Arsip Blog

Taushiyah Ramadhan: Ridho dengan Ketetapan Allah

Makna “ridha dengan sesuatu” adalah merasa puas dan cukup dengan sesuatu tersebut dan tidak akan mencari yang lain untuk disandingkan dengan sesuatu itu, maka makna hadits tersebut adalah: tidak akan mencari (tuhan) selain Allah Ta’ala, dan tidak akan berjalan pada jalan selain Islam, dan tidak akan berbuat kecuali yang selaras dengan syari’at Nabi Muhammad saw. (Syarh Shahih Muslim, juz 2 hal 2).

Read the rest of this entry

Iklan

Taushiyah Ramadhan: Ketika Do’a Tiada Berguna

Adalah mudah untuk mengatakan “kita pasti akan mati”, namun tidak mudah melakukan seperti apa yang diucapkan. Tidak jarang seseorang menunda-nunda kewajiban yang sangat mendesak, atau tidak segera meninggalkan maksiat yang terlanjur dilakukan, “ah nanti saja” pikirnya, seolah-oleh dia bisa memastikan bahwa besok dia masih hidup. Padahal ketika nyawa sudah berpisah dari raga, tidak berguna lagi upaya dan do’a, walaupun sambil menangis dan menghiba.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan:‘Bekas’ Ramadhan

“seburuk-buruk kaum adalah orang-orang yang tidak mengenal hak Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan, sesungguhnya orang yang shalih adalah orang yang beribadah dan bersungguh-sungguh tiap tahun secara penuh.” (Ibn Rajab, Lathâ-iful Ma’arif, hal. 222).

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Standar Berhitung

Berhitung bukan hanya pekerjaan orang yang bergelut dengan Matematika saja. Setiap orang, apapun profesinya, biasanya selalu berhitung; berapa keuntungan yang akan saya peroleh kalau saya berbuat begini? Kalau saya menutup aurat sementara pekerjaan saya menuntut tampil seperti ini bagaimana rizki saya? Kalau saya menyampaikan kebenaran ini, sementara orang lain tidak suka, bagaimana nasib hidup saya?.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Ambisi ‘Duniawi’

“Kerusakan masyarakat itu akibat kerusakan penguasa, dan kerusakan penguasa akibat kerusakan ‘ulama. Adapun kerusakan ‘ulama akibat digenggam cinta harta dan jabatan. Siapa saja yang digenggam oleh cinta dunia niscaya tidak mampu mengoreksi (melakukan hisbah) terhadap (masyarakat kelas) rendah, bagaimana mungkin dia dapat mengoreksi penguasa dan para pembesar.” [Imam Al Ghazali]

Read the rest of this entry

Lailatul Qadr

Lailatul qadr tidak khusus didapatkan mereka yang beri’tikaf saja, walaupun i’tikaf merupakan sunnah mu’akkad, namun keutamaannya didapatkan pula oleh mereka yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Membersihkan Harta

Suatu hari Al Hasan bin ‘Ali r.a, cucu Rasulullah saw, mengambil kurma dari kurma-kurma zakat lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, melihat hal itu, Nabi saw bersabda: “kikh, kikh”, maksudnya supaya cucunya membuang kurma tersebut dari mulutnya. Selanjutnya Beliau bersabda:

أَمَا شَعَرْتَ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ

“Tidakkah kamu menyadari bahwa kita tidak boleh memakan zakat”. (HR. Al Bukhari). Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Putusnya Ukhuwwah Islamiyyah

Realitas umat Islam saat ini menunjukkan bahwa tidak sedikit bagian ‘tubuh’ umat ini sedang sakit parah, atau ikatan syarafnya sedang terganggu, atau mungkin lebih parah lagi dengan kurang berfungsinya syaraf pusat yang bertugas mengendalikan tubuh itu. Bagaimana tidak, sebagian kaum muslim Palestina membela diri mereka, berupaya mengembalikan tanah mereka yang dirampas, tidak sedikit yang hanya mengandalkan lemparan batu menghadapi tank-tank Israel, sementara ‘tetangga’ muslim sebelah yang mempunyai senjata dan tentara tidak bergerak menghadapinya.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Sudah Benarkah Ibadah Kita?

Orang yang berjualan senantiasa berpikir tentang barang dagangannya, kira-kira diterima pasar ataukah tidak. Seorang pekerja biasanya juga akan berpikir apakah pekerjaannya akan dinilai bagus oleh majikannya, namun pernahkah kita berpikir kalau ibadah yang kita lakukan selama ini? Apakah akan diterima, diberi pahala, ataukah justru menyebabkan kita mendapat siksa?.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Musibah ‘Agama’

Kalau musibah yang berupa bencana alam menimpa, pertolongan masih bisa diharapkan, rata-rata manusia terketuk hatinya untuk membantu, namun siapa yang sanggup menolong ketika harus berhadapan dengan Allah swt karena agamanya tertimpa bencana?. Ketika hukum-hukum-Nya diabaikan, ketika manusia berfikir bahwa mereka lebih berhak mengatur diri mereka sendiri, sementara aturan yang bersumber dari wahyu dikesampingkan dengan berbagai alasan, ketika aurat sudah tidak dianggap tabu lagi untuk ditampilkan, ketika riba dan zina justru menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan, dan ketika semua ini terjadi namun tidak terbetik rasa prihatin sedikitpun, ini sungguh musibah besar.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Meraih Takwa

“Tidaklah seorang hamba mencapai derajat muttaqin (orang yang bertakwa) hingga ia meninggalkan sesuatu yang tidak terlarang karena khawatir terjatuh pada yang terlarang.” (HR at Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al Hakim dengan sanad sahih).

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Muslim ‘Part Time’

Sudah menjadi pemandangan yang biasa setiap Ramadhan berbagai ketaatan nampak lebih dari biasanya. Para artis yang biasanya tampil seronok berubah menjadi begitu islami penampilannya, namun sayangnya setelah Ramadhan berlalu ia tanggalkan semuanya dan kembali ke ‘selera’ asal. Tidak sedikit pula remaja putri dan Ibu-ibu shalat tarawih di mesjid, dengan mukena indah dan rapi menutup aurat. Tetapi sepulang dari mesjid ia tanggalkan mukena itu, yang tersisa baju kaos ketat dan celana pendek diatas lutut. Di bulan Ramadhan sebagian tempat maksiat dilarang beroperasi atau dibatasi, setelah Ramadhan berlalu mereka kembali bebas merdeka. Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Amanah dan Kehancuran

Orang yang tidak mengerti bagaimana ketentuan Allah dalam mengatur urusannya tidak akan mampu menjalankan amanah dengan baik dalam urusan tersebut, sebaliknya hanya akan merusak dan menghancurkan urusan itu. Bagaimana mungkin dia bisa menjalankan ketentuan Allah kalau dia tidak mengerti? Sedangkan yang mengerti saja bisa jadi dia abai terhadap ketentuan yang dia ketahui?.

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Puasa & Syukur

Seorang hamba tidaklah disebut bersyukur kepada tuannya kecuali menggunakan nikmat tersebut untuk hal-hal yang menyenangkan tuannya atau apa-apa yang disukai tuannya untuk hambanya, bukan untuk diri tuannya. Adapun apabila dia menggunakan nikmat tersebut pada hal -hal yang dibenci tuannya maka sesungguhnya dia kufur nikmat sebagaimana juga jika ia menelantarkannya dan membiarkannya tidak terpakai.(Mauidzotul Mu’minin min Ihya Ulumiddin, hal 285)

Read the rest of this entry

Taushiyah Ramadhan: Takwa, Kunci Penyelesaian Masalah

“Ketakwaan itu bukan sekedar puasa di siang hari dan qiyam (shalat/ibadah) dimalam hari atau seputar itu. Tapi takwa itu meninggalkan apa yang dilarang Allah dan mengerjakan apa yang difardhukan-Nya, maka barang siapa yang setelah melakukan itu Allah anugerahkan kebaikan (semangat untuk melakukan yang sunnah dan meninggalkan yang makruh dan syubhat), maka yang demikian itu adalah kebaikan pada kebaikan”. (Khalifah Umar bin Abdul Aziz)

Read the rest of this entry