Imam Kelebihan Raka’at, Makmum Harus Bagaimana?

Makmum itu ada dua, makmum muwâfiq (yang ikut imam sejak awal shalat), dan makmum masbûq (yang ketinggalan ikut imam).

Jika makmum muwâfiq yakin bahwa imam bangkit untuk rakaat berikutnya, padahal seharusnya jumlah rakaat shalatnya sudah sempurna, dia tidak boleh mengikuti imam, dia punya dua pilihan antara duduk menunggu imam, lalu salam bersama imam, atau dia mufâraqah (berpisah) dari imam dan menyelesaikan shalatnya sendiri.

Jika dia makmum masbûq, dan tidak tahu kalau imamnya kelebihan rakaat, misalnya imam rakaat kelima dan makmum rakaat keempat (karena ketinggalan satu rakaat), maka sah sholatnya dan makmum langsung salam bersama imam.

Jika dia makmum masbûq, dan tahu persis bahwa imam kelebihan rakaat, maka ia harus mufâraqah (berpisah) dari imam pada rakaat yang kelebihan tsb, lalu ia menyempurnakan shalatnya sendiri. Allaahu A’lam. [M. Taufik NT]

Rujukan:

Ghoyah Talkhish al-Muraad min Fatâwa Ibn Ziyâd:

مسألة: إذا قام الإمام لخامسة وتحقق المأموم ذلك لم تجز له متابعته موافقاً كان أو مسبوقاً، ويجوز حينئذ مفارقته وانتظاره، وإن لم يعلم المسبوق أنها خامسة فتابعه فيها حسبت له

Baca Juga:

Posted on 25 November 2015, in Ibadah and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s