Arsip Blog

Serius dalam Beraktivitas

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS. Al Qiyamah : 36)

Ayat ini, walaupun bentuknya adalah pertanyaan, namun maknanya adalah pengingkaran bahwa tidaklah manusia diciptakan lalu dibiarkan hidup seenaknya, tanpa ada perintah dan larangan dari Allah SWT yang harus ditaatinya. Aktivitas apapun yang dilakukan manusia, pasti ada perintah dan larangan (hukum) Allah atas aktivitas tersebut.

Read the rest of this entry

Iklan

Berpikir Tentang Hidup

Kehidupan di Bumi

Manusia —meskipun memiliki pemahaman yang sangat tajam, ilmu yang luas, cita-cita yang tinggi, niat yang tulus, dan memiliki wawasan yang jauh ke depan— pasti menjadikan bumi dan segala sesuatu yang terkait dengan bumi sebagai sarana untuk kehidupan dan kelangsungan hidupnya.

Read the rest of this entry

Berpikir, Definisi, Syarat, Metode Aqliyyah dan ‘Ilmiyyah

Iman adalah pembenaran secara pasti yang sesuai dengan realita yang ada, dan bersumber dari dalil. Jadi, keberadaan dalil merupakan syarat utama dalam keimanan. Jika objeknya adalah realita yang terjangkau oleh indra, seperti Al Qur’an, maka dalilnya adalah aqliy, dan jika realitanya tidak terjangkau oleh indra, seperti surga dan neraka, maka dalilnya adalah naqliy.

Read the rest of this entry