri dengan alasan menghindari fitnah, maka terjungkirbaliklah nilai-nilai kebenaran, kesalahan akan dianggap masyarakat sebagai kebenaran, sebaliknya kebenaran akan dianggap kejahatan.

Read the rest of this entry

Rasulullah Melarang ‘Ali Berpoligami?

Kisah tersebut memang shahih, diriwayatkan oleh Imam al Bukhary dan Muslim. Dari Miswar bin Makhramah, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wasallam berkhutbah di atas mimbar:

Read the rest of this entry

Hukum Nikah dengan Syarat Tidak Dipoligami

Sahkah pernikahan jika istri mensyaratkan nanti tidak dipoligami (dimadu)? Jika itu sah, lalu suami ternyata berpoligami, bagaimana hukumnya?

***

Dalam pandangan madzhab Syafi’i, akad nikah tersebut sah, namun syarat tersebut rusak, dan merusak mahar yang disebutkan, sehingga mahar wanita tersebut menjadi mahar mitsli (mahar yang sepadan dengan umumnya wanita pada ‘kelas’nya).

Read the rest of this entry

Menimbang Berita, Mewaspadai Hoax

Rasulullah saw pernah ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk neraka? Beliau menjawab: “mulut dan kemaluan” (HR at-Tirmidzi ia mengatakan hadis sahih).[1]

Pada era informasi sekarang ini, saat satu berita di suatu belahan bumi dalam hitungan detik bisa menyebar sampai ke belahan bumi yang lain, maka kehati-hatian dalam berbicara, terlebih lagi ‘berbicara’ di social media sangat perlu diperhatikan, jika tidak kita bisa menjadi korban berita palsu (hoax), menebar fitnah, atau menjadi pendusta tanpa merasa.

Read the rest of this entry

Jokowi Undercover: Sederhana Dibuat Rumit

Pada dasarnya permasalahan apapun jika dihadapi dengan sikap yang benar dan syar’iy tidak akan susah penyelesaiannya. Sebaliknya jangankan masalah besar, masalah sederhanapun jika penyikapan tidak tepat akan membesar dan menimbulkan masalah lain.

Rasulullah shallallahu’alaiwasallam mengajarkan kepada kita agar sebisa mungkin menutup pintu-pintu fitnah, jangan sampai menjadikan manusia bertanya-tanya tentang suatu hal yang mungkin samar dalam pandangan mereka.

Read the rest of this entry

Si Gila Bahlul Mengomentari Kenaikan Harga

Ketika harga-harga naik, seseorang memberi tahu si Gila Bahlul dan memintanya berdo’a, maka Si Gila Bahlul menjawab:

مَا أُبَالِي وَلَوْ حَبَّةٌ[1] بِدِينَارٍ، إِنَّ للَّه عَلَيْنَا أَنْ نَعْبُدَهُ كَمَا أَمَرَنَا، وَعَلَيْهِ أَنْ يَرْزُقَنَا كَمَا وَعَدَنَا [2]

“aku tidak peduli, kalaupun satu biji (gandum) berharga satu dinar (4,25 gram emas), sesungguhnya hak Allah atas kita adalah kita beribadah kepada-Nya sebagaimana Dia perintahkan kita, dan kewajiban Dia adalah memberi rizki kepada kita sebagaimana Dia telah janjikan” (Adz Dzahaby (w. 748 H), Târîkhul Islam wa Wafayâtu al Masyâhiri al A’lâm, 12/90, maktabah Syamilah)

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Menyikapi Kenaikan Harga

Awal tahun ini kita mengalami banyak ‘peningkatan’, hanya saja yang meningkat adalah harga-harga. Biaya pengurusan surat-surat kendaraan meningkat 2 hingga 3 kali lipat, harga BBM, tarif listrik, hingga harga cabe juga meningkat.

Setidaknya ada dua sebab kenaikan harga; pertama, faktor kelangkaan alami yang terjadi karena gagal produksi, kemarau berkepanjangan dll, sehingga ketika barang berkurang sementara yang membutuhkan barang tersebut banyak, maka otomatis harga akan naik. Sebab kedua, kenaikan harga terjadi karena penyimpangan ekonomi dari hukum-hukum syari’ah Islam, terjadinya ihtikâr (penimbunan), permainan harga (ghabn al fâkhisy), hingga liberalisasi yang menghantarkan kepada ‘penjajahan’ ekonomi.

Read the rest of this entry

Kenaikan Harga: Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Perhatikan rumus pertumbuhan ekonomi dan produk domestik bruto berikut:

Pertumbuhan Ekonomi

Dengan memperhatikan rumus di atas, maka kenaikan harga akan memberikan ‘efek positif’ berikut:

Bolehkah Menutup Jalan Umum Untuk Suatu Keperluan?

Semua orang punya hak untuk memanfaatkan jalan umum[1], baik dengan sekedar lewat, atau membuat jalan tembus ke situ atau jalan cabang,…dll.

Boleh juga seseorang memarkir kendaraan atau mobil, atau membuat stand untuk berjual beli di jalan umum, dengan dua syarat:

Read the rest of this entry

Hukum Shalat di Jalan Raya

Hukum shalat di jalan raya adalah makruh, ini adalah pendapat yang mu’tamad dalam madzhab Syafi’i. Sebagaimana dinyatakan dalam al Mu’tamad fil Fiqh as Syafi’i, jilid I hal 326:

Read the rest of this entry

Syubhat

Status hukum dalam Islam hanya ada lima, yakni: wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah. Sedangkan syubhat adalah satu keadaan atau perkara yang masih samar, baik disebabkan karena objeknya (benda atau perbuatan) yang masih belum diketahui hukumnya atau pihak manusianya yang belum mengetahui status hukumnya.

Read the rest of this entry

Ujung Sajadah ada Najisnya

Sahkah sholat memakai sajadah yang ujung sajadah ada najisnya?

Jika bagian alas yang kena najis tidak mengenai anggota badan kita, maka tidak batal shalatnya, karena tidak bisa dikatakan “membawa” najis. Ini berbeda jika pakaian, dompet, atau handphone, jika ada najisnya dan dipakai/dibawa shalat, maka shalatnya tidak sah, begitu juga membawa botol yang berisi najis, walau dalam keadaan tertutup rapat, maka tidak sah sholatnya.

Read the rest of this entry

Do’a dan Perubahan

Ketika melihat kerusakan di masyarakat, sebagian kalangan memilih berdo’a sebagai upaya perbaikan. Mereka mau berdo’a untuk kebaikan umat, itu bagus, namun yang tidak tepat adalah ketika ‘meremehkan’ upaya kaum muslimin yang berupaya ber-amar makruf nahi munkar, menjelaskan penyimpangan yang terjadi sembari menjelaskan bagaimana seharusnya Islam mengatasinya, kadang upaya tersebut dipandang sinis, seolah-olah yang berupaya tersebut melalaikan berdo’a kepada Allah swt.

Read the rest of this entry

Empat Puluh Tahun

Usia 40 tahun adalah usia ‘kematangan’ seseorang, jika tidak berhati-hati dan sering mengevaluasi diri, bisa jadi kerugian yang akan terjadi; kematian keburu menghampiri saat lalai dalam mempersiapkan diri. Imam Al Ghazali dalam Ayyuhal Walad memberi nasehat kepada salah satu muridnya:

وَمَنْ جَاوَزَ الْأَرْبَعِينَ وَلَمْ يَغْلِبْ خَيْرُهُ شَرَّهُ فَلْيَتَجَهَّزْ إِلَى النَّارِ

Dan barangsiapa yang usianya sudah mencapai 40 tahun namun kebajikannya tidak melebihi dosanya maka bersiap-siaplah ia masuk neraka.

Read the rest of this entry

Qodlo & Qodar: Perbuatan Manusia Tidak Ada Kaitannya dengan Qodlô’?

Ada sebagian orang yang menuduh Hizbut Tahrir (HT) berpandangan bahwa perbuatan manusia tidak ada kaitannya dengan qodlô’ (keputusan/ketetapan) Allah swt, sehingga HT dituduh sesat dalam hal ini, karena menurut ulama sunni semua perbuatan manusia adalah ciptaan Allah swt. Benarkah demikian?

Read the rest of this entry