Syarat dan Rukun Khutbah Jum’at

Syarat-syarat sah khutbah Jum’at[1]:

1. Berdiri bila mampu dan memisahkan diantara dua khutbah dengan duduk. Jika tidak mampu berdiri, maka dengan duduk, atau kalau tidak bisa duduk dengan berbaring, dan memisah antara dua khutbah dengn diam sejenak.

2. Mendahulukan khutbah dari pada shalat.

3. Suci dari dua hadats dan najis yang tidak dima’fu (dimaafkan).

4. Menutup auratnya dalam dua khutbah.

5. Berbahasa Arab[2]

6. Seluruh khutbah dilakukan di waktu dzuhur.

7. Jumlah yang hadir adalah 40 orang yang terhitung keabsahan sholat Jum’atnya, dan ke 40 orang tersebut mendengar suara khutbah, meski mereka tidak faham.[3]

8. Berturut-turut, yakni tidak ada jeda yang panjang antara rukun-rukun dalam khutbah, antara khutbah pertama dengan kedua, dan antara khutbah dengan shalat.

9. Lelaki, tidak sah khatib perempuan.

Rukun Khutbah Jum’at:

1. Mengucap hamdalah (memuji Allah) dengan lafadz alhamdulillaah, atau ahmaduLlaaha, atau lillaahilhamdu, atau yang semakna, tidak memadai hanya dengan mengucap syukur, semisal as syukru lillaah.

2. Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad r dalam kedua khutbah, syaratnya disebut namanya dengan jelas, bisa dengan an nabiy atau ar rasuul atau langsung namanya yakni Muhammad. Tidak cukup hanya dengan dhomir (kata ganti) semisal hu (dia) saja.

3. Wasiat takwa, tidak ada lafazd khusus, intinya adalah ada dalam khutbah tersebut mengajak taat dan menghindari maksiyat.

4. Membaca ayat al Qur’an dalam salah satu dari dua khutbah.

5. Berdoa untuk orang-orang yang beriman pada khutbah kedua.

Baca Juga

Khutbah Jum’at-Diusir Rasulullah SAW Pada Hari Akhir

Khutbah Jum’at-Epilepsi yang Mengantarkan ke Surga

Khutbah Jum’at-Untung Berujung Kerugian


[1] Di ringkas dari al Mu’tamad fil Fiqh as Syafi’i, 1/508 dst, ditambah at Taqriirat as Sadiidah, 1/331 dst

[2] Di Taqriirat, juga Ianatut Thalibin dijelaskan bahwa yang wajib berbahasa arab hanyalah rukun-rukun khutbahnya saja. Adapun selain rukun, boleh dalam bahasa selain Arab

[3] 40 orang adalah qoul jadid, dan yang mu’tamad, sedangkan dalam qoul qodim ada tiga pendapat: 4 orang salah satunya imam, 3 orang salah satunya imam atau 12 orang salah satunya imam

Posted on 5 November 2019, in Ibadah, Ikhtilaf and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s