Category Archives: Fiqh

Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal

Hukumnya

Menurut jumhur (mayoritas) ahli fiqh kalangan Malikiyah, Syafi’iyyah, Hanabilah dan ulama’ muta-akhhirin kalangan Hanafiyyah, puasa enam hari di bulan syawwal (selain tanggal 1) hukumnya adalah sunnah. Dalilnya adalah sabda Nabi saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dia ikuti (dengan berpuasa) enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

Read the rest of this entry

Kriteria Gharim yang Berhak Mendapat Zakat

Tidak semua orang yang berhutang terkategori Gharim yang berhak menerima zakat.

Read the rest of this entry

Zakat Fitrah: Siapa Menanggung Siapa?

Jika seorang mukallaf memenuhi syarat-syarat wajibnya mengeluarkan zakat fitrah, maka dia wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri.

Dia juga wajib mengeluarkan zakat fitrah atas siapa saja yang menjadi kewajiban atasnya memberi nafkah, baik sebab wajibnya nafkah tersebut karena nikah, kerabat, atau karena khidmat (pelayan yang tidak digaji).

Urutan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah adalah: 1) dirinya sendiri, 2) Istrinya, 3) anaknya yang kecil, 4) bapak kandungnya, 5) ibu kandungnya,[1] 6) anaknya yang besar yang tidak mampu bekerja.

Perbedaan Infaq, Shadaqah, Zakat, Hibah, Hadiah dan ‘Ariyah

Baik infâq, shadaqah, zakât, hibah, hadiah dan ‘âriyah secara umum semuanya bermakna mengeluarkan harta, namun pemakaian istilah tersebut berbeda-beda.

Read the rest of this entry

Zakat Fitrah: Definisi, Waktu, dan Syarat Wajib

Definisi

Zakat fitrah adalah kadar tertentu dari harta, yang wajib mengeluarkannya saat tenggelam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan, dengan syarat-syarat tertentu, bagi setiap mukallaf dan yang menjadi tanggungannya. Read the rest of this entry

Wanita Haidl Memegang dan atau Membaca al Qur’an

Berbeda hukumnya bagi wanita haidl antara membaca al Qur’an dengan menyentuh al Qur’an.

Wanita Haidl Membaca Al Qur’an

Menurut mayoritas ahli fikih: Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah, wanita haidl termasuk nifas dan orang junub diharamkan membaca al Qur’an. Alasannya Sabda Nabi SAW:

لَا تَقْرَأِ الحَائِضُ، وَلَا الجُنُبُ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ

“Tidak boleh orang yang sedang haidl atau junub membaca sesuatu dari al-Quran” (HR. at-Tirmidzi).

Read the rest of this entry

Bersuci (Thaharah)

Bersuci menduduki peran sangat penting dalam ibadah, karena berbagai Ibadah tidak  sah tanpa bersuci. Tulisan ini merujuk kepada kitab at Taqrib atau Ghayatul Ikhtishor (puncak ringkasan) karya Imam Abu Syuja’ (434H-593 H), (kun-yahnya Abu Thayyib). ditambah berbagai penjelasan dari kitab-kitab fiqh lain dalam Madzhab Syafi’i.

Read the rest of this entry

Pentingnya Belajar Fiqh

Fiqh secara bahasa bermakna al fahmu (pemahaman), sedangkan secara istilah, fiqh didefinisikan sebagai

الفقه هو العلم بالأحكام الشرعية العملية المستنبطة من الأدلّة التفصيلية

Fiqh adalah ilmu tentang hukum-hukum syara’ praktis yang digali dari dalil-dalil yang terperinci[1].

Tidak ada yang memungkiri bahwa belajar fiqh adalah sangat penting, karena fiqh lah yang menjelaskan kepada kita hukum-hukum terkait ibadah dan mu’amalah. Aktivitas apapun yang kita lakukan, agar menjadi amal terbaik, yang kita harapkan diterima disisi Allah swt, harus memenuhi dua syarat; ikhlas dan benar. Ikhlas namun tidak benar tidak akan diterima, sebaliknya benar namun tidak ikhlas juga tidak akan diterima.[2]

Read the rest of this entry

Ujung Sajadah ada Najisnya

Sahkah sholat memakai sajadah yang ujung sajadah ada najisnya?

Jika bagian alas yang kena najis tidak mengenai anggota badan kita, maka tidak batal shalatnya, karena tidak bisa dikatakan “membawa” najis. Ini berbeda jika pakaian, dompet, atau handphone, jika ada najisnya dan dipakai/dibawa shalat, maka shalatnya tidak sah, begitu juga membawa botol yang berisi najis, walau dalam keadaan tertutup rapat, maka tidak sah sholatnya.

Read the rest of this entry

Sunnah–Sunnah (Wirid) Setelah Shalat

Disunnahkan[1] setelah shalat beberapa perkara berikut:

1. Istighfar, dzikir dan do’a. Hal ini berlaku bagi imam, makmum, munfarid[2], baik laki-laki maupun perempuan, muqim maupun musafir, karena setelah shalat adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a, juga karena Rasulullah melakukan yang demikian itu[3]. Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam ditanya;

يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta pada dubur shalat-shalat wajib.[4] (HR. at Tirmidzi, dia katakan hasan).

dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata:

كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ

“Aku mengetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari suara takbir.” (Shahih Bukhari).

Read the rest of this entry

Bolehkah Berqurban dengan Binatang yang Dikebiri?

Boleh berqurban dengan binatang ternak yang telah dikebiri. Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh menyatakan:

Read the rest of this entry

Bolehkah Mengebiri Hewan?

Ulama-Ulama madzhab Syafi’i[1] membolehkan mengebiri hewan[2] yang halal dimakan saat hewan tersebut masih kecil, dan mengharamkannya saat hewan tersebut sudah besar, dan mensyaratkan agar pengebirian yang dilakukan tidak membinasakan hewan tersebut.

Read the rest of this entry

Hukum Arisan

Arisan (al jam’iyyah/al jumu’ah)[1] sebenarnya masuk dalam kategori al qordh[2] (hutang-piutang) yang hukum asalnya boleh. Disebut jam’iyyah karena mereka seperti organisasi/kumpulan, disebut al jumu’ah karena dulu biasanya para wanita melakukan ‘arisan’ ini tiap hari Jum’at.

Read the rest of this entry

Bolehkah Menggugurkan Kandungan 2 Bulan dengan Alasan Ekonomi?

…ana punya anak 3, … slm menempuh perkawinan kurang lebih 10 tahun ana memgalami pasang surut ekonomi. yg paling terasa 2 tahun ini…dg anak 3 ini jujur ana merasa sangat berat ust. (yaa Allah lindungi ulun dari kekufuran nikmat). makanya ana bersefakat dg istri bila berhubungan maka akan melakukan ‘azel (kb tanpa obat). namun Allah berkehendak lain, rencana ana untuk tdk mempunyai anak lagi sementara waktu ternyata dikasih (hamil).

ana bersama istri baru dtg dr bidan, dr keterangan beliau umur kandungan ga nyampe 2 bln. yg menjadi pertanyaan :

1. umur brp janin ditiupkan ruhnya?

2. bolehkah ana menyuruh istri menggugurkan kandungan dg pertimbangan ekonomi?.

3. tolong penjelasan bagaimana stts hukkumnya [0853**94****]

 

Read the rest of this entry

Tiga Shalat yang Wajib Diqodho’ Oleh Wanita Haid

Saat haid berlangsung seorang wanita haram mengerjakan shalat dan puasa, mereka wajib mengqodho puasa, namun tidak wajib mengqodho’ shalat, kecuali dalam 3 waktu, yakni 1) saat datangnya haidh, 2) saat berhentinya haidh dan 3) saat sebelum berhentinya haidh (menurut Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad).

Read the rest of this entry