Pemimpin atau Teman Setia? (Kasus Al Maidah 51)

Kemarin dapat beberapa tulisan terkait terjemah al Maidah 51, ada yang menganggap al Qur’annya dipalsukan karena di satu versi awliya diterjemahkan sebagai “pemimpin”, sementara di cetakan lain diterjemahkan sebagai “teman setia”. Lebih lanjut ini dikaitkan dengan fitnah-fitnahan lalu ngefek ke hal-hal lain.

Sebenarnya kata awliya memang mempunyai banyak makna, sehingga ketika mau menerjemahkan kata ini, memang seharusnya terjemahnya bisa ‘mewadahi’ semua makna yang dikandung oleh kata ini, atau mengarah kesalah satu makna sesuai dengan konteks kalimatnya. Sayangnya sepertinya tidak ada satu kata dalam bahasa Indonesia yang memadai untuk memuat makna kata awliya ini. Di terjemahan Depag RI versi yang dahulu, kata awliya diterjemahkan sebagai pemimpin[1].

Dari segi bahasa, kata awliya adalah bentuk jama’ (plural) dari kata waliy yang berarti kebalikan dari ‘aduw (musuh), sehingga kalau waliy diartikan sebagai “teman” tidaklah keliru karena memang lawan kata “musuh” adalah “teman”, bukan “pemimpin”.

Dari kata waliy terambil kata tawallahu (menjadikannya sebagai penolong). Kata maula berarti penolong dan tuan. Kata muwalah (memberikan pertolongan) adalah lawan dari mu’adah (memberikan permusuhan).

Waliy juga berarti washiy (pelaksana/pengemban/pelaksana wasiat), juga bermakna orang yang menangani urusan anak kecil, seperti ayah atau kakek. Waliy nikah, waliy harta, dan waliy anak yatim adalah orang yang menangani urusannya dan menanggungnya.

Waliy juga berarti Nâshir (penolong). Dalam kamus Lisanul ‘Arab disebutkan:

الْوَلِيُّ: مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ تَعَالَى هُوَ النَّاصِرُ وَقِيْلَ الْمُتَوَلِّي لأُمُورِ الْعَالَمِ وَالْخَلاَئِقِ الْقَائِمُ بِهَا

Al-waliy: salah satu dari nama-nama Allah Ta’ala- adalah an Nâshir (Penolong). Dan dikatakan: (al waliy adalah) yang menguasai dan menangani urusan-urusan alam dan seluruh makhluk.”

Juga dikatakan:

(وَالْوَلِيُّ: الصَّدِيْقُ وَالنَّصِيْرُ التَّابِعُ الْمُحِبُّ)

Al waliy : as shadîq (teman dekat), dan an nashîr (penolong) yang mengikuti dan penuh kasih.

Dari kata waliy juga terbentuk kata wilâyah yang juga memiliki beberapa makna, diantaranya pertolongan, juga kekuasaan atau pemerintahan.

Dalam Tafsir Jalalain ketika menjelaskan

لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ

janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi waliy

beliau katakan

تُوَالُونَهُمْ وَتُوَادُّونَهُمْ

kalian mengikuti mereka dan mencintai mereka.

Oleh sebab itu mau diterjemahkan “teman setia” juga tidak mengapa, bahkan akan ‘lebih sangar’ daripada diterjemahkan sebagai ‘pemimpin’, lha wong jadi teman saja dilarang kok mau diangkat jadi pemimpin.

Adapun para ‘ulama, terkait pengharaman orang kafir sebagai pemimpin, mereka menjadikan QS.An Nisa : 141 sebagai dalil utama, al Maidah 151 adalah alasan penyokongnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i (w. 733 H)[2], juga oleh Asy Syaikh Taqiyuddin an Nabhani.

Jadi, tidak usahlah turut tuduh-menuduh ini atau itu palsu hanya karena terjemahan yang sedikit berbeda itu. Allâhu A’lam. [M.TaufikNT]

Baca Juga


[1] Terjemah Depag RI dalam Holy Qu’ran ver 8.0 dari Harf: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

[2] وَلنْ يَجْعَل الله للْكَافِرِينَ على الْمُؤمنِينَ سَبِيلا

Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman (QS. An Nisa : 141).

Imam Badruddin menjelaskan:

وَمن ولى ذِمِّيا على مُسلم فقد جعل لَهُ سَبِيلا عَلَيْهِ.

Barang siapa yang mengangkat kafir dzimmi sebagai pejabat yang menangani urusan muslim, maka sungguh ia telah memberikan jalan bagi orang kafir untuk menguasai muslim.

Posted on 25 Oktober 2016, in Ikhtilaf, Tafsir. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s