Tafsir : Meremehkan Hukum Allah Disamakan dengan Orang yang Mengingkari dan Menentangnya

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji[1] dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa". (Q.S. Al Baqarah : 63)

Tafsir Depag RI:

Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dan mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada di dalam Taurat. Lalu Allah mengangkat bukit Tur ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya supaya mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada Kitab Taurat itu.

Isi perjanjian tersebut ialah perintah Allah kepada mereka, "Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkanlah hukum-hukum yang termaktub di dalamnya".

Ayat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum-hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Sudah sepatutnya ia pada hari kiamat dikumpulkan dalam keadaan buta. Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan. Allah swt. berfirman:

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126)

Artinya:

Berkatalah ia, "Ya Tuhanku! Mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman, "Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini, kamupun dilupakan (tidak diperdulikan)". (Q.S Taha: 125-126)

Apabila seseorang mengingkari syariat dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai bekas (pengaruh) apa-apa pada jiwanya. Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapatlah dikatakan bahwa orang-orang yang hanya melagu-lagukan Alquran mereka tidak mendapat manfaat dari Alquran itu.

Maksud menuruti kitab-kitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu.

Kemudian Allah memerintahkan agar mereka berpegang teguh kepada Al Kitab itu dan selalu mempelajarinya dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.

[1] yakni ikrar bahwa kamu akan melakukan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Taurat (Tafsir Jalalain)

Baca Juga:

Iklan

Posted on 29 Agustus 2011, in Tafsir. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. DALIL-DALIL
    DIPERINTAHKAN
    MEMBACA AL-
    QURAN SECARA
    BERTARANNUM.
    Terdapat banyak dalil yang
    memerintahkan supaya kita
    bertarannum semasa
    membaca Al-Quran. Oleh itu,
    tidak dapat tidak bagi kita
    untuk membacanya dengan
    bertarannum supaya
    mendapat ganjaran daripada
    Allah swt. Antara dalil-
    dalilnya ialah :-
    1. Sabda Rasulullah S.A.W.:
    Maksudnya: “ Perelokkan
    bacaan al-Quran itu dengan
    suara kamu. Sesungguhnya
    suara yang elok iti akan
    menambahkan keelokan
    bacaan al-Quran itu”
    (Riwayat Ahmad, Abu Daud,
    Ibnu Majah, Ad-Darami, An-
    Nasa-ie dan Al-Hakim)
    2. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Dipersilakan
    ahli al-Quran ke syurga: “
    Bacalah, naiklah ke tingkat
    dan perelokkanlah bacaan
    kamu sebagaimana kamu
    mengelokkan bacaannya
    ketika di dunia dahulu.
    Sesungguhnya tempat tinggal
    kamu di syurga ini adalah
    berdasarkan akhir ayat yang
    kamu bacakan”. (Riwayat
    Ahmad dan Ibnu Hibbah dan
    Tirmizi)
    3. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Apa yang
    diizinkan Allah atas sesuatu
    ialah apa yang diizinkan
    kepada nabi yang selalu
    mengelokkan suara untuk
    melagukan bacaan al-Quran
    dalam bentuk
    nyaring” ( Riwayat Bukhari)
    4. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Hendaklh kamu
    menghiasi bacaan al-Quran
    itu dengan mempelbagaikan
    bunyi suara kamu” (Riwayat
    Abu Daud dan An-Nasa-ie)
    5. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Bukanlah dari
    kalangan kami mereka yang
    tidak mahu melagukan
    dengan bacaan al-
    Quran” (Riwayat Bukhari)
    6. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Hendaklah
    kamu melagukan dengan
    bacaan al-Quran itu kerana
    bukan dari kalangan kami
    merekan yang tidak
    melagukan dengan bacaan
    al-Quran dan menangislah.
    Jika tidak mampu menangis
    mak buat-buatlah menangis ”
    (Riwayat An-Nasa-ie)
    7. Sabda Rasulullah S.A.W
    Maksudnya: “ Hendaklah
    kamu mempelajari Kitab Allah
    S.W.T (Al-Quran) dan
    ceriakanlah serta
    perelokkanlah lagu
    bacaannya “ (Riwayat
    Muslam)

    Suka

  2. sok tau loh…lagak lu nafsir ayat serampangan, liat ayat dan hadits lain dong, ustad pesantren internet!!!!!!!!!

    Suka

    • Ma’af, saya yg dha’if ini tdk berani menafsirkan ayat sendiri, apalagi serampangan.

      Tolong dibaca baik-baik, saya dipostingan ini hanya mengutip tafsir dari Departeman Agama RI, yang terdiri dari para ahli yang insya Allah cukup berkompeten dibidangnya, kalau sampiyan punya penafsiran lain, silahkan disampaikan saja. 🙂

      Suka

  3. Muhammad Najib

    jaman sekarag bacaan Al-quran kebanyakan hanya menjadi bahan perlombaan saja da’i nya pun hanya bahan kontes aja ga ada dampaknya isi alqur’an dalam kehidupan sehari-hari,,sehingga hasilnya masyaraktpun smakin bodoh dg Islamnya,,yang muncul ustd yg bisa menghibur tak bedanya dg para pelawak,,,Astagfirullah……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s