Berdosakah Seorang Istri Mencintai Lelaki Lain?

Berdosakah seorang wanita yang telah bersuami bersimpati atau menyukai laki2 lain yg dikaguminya. Seperti halnya zulaikha yg terpikat dg yusuf as, namun ia tetap menjaga adab…masih mencintai dan taat pada suaminya dan berkhidmat pd keluarganya [08152094****]

***

Cinta itu ada dua, pertama, cinta sebagai saudara muslim karena Allah, maka ini adalah kewajiban, baik muslim laki-laki maupun perempuan. Rasulullah sendiri pernah ‘menyatakan cintanya’ jenis ini kepada wanita Anshor.

جَاءَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الانْصَارِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَلاَ بِهَا فَقَالَ وَاللَّهِ إِنَّكُنَّ لاَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ

Telah datang seorang wanita Anshar kepada Nabi SAW Maka Nabi bersendirian (khalaa) dengan wanita itu, dan berkata,”Demi Allah Sesungguhnya kalian (wanita-wanita Anshar) merupakan orang-orang yang paling aku cintai”. (HR. al Bukhari dari Anas).

Jadi sebatas simpati dan kagum, kalau itu karena Allah, yakni karena ketaatan lelaki tersebut kepada Allah, maka tidaklah berdosa, jika tidak begitu, niscaya mencintai Rasulullah saw, yang juga seorang lelaki, juga berdosa.

Kedua, cinta dalam kaitan antara lelaki dengan wanita karena kelelakian atau kewanitaannya. Cinta jenis ini, yang halal adalah suami/istri, atau yang sudah dalam masa khitbah, selain itu haram, terutama jika cinta ini membuat hatinya sibuk memikirkan siapa yang dicintainya, mengganggu perasaan dan hatinya, dan menghilangkan ketenangan hidup berumah tangga, dan tabiat cinta yang tidak terlaksana memang begitu.

Mungkin kita bertanya, bukankah cinta itu urusan hati yang tidak bisa dikendalikan, bahkan Nabi sendiri tidak mampu adil dalam urusan hati (cinta) ini kepada istri-istrinya?.

Betul, kalau sudah sampai tingkat mendalam, cinta memang susah dikendalikan, makin mencoba melupakan bisa jadi makin terbayang-bayang. Namun cinta itu ada awalnya, dan awalnya ini yang masih dapat dikendalikan. Sebagaimana seseorang yang sengaja bunuh diri dengan menceburkan diri kedalam api, ketika sudah terbakar, dia memang tidak kuasa untuk menjadikan api menjadi dingin, walau dzikirnya nabi Ibrahim dia ulang-ulang, terbakarnya dia itu tidak bisa dikendalikan, namun langkah awal dia menceburkan diri itu yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Menatap, ngobrol, berkunjung, saling berbalas status di sosmed, itu masih bisa dikendalikan seseorang, dan cinta bisa berawal dari sana. Oleh sebab itu jika merasakan getar-getar awal tumbuhnya cinta kepada lelaki lain, padahal dia punya suami, maka aktivitas yang awalnya boleh itupun harus dihindari.

Jika terlambat menghindar dan cinta sudah terlanjur berurat berakar di hati, maka tidak ada cara lain kecuali harus berjuang untuk ‘menyapih’nya dengan sabar, jika tidak disapih bisa berlanjut ke tahap berikutnya yang makin dekat kepada perselingkuhan.

Al Bushiri, dalam sya’irnya menyatakan:

وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ** حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ

Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap ** suka menyusu. Namun bila kau sapih, maka ia akan berhenti sendiri. [Qoshidah Burdah].

Hendaknya wanita yang telah bersuami merasa cukup dengan suaminya, ridho dengan karunia Allah yang diberikan, hindari memandang laki-laki lain dan membanding-bandingkannya, jangan sampai cinta terlarang menerobos masuk ke hatinya.

Jika sudah terlanjur mencintai lelaki selain suaminya, maka hendaklah berusaha menyapihnya, berjuanglah, hindari lelaki tersebut tanpa harus memberi tahu alasan menghindar darinya, jangan dikatakan “maaf aku menghindari kamu karena aku jatuh cinta kepadamu” , bersabarlah karena Allah, insya Allah Allah akan berikan hal-hal terbaik dan terindah yang tidak pernah terbayangkan. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

*) Ini berlaku juga untuk lelaki yang mencintai istri orang lain.

Baca Juga:

Iklan

Posted on 29 Juli 2017, in Rumah Tangga and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s