Arsip Blog

Terlilit Hutang atau Terjajah?

Imam Abu Dawud[1] meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam masuk masjid dan mendapati seorang sahabat dari anshar yang dipanggil Abu Umamah, beliau bertanya:

يَا أُمَامَةَ، مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ؟

“Wahai (Abu) Umamah, ada apa hingga aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu shalat?”.

Abu Umamah menjawab;

هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ

kegundahan dan hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasulullah!

Read the rest of this entry

Utang Indonesia Sudah Rp 1.900 Triliun, Pemerintah Diminta Stop Biayai Pembangunan dari Utang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– LSM Koalisi Anti Utang (KAU) mendesak agar pemerintah tidak lagi mengandalkan dana yang berasal dari utang luar negeri sebagai salah satu sumber untuk membiayai pembangunan di dalam negeri.

Read the rest of this entry

SBY: Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 116,4 Triliun di 2011

Jakarta – Pemerintah menganggarkan dana Rp 116,4 triliun untuk membayar bunga utang di tahun 2011. Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran bunga utang dalam negeri Rp 80,4 triliun, dan bunga utang luar negeri Rp 36 triliun.

Read the rest of this entry

Go To Hell With Your Aid

Oleh M. Hatta*

Judul di atas adalah ungkapan populer yang dilontarkan oleh Bung Karno ketika beliau mengecam utang luar negeri dan Amerika Serikat. Dan kemudian diakhiri oleh Bung Karno dengan melakukan nasionalisasi terhadap sejumlah perusahaan Amerika yang ada di Indonesia (walaupun memang sebenarnya permerintahan Orde Lama juga mewarisi utang luar negeri sebesar dua milyar dolar AS).

Berbeda dengan apa yang pernah dilontarkan oleh Bung Karno di atas, para pemimpin negeri ini (setelah era kepemimpinan Bung Karno), dimulai sejak era kepemimpinan Soeharto atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Rezim Orde Baru dan hingga sekarang yaitu kepemimpinan Bapak SBY, alih-alih mereka akan mengatakan ungkapan yang berupa “makian” kepada AS namun malah terjangkit penyakit “doyan utang” luar negeri (AS dan Konco-konconya).

Read the rest of this entry