Shalat diatas Kendaraan

Oleh: M. Taufik N.T

Shalat Sunnah

Para fuqaha sepakat bahwa boleh shalat sunnah diatas kendaraan, dan mereka sepakat bahwa kebolehan ini dalam perjalanan (safar) yang membolehkan shalat qoshor. Adapun dalam perjalanan pendek, Imam Malik melarangnya, sedangkan Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah tetap membolehkannya.

Shalat Wajib

Shalat wajib tidak boleh dilakukan diatas kendaraan kecuali ada udzur. Rasulullah saw ketika dalam perjalanan tidak melakukan sholat wajib di atas kendaraan, sebagaimana yang terdapat dalam hadist Jabir bin Abdullah ra, bahwasanya ia berkata :

كان رسول الله صلّي الله عليه وسلّم يصلي علي راحلته حيث توجهت فإذا أراد الفريضة نزل فاستقبل القبلة

Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat diatas kendaraannya dengan menghadap kearah yang dituju. Dan jika hendak menunaikan shalat wajib, beliau turun dan menghadap kearah kiblat. (HR. Bukhori)

Adapun udzur yang membolehkan antara lain: takut atas keselamatan jiwa atau harta dari musuh (sehingga ia berlari memacu kendaraan), ketinggalan rombongan, hujan atau lumpur[1].

Adapun shalat di kendaran dengan tetap teroenuhi semua syarat dan rukunnya (termasuk menghadap kiblat), maka shalatnya sah menurut Syafi’yyah, Hanabilah dan yang rajih dari Malikiyyah. Allahu A’lam


[1] البدائع 1 / 108، والدسوقي 1 / 229 – 230، ونهاية المحتاج 1 / 48 – 409، وشرح منتهى الإرادات 1 / 273.

Posted on 14 Agustus 2012, in Ibadah and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s