Radikalisme Berbasis Agama

Radikalisme yang paling berbahaya di dunia adalah radikalisme berbasis agama,” kata Romahurmuzy di Asrama Haji, Palembang, Sabtu (9/9/17).

Menurutnya, radikalisme berbasis agama memberikan janji surga kepada para penyebarnya, sementara setiap umat beragama tujuan hidupnya adalah surga, maka dia akan mau mengorbankan apa pun.

Bahaya Sebenarnya: Radikalisme Berbasis Kapitalisme Read the rest of this entry

Iklan

Kebohongan di Era ‘Jahiliah’ Modern

Secara bahasa, jahiliah (jâhiliyyah) merupakan bentuk mashdar shinâ’î[i] dari kata jâhil (orang yang memiliki (sifat) jahl). Al jahl (kebodohan) sendiri memiliki tiga bentuk: 1). ketiadaan ‘ilmu (pengetahuan), ini adalah makna asal, 2). meyakini sesuatu berbeda dengan kenyataan sesuatu itu sendiri, dan 3). melakukan sesuatu berbeda dengan apa yang semestinya dilakukan.[ii]

Read the rest of this entry

Polaritas Sektarian: Daur Ulang Fitnah Kepada Hizbut Tahrir

Sungguh berat dosa menebar fitnah, walaupun dia tidak bermaksud memfitnah, karena kesalahan tersebut akan terus berkembang dan mengalirkan dosa kepada pelakunya sekalipun dia telah wafat.

Fitnah yang puluhan tahun lalu telah diklarifikasi bahwa itu tidak benar, atau hanya bersumber dari angan-angan pemfitnah belaka, ternyata masih saja ada yang mendaur ulang, menyebarkan demi motiv-motiv tertentu.

Kenapa bisa banyak tuduhan fatal tersebut? Apakah karena terlalu percaya diri akan pengetahuannya?, ataukah karena terlalu memandang rendah Syaikh Taqiyuddin an Nabhani?, pendiri dan konseptor Hizbut Tahrir. Padahal kalau mau tahu diri sedikit saja, bahwa Syaikh Taqiyuddin an Nabhani juga alumni Al Azhar setingkat Doktor pada saat ini, S-3 nya juga dalam bidang Peradilan Islam, tentu tidak akan muncul tuduhan-tuduhan aneh, yang justru menghinakan penuduhnya.

Berikut fitnah-fitnah yang didaur ulang tersebut, isinya kurang lebih sama, walau kemasannya baru. Saya tidak menanggapi secara serius, hanya memberikan link seperlunya yang mengantarkan kepada tulisan lama yang pernah saya tulis.

Read the rest of this entry

Isteri Berzina (Selingkuh), Wajibkah Diceraikan?

Zina, apalagi bagi yang telah menikah adalah dosa besar, pelakunya wajib dikenakan hukum jilid (cambuk) 100 kali jika belum pernah nikah, dan wajib dirajam jika telah pernah menikah, tidak ada perbedaan pendapat ‘ulama dalam hal ini.[1]

Hanya saja, jika karena suatu hal (misalnya tidak cukup saksi dan tidak mengaku di pengadilan, atau pengadilannya tidak memakai hukum Islam), sehingga hukuman rajam tidak ditegakkan, apakah istri tersebut otomatis terceraikan?

Read the rest of this entry

Belajar Bertawakkal

Allah SWT berfirman :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaaq [65] : 3).

Tentang ayat ini, Imam Al Qurtubi (w. 671H) menyatakan:

أَيْ مَنْ فَوَّضَ إِلَيْهِ أَمْرَهُ كَفَاهُ مَا أَهَمَّهُ. وَقِيلَ: أَيْ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَجَانَبَ الْمَعَاصِي وَتَوَكَّلَ عَلَيْهِ، فَلَهُ فِيمَا يُعْطِيهِ فِي الْآخِرَةِ مِنْ ثَوَابِهِ كِفَايَةٌ. وَلَمْ يُرِدِ الدُّنْيَا، لِأَنَّ الْمُتَوَكِّلَ قَدْ يُصَابُ فِي الدُّنْيَا وَقَدْ يُقْتَلُ

”yakni barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Dan dikatakan: yakni siapa saja yang bertaqwa kepada Allah, menjauhi maksiyat, dan bertawakkal kepada-Nya, maka baginya apa yang diberikan di akhirat dari ganjarannya itu mencukupinya. Dan tidak dimaksudkan untuk dunia, karena orang yang bertawakkal kadang diberi musibah di dunia, dan kadang juga dibunuh (di dunia)” [al Jâmi’ li Ahkâmil Qur’ân, 18/161. Maktabah Syamilah].

Read the rest of this entry

Hak Nafkah Istri dari Suaminya

Nafkah adalah harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya.

Syarat Istri Berhak atas Nafkah dari Suami

Diantara konsekuensi dari pernikahan yang sah adalah diwajibkannya seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya jika memenuhi beberapa syarat berikut:

Read the rest of this entry

Menghitung Diri *)

Kecerdasan seseorang ditentukan oleh sejauhmana dia pandai berhitung dan melakukan aktivitasnya dengan penuh perhitungan.

Rasulullah bersabda:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

”Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah.” (HR. At Tirmidzi dari Syaddad bin Aus)

Read the rest of this entry

Sosialisme/Komunisme dan Pertentangannya dengan Islam

Sosialisme termasuk komunisme memang telah ‘mati’ dan hilang dominasinya dalam kehidupan, namun sebagai pemikiran ideologi, selama masih ada orang-orang yang mengemban dan memperjuangkannya, dia masih memiliki potensi untuk ‘hidup’ kembali. Oleh karena itu, kajian terhadap sosialisme termasuk komunisme tetaplah penting untuk mematikan sisa-sisa ‘nyawa’ yang masih menggeliat mencari celah-celah dan kesempatan untuk bangkit kembali.

Read the rest of this entry

Hadiah Pahala dan Bacaan al Qur’an Untuk Mayit

Para ahli fikih sepakat bahwa seseorang yang telah meninggal tetap mendapatkan manfaat dari beberapa jenis amalnya sendiri, yakni shadaqah jariyah, ‘ilmu yang bermanfa’at, dan anak shalih yang berdo’a untuknya, berdasarkan hadits:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

apabila seorang manusia mati maka terputus darinya amal (perbuatan)nya kecuali yang berasal dari tiga hal yakni : shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang berdoa untuknya. (HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud).

Imam As Suyuthi (w. 911H) menjelaskan cabang-cabang dari 3 jenis amal ini: menyebarkan ilmu, doanya anak, menanam pohon kurma (atau yang bisa diambil manfaatnya oleh orang lain ketika penanamnya wafat), shodaqah jariyah, mewariskan mushaf, ribat (tinggal) di daerah perbatasan, menggali sumur, mengalirkan sungai, membangun rumah untuk orang asing (rumah singgah), membangun tempat dzikir, mengajari orang baca al Quran,(Aunul Ma’bud, 8/61. Maktabah Syamilah)[1]

Semua amal pribadi si mayit, tetap mengalir pahalanya walaupun dia telah meninggal, asal atsar (bekas/efek) amal tersebut masih bisa bermanfaat sepeninggalnya, termasuk juga dosa, ada yang tetap mengalir walaupun dia telah meninggal.

Adapun amal orang lain apakah memberi manfa’at kepada seseorang yang telah mati? Di sini ada perincian dari sisi jenis amal apa yang dimaksud.

Read the rest of this entry

Istri Menggugat Cerai Suaminya

Talak/cerai adalah upaya melepaskan tali ikatan pernikahan. Kebolehan adanya talak tidak didasarkan pada adanya ‘illat syar‘î (alasan pensyariatan talak) sehingga talak tetaplah halal walaupun dilakukan tanpa alasan apapun. Hanya saja hukumnya makruh jika dilakukan tanpa disertai alasan yang menuntut terjadinya perceraian.

Hak menjatuhkan talak berada di tangan suami, bukan di tangan istri. Istri tidak punya wewenang untuk menceraikan suaminya, jangankan menceraikan, menggugat cerai saja diharamkan jika tidak disertai dengan alasan yang dibenarkan syari’at.

Read the rest of this entry

Beginilah Rasulullah Menyikapi Pembantaian Terhadap Muslim

Islam, disamping mengajarkan kasih sayang, juga mengajarkan sikap tegas kepada musuh yang telah membunuh dan melakukan kedzaliman kepada manusia, apalagi kepada saudara se-iman.

Ketika perjanjian hudaybiyyah – yang berisi gencatan senjata selama 10 tahun berlangsung, Bani Bakr menjadi sekutu Quraisy sedang Bani Khuza’ah menjadi sekutu Nabi saw.

Read the rest of this entry

Seekor Sapi Untuk Qurban Sekaligus Aqiqah

Tanya ustadz mohon pencerahan apakah di bolehkan 1 ekor sapi sebagian ada yang niat korban dan sebagian niat akikah? Mohon penjelasan terimakasih

Read the rest of this entry

Nusyuzkah Istri Mengaji Saat Suaminya Melarang?

Nusyûz adalah pembangkangan istri terhadap perintah dan larangan suami (dalam perkara yang tidak dilarang syara’). Hanya saja syariat telah menetapkan hak seorang wanita untuk melakukan transaksi bisnis, memberdayakan hartanya wanita sendiri, mengajar, melakukan silaturahmi, pergi ke masjid, menghadiri ceramah, ataupun kajian. Oleh karena itu nusyûz, yang jika itu terjadi maka menggugurkan kewajiban suami untuk menafkahi, adalah pembangkangan istri terhadap perintah dan larangan suami yang berkaitan dengan kehidupan khusus (al-hayâh al-khâshah), dan kehidupan suami-istri (al-hayâh az-zawjiyyah).

Read the rest of this entry

Merdeka dari Selubung Depresi

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, merdeka diartikan sebagai bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb), juga tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu, juga berarti leluasa.

“Merdeka” yang hakiki tidak akan diraih jika kita tidak berhasil ‘mengosongkan’ diri dari ketergantungan kepada selain Allah swt, baik itu penampilan, harta, maupun ketergantungan kepada manusia yang lain.

Read the rest of this entry

Sabar Hingga Akhir

Usianya sudah senja, rambutnya ‘menyala’, putih semua. Saya mengenalnya sekitar 13 tahun lalu, ketika saya menyampaikan pengajian di sebuah masjid di Banjarmasin.

Ada satu hal yang menarik dari beliau, yakni keseriusan beliau dalam menghadiri setiap kajian, mendengarkan, mencatat, bertanya, hingga menyampaikan pandangan diantara para hadirin, sepertinya itu yang tidak berubah dari beliau, sejak 13-an tahun lalu.

Read the rest of this entry