Arsip Blog

Terlilit Hutang atau Terjajah?

Imam Abu Dawud[1] meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam masuk masjid dan mendapati seorang sahabat dari anshar yang dipanggil Abu Umamah, beliau bertanya:

يَا أُمَامَةَ، مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ؟

“Wahai (Abu) Umamah, ada apa hingga aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu shalat?”.

Abu Umamah menjawab;

هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ

kegundahan dan hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasulullah!

Read the rest of this entry

Iklan

Meninggalkan Yang Tidak Berguna

 “Diantara tanda ‘berpalingnya’ Allah Ta’ala dari seseorang yaitu apabila orang itu sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (bagi kepentingan akhiratnya)” [Imam Al Hasan]

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Salah Sikap, Rahmat Terasa Bagai Bencana

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya: 107)

Imam Al Baidlôwi (w. 685 H) dalam tafsirnya menjelaskan

لِأَنَّ مَا بُعِثْتَ بِهِ سَبَبٌ لِإِسْعَادِهِمْ وَمُوْجِبُ لِصَلاَحِ مَعَاشِهِمْ وَمَعَادِهِمْ

Karena sesungguhnya apa-apa (syari’at) yang engkau (Muhammad saw) diutus dengannya adalah sebab bagi kebahagiaan dan kebaikan kehidupan (dunia) mereka dan kebaikan tempat kembali (akhirat) mereka[1].

Jika memang risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah sebab dari segala kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, lalu mengapa sebagian manusia justru merasa ketakutan dengan rahmat-Nya ini, menganggapnya membahayakan kehidupan sehingga tidak layak diterapkan? Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at- Mengobati Stres

DSJ sambang lihum - RadarBanjarmasin11Maret2016Stres merupakan penyakit yang melanda kehidupan manusia di era kapitalistik saat ini. Ia bisa menjangkiti siapa saja, kaya, miskin, pekerja maupun pengangguran.

Di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalsel, dalam satu bulan, yakni Pebruari 2016 tercatat 1.463 orang yang menjalani rawat jalan, sementara 135 orang rawat inap. (Radarbanjarmasin, 11/3/16). Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan, 6 persen (sekitar 11 juta jiwa[1]) masyarakat Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional…. (Kompas.com, 21/6/15)[2].

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Menghilangkan Fanatisme Kesukuan

Salah satu pemahaman yang menyatu dalam diri orang-orang Arab jahiliyyah adalah fanatisme kesukuan. Mereka akan mempertaruhkan hidupnya untuk membela suku mereka, tanpa melihat pokok permasalahan, tanpa melihat benar atau salah.

Salah satu petikan sya’ir yang cukup terkenal dikalangan mereka, sebagaimana pernah didendangkan oleh Duroid bin Shimmah:

وَهَلْ أَنَا إِلَّا مِنْ غَزِيَّةَ إِنْ غَوَتْ*** غَوَيْتُ وَإِنْ تَرْشُدْ غَزِيَّةُ أَرْشُدِ

“Aku ini tiada lain adalah warga suku Ghaziyyah, apabila mereka sesat, aku (ikut) sesat. Kalau suku Ghaziyyah benar, aku pun turut benar.” (Nasywatut Tharbi fy Târîkhi Jâhiliyyatil ‘Arab, hal. 510)

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at-Untung Berujung Kerugian

Tidak seorangpun yang ingin rugi dalam hidupnya. Berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Islam telah menjelaskan bahwa tidak setiap cara yang sepertinya menguntungkan benar-benar menguntungkan secara hakiki.

Setiap cara yang haram, walaupun kelihatan bisa memberikan keuntungan yang berlipat ganda, namun secara hakiki merupakan racun yang secara pasti akan mendatangkan kerugian, cepat ataupun lambat.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at-Bisnis yang Berkah

Dari waktu-kewaktu, tidak henti-hentinya terdapat ‘bisnis’ investasi yang menggoda dan berhasil ‘membius’ masyarakat untuk memberikan modalnya dengan harapan mendapatkan keuntungan yang berlipat. Walaupun berulangkali terjadi ‘penipuan’ akibat bisnis ‘money game’ ini, namun dari waktu ke waktu senantiasa ramai bisnis seperti ini mendapatkan peminat. ‘Mimpi’ mendapatkan keuntungan 10% atau bahkan 30% dari modal secara kontinyu telah membuat sebagian orang melupakan hal yang lebih penting dari sekedar jumlah, melupakan berkah.

Read the rest of this entry

Khutbah Jum’at – Belajar dari Hijrahnya Shuhaib bin Sinan

Shuhaib bin Sinan (w. 38 H) dilahirkan dalam keluarga berada, ayahnya adalah pejabat kerajaan Persia. Namun masa remajanya beliau hidup di Romawi sebagai seorang budak, lalu di jual ke Makkah, dimerdekakan tuannya, dan berniaga di Makkah.

Read the rest of this entry