Arsip Blog

Memperbaiki Masa Lalu, Menyongsong Masa Depan *)

Tidak sedikit para ‘ulama terdahulu bersedih, bahkan menangis meninggalkan Ramadhan. Imam Ibnu Rajab (w. 795 H), menceritakan bahwa Sayyidina Ali berkata di penghujung Ramadhan :

يا ليت شعري مَنْ هَذَا الْمَقْبُولُ فَنُهَنِّيه وَمَنْ هَذَا الْمَحْرُومُ فَنُعَزِّيهِ

“Aduhai, andai aku tahu siapakah gerangan yang diterima amalannya agar aku dapat memberi ucapan selamat kepadanya, dan siapakah gerangan yang ditolak amalannya agar aku dapat ikut berbela sungkawa.”[1]

Sebagian ulama menampakkan kesedihan di hari raya Idul Fitri, Seseorang kemudian bertanya kepadanya, “Sesungguhnya hari ini adalah hari bersuka ria, kenapa engkau malah bermuram durja?” Dia menjawab:

صدقتم ولكني عبد أَمَرَنِي مولايَ أن أعملَ له عملا فلا أدري أيَقْبَلَه مني أم لا ؟

“engkau benar, tetapi, aku ini hanyalah sorang hamba yang diperintah oleh Tuanku untuk mempersembahkan suatu amalan kepada-Nya. Sungguh aku tidak tahu apakah amalanku diterima atau tidak.”[2]

Read the rest of this entry

Iklan

Kerusakan & Cara Memperbaikinya

 

Oleh : M.Taufik NT

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِي ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS al-Rum [30]: 41).

Tafsir Ayat

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ = Telah nampak (fasad) kerusakan

Fasâd adalah kemarau panjang, lenyapnya berkah, minimnya hasil panen dalam pertanian, sedikitnya keuntungan dalam perdagangan, banyaknya kematian pada manusia dan hewan, banyaknya peristiwa kebakaran dan tenggelam, kegagalan para nelayan dan penyelam, sedikitnya manfaat, dan banyaknya mudharat (Tafsir Rûhul Ma’âniy, Al Alusi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain).

Read the rest of this entry