Yerussalem (al Quds) Bumi yang Dijanjikan Untuk Yahudi?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. Al Maidah: 21)

Sebagian orang, ketika membaca ayat ini bertanya-tanya, apakah benar bahwa Palestina (tanah Kan’an), tepatnya al Quds/ Baitul Maqdis (Yerussalem), adalah tanah yang dijanjikan Allah untuk Yahudi, sebagaimana yang diklaim oleh Zionis Israel bahwa merekalah pewaris tanah itu?.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini.

Read the rest of this entry

Iklan

Pandangan Al-Muhaddits Dr. Mahmud Sa’id Mamduh Tentang Al-Syaikh Taqiyuddin Al-Nabhani dan Hizbut Tahrir

Sebagian orang, karena merasa ber’ilmu, lalu memandang rendah Syaikh Taqiyuddin an Nabhani dan Hizbut Tahrir, padahal kalau mau berkaca sedikit saja, dan melihat bahwa Syaikh Taqiyuddin an Nabhani adl juga lulusan al Azhar setingkat Doktor dalam masalah Qadha (peradilan), tentu tidak akan gegabah melecehkan beliau dan apa yg beliau dakwahkan…. namun ya begitulah, kadang mata bisa mengingkari terangnya matahari, bukan krn mataharinya yg tidak bersinar atau tertutup awan, namun karena matanya yang sakit.

Read the rest of this entry

Melawan Dalih Ngawur Terkait Panji Rasul

Oleh Utsman Zahid
(Pengasuh Pondok Pesantren NDM Surakarta dan Pengasuh di Majlis Kajian Islam Kaffah Surakarta)

Berburuk Sangka Terhadap Pengemban Panji Rasul SAW.

Mengikuti dan menyimak status di salah satu akun Facebook (FB) salah seorang teman, dengan nama akun, sebut saja “ZM”, meninggalkan rasa keheranan teramat mendalam. Bagaimana dia mencurigai penggunaan bendera berwarna putih (liwa’) dan berwarna hitam (rayah) adalah sebuah modus belaka. Secara tersirat dia mengakui kebodohannya tentang ilmu hadits, sehingga dia tidak berani masuk ke ranah riwayat tentang liwa’ dan royah tersebut sebagai bendera Rasulullah Muhammad saw. Namun, tanpa bukti, sebagai bentuk penolakannya terhadap liwa’ dan royah tersebut, dia mengklaim bahwa itu hanya sebagai kedok HT(I) dan yang sejenis untuk menyembunyikan agenda jahat di baliknya. Masya Allah… Idza sa’a fi’il mar’i sa’at zhununu (ketika buruk perbuatan seorang, maka buruk pula persangkaannya). Begitu kata seorang penyair. Read the rest of this entry

Sisi Baku Dalam "Ketidakbakuan" Sistem Khilafah

Tidak menarik mengikuti diskusi tentang “kebakuan sistem khilafah” antara Prof. Mahfud MD (MMD) dengan KH. Shiddiq al Jawi (di sini), baru membahas istilah “sistem baku”, diskusi sudah berhenti.

Sejak awal, saya sudah menduga arah dari pernyataan Pak MMD dalam cuitannya: “Sy bilang, ayo siapa yg bs tunjukkan sistem khilafah yg baku saya akan jd pengikutnya. Tapi tdk pernah ada, tuh.”. Saya menduga alur berfikir pak MMD adalah sbb:

  1. ada ikhtilaf dalam (cabang-cabang) sistem khilafah,
  2. karena ada ikhtilaf maka tidak baku,
  3. dan karena tidak baku maka bebas dan boleh beda-beda, mau republik, kerajaan, monarki, maupun kekaisaran, semua bebas.
  4. karena itu tidak wajib menegakkan sistem khilafah dg satu bentuk tertentu.

Dan dugaan saya ini sepertinya benar, terbukti dengan tanggapan beliau di bagian bawah (di sini).

Tulisan ini hanya ingin mengoreksi alur berfikir tersebut, karena alur berpikir tersebut sangat berbahaya jika diberlakukan ke bidang-bidang yang lain, semisal:

Read the rest of this entry

Cacat Epistemologis dalam Istilah “Sistem Baku Khilafah” Prof. Mahfud MD

Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI

(Pimpinan Pesantren Hamfara Jogjakarta; Anggota Komisi Fatwa MUI Propinsi DIY; Mahasiswa Doktoral Prodi Dirasah Islamiyah UIN Sunan Ampel Surabaya)

Sudah tersebar luas tantangan Prof. Mahfud MD via akun twitter beliau agar para penyeru khilafah menunjukkan sistem baku Khilafah. Prof. Mahfud MD menulis di akun twitter-nya,”Kalau mereka bisa menunjukkan sistem baku khilafah dari Qur`an dan Hadits maka saya akan langsung mempejuangkan khilafah bersama mereka. Ayo.” Dalam tweet beliau yang lain,”Sy bilang, ayo siapa yg bs tunjukkan sistem khilafah yg baku saya akan jd pengikutnya. Tapi tdk pernah ada, tuh.”

Read the rest of this entry

Beginilah Cinta

Anas bin Malik r.a pernah bercerita; “Seorang tukang jahit (pakaian) mengundang Rasulullah saw untuk makan masakan yang telah dibuatnya. Aku ikut pergi bersama Rasulullah saw. Lalu penjahit itu menyuguhkan hidangan kepada Beliau berupa roti dan kuah yang berisikan labu dan daging kering (dendeng). Anas berkata;

فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوَالَيْ الصَّحْفَةِ قَالَ فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مُنْذُ يَوْمَئِذٍ

‘Aku melihat Rasulullah saw mengambil labu dari pinggir nampan, sejak saat itu aku senantiasa senang dengan labu.’” (Shahih Muslim[1]). Read the rest of this entry

Sedemikian Parahkah Intervensi Dunia Pendidikan Kita?

tempo, guru diperiksa Membaca berita diperiksanya sembilan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah se-Kalsel, terkait mencantumkan materi khilafah dan khalifah di soal PAS, walaupun sanksinya belum diputuskan (tempo, 7/12), namun tetap saja hati terasa miris dan prihatin, kenapa?

Pertama, guru hanya menjalankan tugasnya sesuai kurikulum, soal yang dibuat juga sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum, bagaimana mungkin mereka bisa disalahkan, apalagi diberi sanksi, jika mereka hanya menjalankan tupoksinya? Lihatlah di buku fikih siswa yang dikeluarkan Kemenag sendiri (kurikulum 2013), ada lima bab di situ, satu bab tentang khilafah, soal yang dibuat juga tidak keluar dari materi). Awalnya, kepala Biro Humas Kemenag, Mastuki, berkomentar bahwa tidak ada yang salah dengan soal tersebut, (detik, 5/12), anehnya sehari setelah itu, muncul informasi bahwa ujian fikih akan diulang, (kemenag.go.id, 6/12), selanjutnya muncul berita 9 guru yang membuat soal tersebut diperiksa, walau sanksinya belum ditentukan, (tempo, 7/12).

Kedua, saya belum melihat adanya pembelaan kepada 9 guru yang dimaksud, walaupun di sosmed banyak yang prihatin, namun sebatas keprihatinan, sebagaimana yang saya rasakan.

Read the rest of this entry

Serius dalam Beraktivitas

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS. Al Qiyamah : 36)

Ayat ini, walaupun bentuknya adalah pertanyaan, namun maknanya adalah pengingkaran bahwa tidaklah manusia diciptakan lalu dibiarkan hidup seenaknya, tanpa ada perintah dan larangan dari Allah SWT yang harus ditaatinya. Aktivitas apapun yang dilakukan manusia, pasti ada perintah dan larangan (hukum) Allah atas aktivitas tersebut.

Read the rest of this entry

Islam Moderat

Sebagaimana kata “toleran”, kata “moderat” (wasathiyyah) sering digunakan dengan makna positif untuk mensifati orang-orang yang bisa menerima hal-hal yang ‘aneh’ dalam syari’ah, seperti LGBT, pernikahan sejenis, muslimah menikah dg non muslim, membuka aurat, orang kafir menjadi penguasa dan tidak perlunya hukum syari’ah diterapkan secara formal. Sementara kelompok yang menolak hal tersebut akan dijuluki radikal, fundamentalis yang dianggap berbahaya

Parahnya, klaim tersebut kemudian dijustifikasi dengan dalil dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai umat yang “wasath” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”

Read the rest of this entry

Sabar Dalam Ketaatan

Secara bahasa, sabar berarti

حَبس النفس عن الجَزَعِ

“menahan diri dari berkeluh kesah” (Al Jauhari, As Sihhah fi Al Lughoh, 1/378).

تَرْكُ الشَّكْوَى مِن أَلَمِ الْبَلْوَى لِغيرِ اللهِ لَا إلى اللهِ

“meninggalkan berkeluh kesah karena beratnya ujian kepada selain Allah, bukan kepada Allah.” (Al Jurjâniy, At ta’rîfaat, 1/42)

Sabar terdapat dalam tiga keadaan: 1) menjauhi perkara yang diharamkan oleh Allah, 2) menjalankan ketaatan kepada Allah, dan 3) menghadapi ketentuan qodho’ dan qodar-Nya.

Read the rest of this entry

Berlaku Adil

Salah satu sikap yang dekat dengan taqwa adalah sikap adil.

وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُواۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (al Maidah : 8)[i]

Adil terlaksana jika memenuhi dua hal:

1) memposisikan siapa saja sejajar dihadapan hukum, baik orang tersebut dicintai atau dibencinya.

2) hukum yang dipakai adalah hukum Allah Ta’ala.

Read the rest of this entry

Zakat Tanaman

Tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Diantara harta (mâl) yang terkena kewajiban zakat adalah: 1) hewan tertentu, 2) emas, perak dan uang, 3) tanaman dan buah tertentu, 4) harta perdagangan, juga 5) rikâz (harta dari galian).

Jenis Tanaman yang Terkena Zakat

Tidak semua tanaman terkena kewajiban zakat. Para ‘Ulama sepakat bahwa zakat diwajibkan pada gandum (hinthah), jewawut (asy-sya’îr), kurma (at-tamru) dan kismis (az-zabib). Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru yang berkata:

Read the rest of this entry

Bughât (Pemberontak)

Sangat miris hati mendengar ada intelektual atau kyai yang sembarangan menggunakan istilah bughât (pemberontak). Istilah ini mereka tujukan kepada setiap orang yang tidak sepakat dengan kebijakan penguasa dan berusaha meluruskannya. Dulu saat Belanda menjajahpun, ada model orang-orang seperti ini, mendukung Belanda, sementara pejuang yang menentang Belanda kata mereka pantas dibuang ke Digul.

Ini bisa terjadi karena ketidakfahaman tentang makna bughât, atau faham namun sengaja memelintir pemahamannya demi tujuan-tujuan duniawi.

Read the rest of this entry

Perppu Ormas vs Peradilan Islam

Dalam peradilan Islam, setiap orang hukum asalnya adalah bebas dari tuduhan, maka seseorang yang menuduh orang lain berbeda dari hukum asalnya, orang tersebut wajib mendatangkan bukti, sementara jika tertuduh menyangkal, tertuduh hanya wajib bersumpah bahwa tuduhan itu tidak benar[1]. Bukti itupun, selain dalam kasus hisbah dan mukhalafat, baru dianggap sah jika disampaikan dalam sidang pengadilan, bukan sekedar diblow up di media atau lewat konferensi pers.

Read the rest of this entry

Radikalisme Berbasis Agama

Radikalisme yang paling berbahaya di dunia adalah radikalisme berbasis agama,” kata Romahurmuzy di Asrama Haji, Palembang, Sabtu (9/9/17).

Menurutnya, radikalisme berbasis agama memberikan janji surga kepada para penyebarnya, sementara setiap umat beragama tujuan hidupnya adalah surga, maka dia akan mau mengorbankan apa pun.

Bahaya Sebenarnya: Radikalisme Berbasis Kapitalisme Read the rest of this entry