Category Archives: Ikhtilaf

Wanita Haidl Memegang dan atau Membaca al Qur’an

Berbeda hukumnya bagi wanita haidl antara membaca al Qur’an dengan menyentuh al Qur’an.

Wanita Haidl Membaca Al Qur’an

Menurut mayoritas ahli fikih: Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah, wanita haidl termasuk nifas dan orang junub diharamkan membaca al Qur’an. Alasannya Sabda Nabi SAW:

لَا تَقْرَأِ الحَائِضُ، وَلَا الجُنُبُ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ

“Tidak boleh orang yang sedang haidl atau junub membaca sesuatu dari al-Quran” (HR. at-Tirmidzi).

Read the rest of this entry

Umur Umat Islam Maksimal 1500 Tahun?

Beberapa kali masuk BC (Broadcasting) ke WA saya[1] menyatakan bahwa umur umat Islam tidak lebih dari 1500 tahun, artinya tidak sampai 49 tahun lagi umat Islam akan ‘punah’ dari muka bumi.

Mengingat isi BC tersebut menyandarkan hitungannya ke para ‘ulama besar, yang kepakarannya tidak diragukan lagi; Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Imam Jalaluddin As-Suyûthi, dan Imam Ibnu Hajar al Hambali(?), tergelitik juga hati untuk ‘meneliti’ benarkah mereka rahimahumullaah mengatakan seperti yang disimpulkan dalam BC tersebut?, kalau benar, apa pula landasan ‘perhitungan’ tersebut?. Dengan menelusuri beberapa kitab dalam Maktabah Syamilah, saya dapati hal-hal berikut:

Read the rest of this entry

Beda Pendapat Bisa Celaka!

clip_image002Ketika mas X sedang asik naik motor, didepannya ada mbak y yang menghidupkan sein ke arah kanan, dengan santai mas X melaju di kiri jalan, namun tanpa diduga, si mbak Y ternyata belok kiri, kecelakaan tidak dapat dihindari, namun untunglah tidak parah. Setelah menegakkan kendaraan yang jatuh, terjadilah pembicaraan antara mas X dengan mbak Y:

X: mbak, kalau mau belok tolong kasih tanda yang benar dong!

Y : heh, mas jangan nyalahkan saya, kan sudah saya kasih tanda, situ yang salah!

X : ya memang sudah ngasih tanda, tapi tandanya salah, mau belok kiri kok ngasih tanda lampu sein kanan!

Y : mas, mas, bodoh kok dipelihara!, justru saya kasih lampu sein ke kanan itu sebagai tanda agar situ lewat kanan, eeh, masih saja lewat kiri.

Read the rest of this entry

Benarkah Tidak Boleh Minta Diruqyah?

Sebagian kalangan melarang seseorang meminta diruqyah dengan beralasan hadits tentang tujuh puluh ribu dari umat Islam yang lebih dahulu masuk surga tanpa hisab, dimana Jibril menjelaskan sifat mereka;

كَانُوا لَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

‘Karena mereka tidak minta di obati (dengan cara) kay (ditempel besi panas), tidak minta diruqyah dan tidak meramal nasib dengan burung, dan kepada rabb-Nya mereka bertawakkal.” (HR. al Bukhary)

Hadits tersebut bukan melarang orang minta ruqyah[1], hanya menjelaskan keutamaan orang yang sempurna tawakkalnya kepada Allah hingga tidak minta ruqyah dan hanya menyerahkan urusan penyakitnya kepada Allah swt dengan tanpa berobat.

Read the rest of this entry

Pemimpin atau Teman Setia? (Kasus Al Maidah 51)

Kemarin dapat beberapa tulisan terkait terjemah al Maidah 51, ada yang menganggap al Qur’annya dipalsukan karena di satu versi awliya diterjemahkan sebagai “pemimpin”, sementara di cetakan lain diterjemahkan sebagai “teman setia”. Lebih lanjut ini dikaitkan dengan fitnah-fitnahan lalu ngefek ke hal-hal lain.

Read the rest of this entry

Batalkah Shalat Jika Tersenggol Anak yang Belum Dikhitan?

Memang tidak ada dalil langsung yang menyatakan batalnya shalat karena bersentuhan dengan anak lelaki yang belum berkhitan (besunat), hanya saja pembahasannya terletak pada apakah lelaki yang belum dikhitan itu mengandung najis pada ‘kepala burung’nya atau tidak.

Read the rest of this entry

Mengangkat Pemimpin Kafir; Ikhtilaf?

Jika yang dimaksud hanya pemimpin dalam urusan administrasi, tidak punya hak untuk melegislasi undang-undang (peraturan), tidak punya hak mengangkat kepala daerah, maka memang benar ada ikhtilaf dalam hal ini, sebagian ‘ulama, seperti Imam Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i (w. 733 H) melarang orang kafir menduduki jabatan apapun yang mengurusi urusan kaum muslimin, walau sekedar jadi pemungut zakat, sementara sebagian lainnya, seperti Imam al Mawardi (w. 450 H) membolehkan.

Read the rest of this entry

Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Qurban

Benarkah bagi orang yang ingin berqurban dia tidak boleh memotong kuku dan rambut sejak awal bulan dzulhijjah sampai penyembelihan hewan qurban?.

—-

Ada 3 pendapat berbeda dari para ‘ulama dalam hal memotong kuku dan rambut dalam 10 hari awal Dzulhijjah bagi yang mau berqurban, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al Mawardi as Syafi’i dalam al Hâwi al Kabîr (15/74)[1] :

Read the rest of this entry

Bolehkah Mengebiri Hewan?

Ulama-Ulama madzhab Syafi’i[1] membolehkan mengebiri hewan[2] yang halal dimakan saat hewan tersebut masih kecil, dan mengharamkannya saat hewan tersebut sudah besar, dan mensyaratkan agar pengebirian yang dilakukan tidak membinasakan hewan tersebut.

Read the rest of this entry

Bolehkah Menggugurkan Kandungan 2 Bulan dengan Alasan Ekonomi?

…ana punya anak 3, … slm menempuh perkawinan kurang lebih 10 tahun ana memgalami pasang surut ekonomi. yg paling terasa 2 tahun ini…dg anak 3 ini jujur ana merasa sangat berat ust. (yaa Allah lindungi ulun dari kekufuran nikmat). makanya ana bersefakat dg istri bila berhubungan maka akan melakukan ‘azel (kb tanpa obat). namun Allah berkehendak lain, rencana ana untuk tdk mempunyai anak lagi sementara waktu ternyata dikasih (hamil).

ana bersama istri baru dtg dr bidan, dr keterangan beliau umur kandungan ga nyampe 2 bln. yg menjadi pertanyaan :

1. umur brp janin ditiupkan ruhnya?

2. bolehkah ana menyuruh istri menggugurkan kandungan dg pertimbangan ekonomi?.

3. tolong penjelasan bagaimana stts hukkumnya [0853**94****]

 

Read the rest of this entry

Tiga Shalat yang Wajib Diqodho’ Oleh Wanita Haid

Saat haid berlangsung seorang wanita haram mengerjakan shalat dan puasa, mereka wajib mengqodho puasa, namun tidak wajib mengqodho’ shalat, kecuali dalam 3 waktu, yakni 1) saat datangnya haidh, 2) saat berhentinya haidh dan 3) saat sebelum berhentinya haidh (menurut Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad).

Read the rest of this entry

Imam Super Cepat, Makmum Tidak Sempat Baca al Fatihah, Bagaimana Solusinya?

Jika bacaan imamnya benar-benar cepat, dan makmum yang bacaannya sedang tidak cukup waktu untuk menyempurnakan Fatihah sebelum imam ruku’, maka makmum wajib membaca al fatihah secukupnya, lalu memotong bacaan fatihahnya lalu mengikuti imam ruku’, dan bacaan al fatihahnya ditanggung oleh imam, hal ini berlaku untuk semua rakaat (dia dihukumi masbuq di semua rakaat).

Jika makmum (yang bacaannya lambat) menjumpai waktu yang cukup untuk membaca al fatihah (sesuai bacaan orang yang sedang membacanya) sebelum imam ruku’, maka ia wajib menyempurnakan bacaan al fatihahnya, dan dima’afkan dia ketinggalan 3 rukun dari imam.

Read the rest of this entry

Shalat Tarawih @ Dua Rakaat, Duduk Tasyahhudnya Iftirosy atau Tawarruk?

Ada ikhtilaf dikalangan para ‘ulama tentang mana yang lebih utama, apakah duduk iftirosy atau tawarruk.

1. Madzhab Syafi’i: sunnah duduk iftirosy pada tasyahhud awwal dan duduk tawarruk pada tasyahhud kedua, untuk sholat dua rakaat, sunnah duduk tawarruk saat tasyahhud.

2. Imam Malik berpendapat, tasyahhud awwal dan tasyahhud kedua, dua-duanya duduk tawarruk.

Read the rest of this entry

Sahkah Shalat Tarawih @ 4 Rakaat Sekali Salam?

Jumhur ‘Ulama (Malikiyah, Hanafiyyah, dan Hanabilah) membolehkan sholat tarawih dengan 4 rakaat sekali salam, hanya saja yang lebih afdhol menurut mereka adalah dikerjakan dua rakaat sekali salam.

Read the rest of this entry

Nikah Muhallil (Menikahi Istri yg Ditalak 3 Lalu Diceraikan Agar Kembali Ke Suami Sebelumnya)

Bagaimana hukumnya menikah dengan niat untuk membantu pasangan suami istri yang talaq tiga, setelah itu dicerai dan dikembalikan lagi ke suami yang pertama?

Read the rest of this entry