Khalifah Umar Menjinakkan Gempa Bumi

Imam al-Haramain (w. 478 H) menceritakan bahwa pada masa ‘Umar r.a pernah terjadi gempa bumi. Ketika itu ‘Umar segera mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, sementara bumi sedang bergoncang dengan keras.

Kemudian `Umar memukul bumi dengan cambuk sambil berkata,

قُـــري ألم أعدل عليكِ

“Tenanglah kau bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu.”

Maka bumipun langsung tenang saat itu juga.

Imam al-Haramain menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi, karena pada hakikatnya `Umar r.a. adalah Amirul Mukminin secara lahir dan batin, beliau adalah khalifah Allah bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya, sehingga `Umar menghukum (menta’zir) dan mendidik bumi (dengan mencambuknya) ketika bumi ‘berulah’, sebagaimana beliau menta’zir penduduk bumi karena kesalahan-kesalahan mereka.[1]

Sudahkah Kita Adil kepada Bumi?

Adil itu setidaknya harus memenuhi dua hal, pertama, memposisikan siapa saja sejajar dihadapan hukum, baik orang tersebut dicintai atau dibencinya, dan kedua, hukum yang dipakai memang adalah hukum yang adil, yakni hukum Allah Ta’ala.

Sebagai contoh, kebencian Abdullah bin Rawahah r.a kepada orang-orang Yahudi tidak menjadikan beliau menzalimi mereka. Ketika mereka mengumpulkan uang untuk menyogok Abdullah bin Rawahah dalam menjalankan tugasnya, beliau r.a berkata:

يَا مَعْشَرَ يَهُودَ، وَاللهِ إِنَّكُمْ لَمِنْ أَبْغَضِ خَلْقِ اللهِ إِلَيَّ وَمَا ذَاكَ بِحَامِلِي عَلَى أَنْ أَحِيفَ عَلَيْكُمْ. فَأَمَّا مَا عَرَّضْتُمْ مِنَ الرّشْوَةِ فَإِنَّهَا سُحْتٌ وَإِنَّا لاَ نَأْكُلُهَا.

“Wahai umat Yahudi, demi Allah, sesungguhnya kalian adalah makhluk Allah yang paling aku benci, akan tetapi kebencianku tidak akan mengantarkanku untuk menzalimi kalian (dengan menaikkan taksiran bagi hasil tanah khaibar)! Adapun harta yang kalian tawarkan berupa suap (risywah) maka itu adalah haram dan kami tidak memakannya”.

Mendengar hal ini, orang-orang Yahudi berkata:

بِهذَا قَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ.

“dengan sikap seperti inilah langit dan bumi tetap tegak”[2]

Dalam riwayat tersebut, mereka mengaitkan antara keadilan dengan ‘tegaknya’ langit dan bumi.

Begitu juga dengan melanggar hukum Allah Ta’ala, bermaksiat kepada-Nya, apalagi mengkriminalisasi ajaran Islam juga merupakan bentuk ketidakadilan, walaupun semua itu dipoles dan dibuatkan undang-undang dan hukumnya. Itu semua adalah perbuatan merusak, bukan hanya merusak masyarakat, namun juga merusak bumi.

Ketika menafsirkan surat ar Rum ayat 41, Imam Ibnu katsir mengutip pernyataan Abu al-‘Aliyah terkait perusakan bumi, kata Abu al-‘Aliyah:

مَنْ عَصَى اللَّهَ فِي الْأَرْضِ فَقَدْ أَفْسَدَ فِي الْأَرْضِ؛ لِأَنَّ صَلَاحَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ بِالطَّاعَةِ

Barangsiapa yang bermaksiyat kepada Allah di bumi maka sungguh ia telah merusak bumi, karena sesungguhnya kebaikan bumi dan langit adalah dengan ketaatan.[3]

Hanya saja, apapun penyebabnya gempa itu, bagi orang-orang shalih yang mampu bersabar menghadapinya hal itu merupakan peninggi derajat atau penghapus kesalahan. Rasulullah saw bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah tinggikan dia satu derajat atau Allah hapuskan darinya satu kesalahan. (HR Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad). Allahu A’lam. [MTaufikNT]


[1] Yusuf al-Nabhani, Jâmi’ Karamâti Al-Awliyâ’ (India: Markaz Ahli Sunnati Barakati Ridha, 2001), Juz 1, hal. 157–158.

[2] Malik bin Anas, Al-Muwaththa’ (Abu Dhabi: Mu’assasah Zayid bin Sulthan, 2004), 584/2595.

[3] Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim (Dar Thayyibah, 1999), juz 6. hal 320.

Baca Juga:

Posted on 1 Oktober 2018, in Akhlaq, Pendidikan, Syari'ah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s