Arsip Blog

Berpikir Cepat; Menguak Pujian Istri Kepada Suaminya

Ketika membaca kitab Sur’atul Badîhah, karya Syaikh Taqiyyuddin an Nabhani, kitab yang membahas tentang bagaimana berupaya meningkatkan kecepatan berpikir, dan cepat pula menarik kesimpulan dengan tepat, diceritakan bagaimana cepat, tepat dan tanggapnya seorang sahabat menghadapi kasus seorang wanita yang sekilas memuji suaminya padahal sebenarnya mengadukan suaminya.

Hanya saja disitu tidak dijelaskan siapa sahabat tersebut, dan bagaimana kelanjutan kisahnya, maka untuk mengobati rasa ingin tahu, setelah mencari, walau tidak terlalu susah karena ada maktabah syamilah, yang agak susah nerjemahin sya’irnya, akhirnya dapatlah salah satu sumber kisah tersebut. Berikut ringkasan cerita tersebut dalam Bughyatut Thalab karya Ibnul Adim (w. 660 H).

Read the rest of this entry

Mengobati ‘Derita Cinta’ yang Tak Kunjung Berakhir

Cinta kepada lawan jenis tidak selalu dihiasi ‘bunga-bunga merah jambu’, tidak sedikit yang justru berhias air mata duka. Cinta yang ‘bertepuk sebelah tangan’, cinta yang tumbuh subur kembali padahal sudah terlanjur talak tiga, cinta yang terpisahkan maut, terhalangi keluarga, terbentengi status sosial dan sebagainya, semua itu bisa membuat siapa saja ikut bersedih bahkan tak jarang ikut menitikkan air mata walaupun tidak ikut mengalaminya.

Read the rest of this entry

Muslim Menikahi Wanita Kristen/Yahudi, Bolehkah?

 

Mayoritas ‘ulama (mazhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad), telah sepakat tentang bolehnya seorang laki-laki muslim menikahi wanita Ahli Kitab[1], yaitu wanita beragama Yahudi dan Nashrani (Kristen), sesuai firman Allah SWT :

Read the rest of this entry

Nikah Muhallil (Menikahi Istri yg Ditalak 3 Lalu Diceraikan Agar Kembali Ke Suami Sebelumnya)

Bagaimana hukumnya menikah dengan niat untuk membantu pasangan suami istri yang talaq tiga, setelah itu dicerai dan dikembalikan lagi ke suami yang pertama?

Read the rest of this entry

Haramkah Menikahi Pezina?

Menurut Imam al-Mawardi (w. 450 H) ada tiga pendapat berbeda berkaitan dengan hukum menikahi wanita pezina.

Pertama, halal menurut jumhur (mayoritas) fuqaha’ dan sahabat.

Kedua, tidak halal selama-lamanya, menurut riwayat Imam Ali bin Abi Thalib dan al Hasan al Bashri.

Ketiga, halal asalkan telah bertaubat. Ini pendapat Imam Ahmad, Abu Ubaidah, Qatadah, dan Ishaq.

Read the rest of this entry

Menerima Lamaran, Talak Via SMS, & Nikah Lewat Telepon

Bagaimana hukum menerima lamaran (baik gadis atau janda), talak suami lewat SMS, dan akad nikah via telepon?

(Afwan ini pertanyaan via SMS (081348817xxx), kepanjangan jawabnya di SMS, jadi saya tulis di blog, sekalian kalau ada masalah yg serupa)***

1. Menerima Lamaran (Baik Gadis atau Janda) :

Read the rest of this entry

Pernikahan Putri Sa’id bin al Musayyib

Pintu perzinaan terbuka lebar, bahkan di beberapa daaerah (semisal Batam), berzina di lokalisasi bisa meningkatkan devisa negara (dengan rencana ada kenaikan pajak pelacuran) (http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/batam-akan-legalkan-pelacuran.-perda-pelacur-akan-dikenai-pajak-sedang-diajukan-dprd, http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/09/24/lokalisasi-dolly-meriah-lagi). Akibatnya data stastistik dari Direktorat Jendral Pembinaan Peradilan Agama menguaknya. Selingkuh telah menjadi virus keluarga no 4. Tahun 2005 lalu, misalnya,ada 13.779 kasus perceraian yang bisa dikategorikan akibat selingkuh; 9.071 karena gangguan orang ketiga, dan 4.708 akibat cemburu. Persentasenya mencapai 9,16 % dari 150.395 kasus perceraian tahun 2005 atau 13.779 kasus!  Rata-rata , setiap 2 jam ada tiga pasang suami istri bercerai gara-gara selingkuh. (http://awan965.wordpress.com/2007/03/20/data-selingkuh-di-indonesia/)

Pintu menikah semakin tertutup (dg RUU nikah sirri), setidaknya harus punya cukup uang untuk biaya pernikahan, harus cukup uang untuk biaya administrasi, …, seandainya toh harus dipaksa bahwa pernikahan harus didata, alangkah bagusnya jika pendataannya dibuat sesimpel mungkin dan gratis, misalnya tinggal ketik reg (spasi) nikah (spasi) nama suami (spasi) nama istri kirim ke 9090 … dan ikuti perintah selanjutnya,… trus di setiap kelurahan disediakan hp untuk me sms gratis ….

***

Sebagai gambaran bagaimana Islam memberikan kemudahan untuk menikah, berikut riwayat tentang Sa’id b. Musayyib seorang tabi’in terkemuka di Madinah yang menolak lamaran putra khalifah Abdul Malik ibn Marwan (65 – 86 H), lalu justru menikahkannya dengan seorang duda miskin bernama Abu Wada’ah.

Read the rest of this entry

Nikah Mut’ah

Oleh: M.Taufik. N.T

Nikah Mut’ah adalah sebuah pernikahan yang dinyatakan berjalan selama batas waktu tertentu, dan otomatis akadnya putus setelah batas waktu tersebut tanpa harus ada cerai dari suami[i] juga tidak ada waris-mewarisi. Disebut juga pernikahan sementara (النكاح المؤقت), dan batas waktunya disebutkan dalam akad, jika batas waktunya tidak disebutkan dalam akad maka hukumnya bukan nikah mut’ah. Menurut Sayyid Sabiq, dinamakan mut’ah karena laki-lakinya bermaksud untuk bersenang-senang sementara waktu saja. Dalam nikah mut’ah, jangka waktu perjanjian pernikahan (‘ajal) dan besarnya mahar (mas kawin) yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang hendak dinikahi (mahr, ajr), dinyatakan secara spesifik dan eksplisit.

Read the rest of this entry