Category Archives: Aqidah

Belajar Bertawakkal

Allah SWT berfirman :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaaq [65] : 3).

Tentang ayat ini, Imam Al Qurtubi (w. 671H) menyatakan:

أَيْ مَنْ فَوَّضَ إِلَيْهِ أَمْرَهُ كَفَاهُ مَا أَهَمَّهُ. وَقِيلَ: أَيْ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَجَانَبَ الْمَعَاصِي وَتَوَكَّلَ عَلَيْهِ، فَلَهُ فِيمَا يُعْطِيهِ فِي الْآخِرَةِ مِنْ ثَوَابِهِ كِفَايَةٌ. وَلَمْ يُرِدِ الدُّنْيَا، لِأَنَّ الْمُتَوَكِّلَ قَدْ يُصَابُ فِي الدُّنْيَا وَقَدْ يُقْتَلُ

”yakni barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Dan dikatakan: yakni siapa saja yang bertaqwa kepada Allah, menjauhi maksiyat, dan bertawakkal kepada-Nya, maka baginya apa yang diberikan di akhirat dari ganjarannya itu mencukupinya. Dan tidak dimaksudkan untuk dunia, karena orang yang bertawakkal kadang diberi musibah di dunia, dan kadang juga dibunuh (di dunia)” [al Jâmi’ li Ahkâmil Qur’ân, 18/161. Maktabah Syamilah].

Read the rest of this entry

Iklan

Sosialisme/Komunisme dan Pertentangannya dengan Islam

Sosialisme termasuk komunisme memang telah ‘mati’ dan hilang dominasinya dalam kehidupan, namun sebagai pemikiran ideologi, selama masih ada orang-orang yang mengemban dan memperjuangkannya, dia masih memiliki potensi untuk ‘hidup’ kembali. Oleh karena itu, kajian terhadap sosialisme termasuk komunisme tetaplah penting untuk mematikan sisa-sisa ‘nyawa’ yang masih menggeliat mencari celah-celah dan kesempatan untuk bangkit kembali.

Read the rest of this entry

Hizbut Tahrir Mengingkari Adzab Kubur?

Ini adalah tuduhan keliru, hasil kesimpulan mentah pihak penuduh, lalu kesimpulan keliru itu disematkan kepada Hizbut Tahrir.

Yang benar, Hizbut Tahrir mewajibkan pembenaran (tashdîq) atau percaya (îmân) terhadap keberadaan adzab kubur, tanpa mengadopsi pendapat apakah yang mengingkarinya dihukumi kafir ataukah dihukumi berdosa saja, sebagaimana para ‘ulama juga berbeda pendapat tentang itu.

Tuduhan ini mungkin  bermula dari konsep dalil yang diadopsi Hizbut Tahrir dalam perkara akidah, yakni:

Read the rest of this entry

Inti Pandangan Hizbut Tahrir Terkait Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

Secara ringkas, dalam masalah aqidah, Hizbut Tahrir memberikan ketentuan-ketentuan mendasar berkenaan dengan karakter akidah, kriteria dalil yang mendasarinya, sikap terhadap hadits ahad, dan konsekwensi bagi orang yang mengingkarinya, ringkasnya sebagai berikut:

1. Dalil akidah haruslah dalil yang bersifat pasti.

2. Dalil yang memenuhi hal tersebut (no 1) adalah al-Qur`an dan hadits mutawatir, dengan syarat masing-masing dari keduanya memiliki penunjukan arti yang pasti (qath’îy dalâlah).

3. Orang yang mengingkari dalil no 2, atau mengingkari apa yang ditunjukkannya dihukumi kafir, baik itu terkait akidah maupun hukum syara’.

Sedangkan untuk dalil yang tidak memenuhi kriteria sebagai dasar akidah, yakni khabar ahad, maka Hizbut Tahrir mensikapinya:

Read the rest of this entry

Prof. Hasan Hitou, Akidah dan Hadits Ahad

Prof. Dr. Syaikh Muhammad Hasan Hitou adalah seorang ulama ahli Ushul bermadzhab Syafi’i, beliau juga salah satu tim ahli dalam penyusunan Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah yang seluruhnya berjumlah 45 jilid tebal, juga salah satu pembimbing dan penguji Prof. Dr. Ali Musthafa Ya’qub (alm). Berikut kutipan dari kitab beliau al-Wajîz fî Ushûl al-Tasyrî’ al-Islâmî, tentang Akidah dan Hadits Ahad.

Read the rest of this entry

Umur Umat Islam Maksimal 1500 Tahun?

Beberapa kali masuk BC (Broadcasting) ke WA saya[1] menyatakan bahwa umur umat Islam tidak lebih dari 1500 tahun, artinya tidak sampai 49 tahun lagi umat Islam akan ‘punah’ dari muka bumi.

Mengingat isi BC tersebut menyandarkan hitungannya ke para ‘ulama besar, yang kepakarannya tidak diragukan lagi; Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Imam Jalaluddin As-Suyûthi, dan Imam Ibnu Hajar al Hambali(?), tergelitik juga hati untuk ‘meneliti’ benarkah mereka rahimahumullaah mengatakan seperti yang disimpulkan dalam BC tersebut?, kalau benar, apa pula landasan ‘perhitungan’ tersebut?. Dengan menelusuri beberapa kitab dalam Maktabah Syamilah, saya dapati hal-hal berikut:

Read the rest of this entry

Si Gila Bahlul Mengomentari Kenaikan Harga

Ketika harga-harga naik, seseorang memberi tahu si Gila Bahlul dan memintanya berdo’a, maka Si Gila Bahlul menjawab:

مَا أُبَالِي وَلَوْ حَبَّةٌ[1] بِدِينَارٍ، إِنَّ للَّه عَلَيْنَا أَنْ نَعْبُدَهُ كَمَا أَمَرَنَا، وَعَلَيْهِ أَنْ يَرْزُقَنَا كَمَا وَعَدَنَا [2]

“aku tidak peduli, kalaupun satu biji (gandum) berharga satu dinar (4,25 gram emas), sesungguhnya hak Allah atas kita adalah kita beribadah kepada-Nya sebagaimana Dia perintahkan kita, dan kewajiban Dia adalah memberi rizki kepada kita sebagaimana Dia telah janjikan” (Adz Dzahaby (w. 748 H), Târîkhul Islam wa Wafayâtu al Masyâhiri al A’lâm, 12/90, maktabah Syamilah)

Read the rest of this entry

Qodlo & Qodar: Perbuatan Manusia Tidak Ada Kaitannya dengan Qodlô’?

Ada sebagian orang yang menuduh Hizbut Tahrir (HT) berpandangan bahwa perbuatan manusia tidak ada kaitannya dengan qodlô’ (keputusan/ketetapan) Allah swt, sehingga HT dituduh sesat dalam hal ini, karena menurut ulama sunni semua perbuatan manusia adalah ciptaan Allah swt. Benarkah demikian?

Read the rest of this entry

Mempersiapkan Kematian

Bagaimanapun kondisi kita, perbuatan kita, juga bagaimanapun rumah kita di dunia, kuburanlah ‘rumah singgah’ kita menuju negeri keabadian. Bagaimanapun juga pakaian kita, mau menutup aurat atau mengumbar aurat, kelak hanya kain kafanlah yang menyertai ‘perjalanan’ yang entah berapa lama akan berakhir.

Di sana, ahli maksiyat akan hitam jelek wajahnya walaupun didunia dia berwajah cemerlang dengan make up yang mahal. Sebaliknya orang yang menghiasi dirinya dengan taqwa akan bersinar wajahnya. Jika kita malu berwajah hitam jelek di dunia, padahal hidup didunia ini sebentar, tidakkah kita malu jika membawa wajah jelek penuh dosa saat menghadiri ‘muktamar’ seluruh manusia di padang Makhsyar?. Sudahkah kita bersiap menghadapinya?

Read the rest of this entry

Hizbut Tahrir Mengingkari Qodlo dan Qadar?

Ada sebagian kalangan melakukan tuduhan-tuduhan keji terhadap Hizbut Tahrir dengan menyatakan bahwa Hizbut Tahrir mengingkari takdir atau tidak mempercayai qodlo dan qodar.[1]

Ada beberapa hal yang harus dijelaskan terkait ini:

Pertama, penuduh mungkin tidak membaca secara utuh. Andai membaca utuh, tentu tidak berkesimpulan demikian. Pada paragraf pertama kitab Syakhsiyyah Islamiyyah juz I[2], pada bab Akidah Islam saja jelas dinyatakan:

العقيدة الإسلامية هي الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقضاء والقدر خيرهما وشرهما من الله تعالى

Akidah Islam adalah iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan kepada qadla dan qadar baik buruknya dari Allah Ta’ala.

Read the rest of this entry

Mukjizat, Karomah, Sihir & Istidroj

Sungguh memprihatinkan melihat fenomena akhir-akhir ini terkait hal-hal klenik yang menimpa umat Islam. Setelah terungkap kasus “penasehat spiritual” dari pemimpin padepokan yang menjadi tersangka penyalahgunaan sabu-sabu yang dia sebut aspat, tidak lama kemudian muncul kasus padepokan lain yang melakukan penipuan dengan modus ‘penggandaan/pengadaan uang’ dan pembunuhan mantan santrinya. Masalahnya bukan sekedar ratusan milyar atau mungkin trilyunan dana umat yang ‘menguap’, namun yang lebih memprihatinkan dari itu adalah agama Islam yang mulia ini dijadikan justifikasi oleh sebagian besar mereka untuk membenarkan tindakannya.

Read the rest of this entry

Kapan Seorang Muslim Berubah Jadi Kafir (Murtad)?

Secara umum para ulama sepakat bahwa orang yang mengingkari khabar mutawatir menjadi kafir, sementara orang yang menolak khabar ahad tidaklah menjadi kafir, namun berdosa mengingkarinya jika tidak ada takwil terhadap khabar ahad tersebut.

Read the rest of this entry

Demokrasi dalam Pandangan Islam

Oleh : Muhammad Taufik NT

Rasulullah saw bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ القُرُونِ قَبْلَهَا، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ»، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَفَارِسَ وَالرُّومِ؟ فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ

“Hari kiamat tak bakalan terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, seperti Persia dan Romawi?” Nabi menjawab: “Manusia mana lagi selain mereka itu?” (HR. Bukhory no. 7319 dari Abu Hurairah r.a)

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Memahami Hakikat Kematian *)

Oleh: M. Taufik N.T       download lengkapnya (pdf) di ((sini))

Kebanyakan orang menyangka bahwa banyak sebab yang dapat menimbulkan kematian. Terserang penyakit berbahaya, kecelakaan lalu lintas, tenggelam karena banjir dll. Namun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa tidak tiap orang yang menderita penyakit berbahaya, atau mengalami kecelakaan lalu-lintas, tertimpa gedung runtuh lantas  langsung mati, bahkan ada orang yang tadinya mengalami keadaan seperti itu, dokterpun sudah angkat tangan, namun akhirnya ia sehat wal ‘afiat. Sementara orang yang sebelumnya sehat, tiba-tiba meninggal.

Read the rest of this entry

Hizbut Tahrir, Muktazilah?

Soal:

Siapa sebenarnya Muktazilah? Apa dan bagaimana ciri khasnya? Benarkah Hizbut Tahrir sama dengan Muktazilah? Ada apa sebenarnya di balik tuduhan Hizbut Tahrir Muktazilah?

Read the rest of this entry