Category Archives: Khutbah Jum’at

Khutbah Jum’at – Jiwa Yang Merdeka

Kalau boleh dibandingkan antara kemerdekaan jiwa dan kemerdekaan raga, maka kemerdekaan jiwa jauh lebih penting daripada kemerdekaan raga semata.

Jiwa yang merdeka tidak bisa dihentikan aktifitas perjuangannya walaupun raganya tersandera, sebaliknya raga yang sehat, kuat dan gagah perkasa, jika jiwanya tersandera, jiwanya menjadi budak, maka kekuatan fisik itu tidak berarti apa-apa.

Read the rest of this entry

Tidak Mau Syari’ah Allah? Tidak Pantas Hidup di Buminya Allah!

أفيحسن أن تأكل رزقه وتسكن بلاده وتعصيه

Apakah pantas jika kamu makan dari rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedang kamu bermaksiat kepada-Nya? [Ibrahim bin Adham]

Read the rest of this entry

Syari’ah Lebih Penting Dibandingkan Bernafas Sekalipun

Ketundukan kepada syari’ah Allah swt, disamping itu merupakan manifestasi kecintaan kepada-Nya, bukti keimanan kepada-Nya, juga merupakan kebutuhan manusia itu sendiri kepada Allah swt, sementara Allah sama sekali tidak berhajat kepada ketaatan makhluk-Nya. Imam Ibnu Qayyim Al Jawziyyah (w. 751 H) dalam kitabnya, Miftâhu Dâri as Sa’âdah, juz 2 hal 318 menyatakan:

وَالْحَاجة (إلى الشريعة أشد من الحاجة) إِلَى التَنَفُّسِ فضلا عَن الطَّعَام وَالشرَاب، لِأَن غَايَةَ مَا يُقَدَّرُ فِي عدم التنفس وَالطَّعَام وَالشرَاب موتُ الْبَدَن وتعَطُّلُ الرّوحِ عَنهُ، وَأمّا مَا يُقَدَّرُ عِنْد عدم الشَّرِيعَةِ ففسادُ الرّوحِ وَالْقلبِ جملَةً وهلاك الْأَبَدِ

“Dan kebutuhan (terhadap syari’ah adalah lebih besar daripada kebutuhan) terhadap bernafas, apalagi daripada makanan dan minuman, karena sesungguhnya batas akhir yang akan terjadi dalam ketiadaan bernafas, makan maupun minum adalah matinya badan dan terlepasnya ruh darinya. Adapun yang akan terjadi dengan ketiadaan syari’ah adalah rusaknya ruh dan hati secara bersamaan dan kecelakaan yang abadi.”

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Bunuh Diri Marak, Mengapa?

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak di Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, ditemukan tewas di rumahnya pada Jumat (3/4) malam (Merdeka.com, 5/4). Mereka bunuh diri karena tak sanggup menanggung masalah ekonomi. Kasus serupa terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, juga di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Perang dan Persaudaraan Muslim

Persaudaraan (ukhuwah) dengan dasar keimanan bukanlah persahabatan biasa, namun seperti persaudaraan karena nasab/keturunan, bahkan lebih dari itu. Allah berfirman:

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Malapetaka Runtuhnya Khilafah

Adalah hal yang wajar dan alami jika seseorang merasa sedih, merasa kehilangan saat miliknya yang berupa materi, yang terkait langsung dengan dirinya lenyap. Berbeda dengan kehilangan sesuatu yang sifatnya non materi, atau materi yang tidak berkaitan langsung dengan dirinya, dalam hal ini memerlukan kesadaran yang lebih untuk sekedar merasakan kehilangan. Oleh sebab itu dapat kita saksikan sebagian orang merasa marah ketika sandalnya dicuri, namun tak masalah kalau tambang emas yang besar dikuasai asing. Orang mudah merasa kehilangan jika anak dan motornya hilang karena keganasan para pembegal, namun tidak merasa ketika kehilangan sistem aturan yang karena ketiadaannya memudahkan mengganasnya para pelaku kriminal.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Milik Allah

Abu ‘Umâmah meriwayatkan bahwa suatu ketika tali sandal Rasulullah putus, maka Rasulullah mengucapkan: innâ lillâhi wainnâ ilayhi râji’ûn (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali), maka para sahabat bertanya: Apakah (putusnya tali sandal) merupakan musibah wahai Rasulullah?, beliau menjawab: Apa saja yang menimpa mukmin, yang tidak disenangi, adalah musibah. (HR. At Thabrâny, dalam al Kabir)

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – HAM & Hukuman Mati

Walaupun eksekusi mati terpidana kasus narkoba sudah dilaksanakan baru-baru ini, masih ada pro dan kontra terhadap hukuman mati itu sendiri. Pihak yang menolak adanya hukuman mati beralasan bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup yang tidak boleh dikurangi dalam keadaan apapun. Menurut mereka, tak satupun orang di dunia ini memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman mati, hanya Tuhan yang berwenang mengambil hidup seseorang.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – “Kebebasan” Mencaci

Minggu ini media dihebohkan dengan berita serangan bersenjata terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Perancis (7/1/2015). Pasca serangan yang menewaskan 12 orang tersebut, Obama dan Kanselir Jerman (Angela Merkel) menyatakan bahwa penembakan yang terjadi di Charlie Hebdo merupakan serangan terhadap kebebasan berekspresi.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Maulid Nabi, Maulid Peradaban

Saat ini kita berada di bulan Rabî’ul Awwal, bulan dilahirkannya junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Walaupun perayaan maulidurrasul baru menjadi tradisi dikalangan kaum muslimin setelah abad ke-3 Hijriah[1], namun generasi awal dari umat ini tidak pernah lupa mengajarkan kepada anak-anak mereka bagaimana kehidupan Rasulullah saw, Sa’ad bin Abi Waqqash r.a berkata:

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Indonesia Surganya Miras

Minggu ini kita dikejutkan dengan kematian massal akibat minuman keras (miras) oplosan, 17 orang tewas dan ratusan lainnya harus dirawat di rumah sakit di Sumedang, Jabar (okezone.com, 8 Des 14). Walaupun negeri ini dihuni mayoritas muslim, namun miras dengan mudah bisa didapatkan, tidak aneh kalau tahun lalu aktivis sosial Fahira Idris menyebut Indonesia sebagai surganya miras.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at– Zalim (Aniaya)

Allah SWT sekali-kali tidak akan menzalimi hamba-Nya, Dia juga mengharamkan kezaliman ada pada makhluk-Nya. Dalam hadits qudsi, Allah berkata:

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim, dan perbuatan zalim itu pun Aku haramkan diantara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling menzalimi” (HR Muslim).

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – ‘Blusukan’

Sudah cukup masyhur dikalangan kaum muslimin, bahwa Khalifah Umar bin Khattab ra adalah salah satu khalifah (kepala negara) yang sangat menjaga amanah kepemimpinannya. Beliau tidak jarang mengontrol sendiri kondisi rakyatnya, bahkan tidak segan memanggul gandum sendiri untuk diberikan kepada rakyat yang kekurangan. Beliau bukan hanya memikirkan bagaimana agar rakyatnya terpenuhi kebutuhan jasmaninya, lebih dari itu beliau senantiasa memperhatikan ketaqwaan dan ketaatan mereka kepada Allah SWT.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Musyawarah & Demokrasi

Diantara pemikiran yang populer ditengah umat Islam saat ini, namun patut kita cermati adalah pemikiran demokrasi. Secara teori, dalam sistem demokrasi, rakyatlah yang dianggap berdaulat, rakyat yang membuat hukum dan orang yang dipilih rakyat haruslah melaksanakan apa yang telah ditetapkan rakyat tersebut.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Tanggung Jawab Rakyat Terhadap Penguasa

Sudah sering kita mendengar bahwa seorang pemimpin kelak di hari akhir akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya, sebagaimana sabda Rasulullah:

فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Imam (kepala Negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya (HR. al Bukhari).

Namun demikian, rakyat juga punya tanggung jawab dan kewajiban terhadap pemimpinnya. Diantaranya adalah mentaati pemimpin mereka dalam hal yang tidak maksiyat kepada Allah SWT. Allah berfirman:

Read the rest of this entry

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 453 pengikut lainnya.