Arsip Blog

Dakwah di Persimpangan Jalan

Suatu ketika, pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Harb – pergi menemui Abu Talib, paman Nabi dan sekaligus pelindung dakwah Nabi.

“Abu Talib,” kata mereka, “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita, mencela agama kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Soalnya sekarang, harus kauhentikan dia; kalau tidak, biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan, maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia.”

Read the rest of this entry

Iklan