Arsip Blog

Prof. Hasan Hitou, Akidah dan Hadits Ahad

Prof. Dr. Syaikh Muhammad Hasan Hitou adalah seorang ulama ahli Ushul bermadzhab Syafi’i, beliau juga salah satu tim ahli dalam penyusunan Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah yang seluruhnya berjumlah 45 jilid tebal, juga salah satu pembimbing dan penguji Prof. Dr. Ali Musthafa Ya’qub (alm). Berikut kutipan dari kitab beliau al-Wajîz fî Ushûl al-Tasyrî’ al-Islâmî, tentang Akidah dan Hadits Ahad.

Read the rest of this entry

Mukjizat, Karomah, Sihir & Istidroj

Sungguh memprihatinkan melihat fenomena akhir-akhir ini terkait hal-hal klenik yang menimpa umat Islam. Setelah terungkap kasus “penasehat spiritual” dari pemimpin padepokan yang menjadi tersangka penyalahgunaan sabu-sabu yang dia sebut aspat, tidak lama kemudian muncul kasus padepokan lain yang melakukan penipuan dengan modus ‘penggandaan/pengadaan uang’ dan pembunuhan mantan santrinya. Masalahnya bukan sekedar ratusan milyar atau mungkin trilyunan dana umat yang ‘menguap’, namun yang lebih memprihatinkan dari itu adalah agama Islam yang mulia ini dijadikan justifikasi oleh sebagian besar mereka untuk membenarkan tindakannya.

Read the rest of this entry

Kapan Seorang Muslim Berubah Jadi Kafir (Murtad)?

Secara umum para ulama sepakat bahwa orang yang mengingkari khabar mutawatir menjadi kafir, sementara orang yang menolak khabar ahad tidaklah menjadi kafir, namun berdosa mengingkarinya jika tidak ada takwil terhadap khabar ahad tersebut.

Read the rest of this entry

Khabar Ahad dalam Pandangan Ulama Ushul

Oleh : M. Taufik N.T

Walaupun sebenarnya perbedaan pandangan tentang khabar ahad ini sudah dibahas oleh banyak ‘ulama terdahulu, namun sampai sekarang masih ada sebagian da’i yang sering melontarkan tuduhan sesat kepada sesama muslim gara-gara perbedaan pandangan tentang hal ini. Kalau ‘ulama – ulama dulu mereka bisa saling memahami perbedaan ini, mereka mengedepankan hujjah dan memahami fakta/maksud dari orang yang berbeda pendapat dengan mereka. Berbeda dengan sekarang seolah – olah mereka menutup mata akan adanya perbedaan ini, tanpa mau mengkaji benar-benar apa sebenarnya maksud dari orang yang berbeda pendapat dengan mereka. Akibatnya mereka menuduhkan apa yang tidak ada faktanya pada orang yang dituduh.

Read the rest of this entry

Asal Usul Mutakallimin dan Metodologinya

Kaum Muslim telah mengimani Islam dengan keimanan yang tidak dapat diguncang. Keimanan mereka sangat kuat. Tidak terdapat pada diri mereka pertanyaan apapun yang mengindi-kasikan keragu-raguan. Dalam konteks pemikiran mereka tidak membahas ayat-ayat al-Quran kecuali pembahasan yang makna-maknanya dapat mereka jangkau. Mereka tidak membahas pengandaian-pengandaian atas perkara yang ditimbulkannya, dan tidak pula membahas kesimpulan-kesimpulan mantiq yang dihasilkannya. Mereka keluar ke dunia mengemban dakwah Islam kepada seluruh manusia. Mereka berperang dijalan Islam, menaklukkan (membuka) banyak negeri dan berbagai bangsapun mendekati kaum Muslim.

Read the rest of this entry

Kekeliruan Metode Mutakallimin

Dari pemaparan tentang metode mutakallimin jelas bahwa metode itu tidak benar. Lagi pula caranya tidak membawa kepada keimanan dan juga tidak menguatkan iman. Malahan jalan yang mereka tempuh tidak memicu pada terwujudnya pemikiran dan tidak pula menguatkannya. Hal itu hanya memberikan pengetahuan saja, sedangkan pengetahuan itu bukan iman dan juga bukan pemikiran. Kesalahan metode ini tampak dalam beberapa aspek:

Read the rest of this entry

Kedudukan Khabar Ahad dalam Masalah Aqidah

Oleh M Taufik NT

Diskusi tentang khabar ahad apakah yufiidul ‘ilma (berfaedah ‘ilmu/yaqin) atau yufiidu adz dzon (berfaedah dzon/dugaan) sehingga bisa diterima sebagai dalil dalam masalah aqidah atau tidak, sebetulnya merupakan perkara klasik yang memang terdapat perbedaan para ulama dalam menyikapinya. Namun dikarenakan adanya kekaburan pada sebagian kaum muslimin sehingga akhirnya mereka menyalahkan -bahkan menganggap sesat- orang yang berbeda pendapat dengannya, maka hal ini perlu kita kaji kembali. Pertanyaan-pertanyaan yang harus terjawab dan dipahami dalam membahas tema ini antara lain:

Read the rest of this entry

Masuk Neraka & Surga Karena Hal ‘Sepele’

Thoriq bin Syihab radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Salman berkata:

دخل رجل الجنة في ذباب ، ودخل النار رجل في ذباب  قالوا : وكيف ذلك ؟ قال :  مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا ، فقالوا لأحدهما : قرب قال : ليس عندي شيء فقالوا له : قرب ولو ذبابا فقرب ذبابا ، فخلوا سبيله  قال :  فدخل النار ، وقالوا للآخر : قرب ولو ذبابا قال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله عز وجل  قال :  فضربوا عنقه  قال :  فدخل الجنة

“Ada seseorang yang masuk sorga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula mereka bertanya : ‘Bagaimana itu bisa terjadi?, ia menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan berqurban (mempersembahkan sembelihan binatang) untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : ‘Persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab : ‘Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya’,  mereka berkata lagi : ‘Persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat’, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dia berkata: dan iapun masuk kedalam neraka (karenanya), kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : ‘Persembahkalah untuknya sesuatu walaupun hanya lalat’, ia menjawab : ‘Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah awj, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga’” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Az Zuhdu, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Awliya’, Al Baihaqi dalam Syu’bul Iman).

Read the rest of this entry