Jangan Sia-siakan Amanah

Anas bin Malik r.a menceritakan bahwa Rasulullah bersabda:

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak ada keimanan (yang sempurna) bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi seseorang yang tidak memenuhi janji.” (HR. Ahmad)

Sesungguhnya amanah agama Islam ini adalah urusan yang sangat besar, hingga langit, bumi dan gunung-gunung merasa khawatir dan takut untuk memikulnya. Allah berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim danamat bodoh.” (Q. S. Al Ahzab:72)

Imam al Qurthubi (w. 671 H) dalam tafsirnya menerangkan

وَالْأَمَانَةُ تَعُمُّ جَمِيعَ وَظَائِفِ الدِّينِ عَلَى الصَّحِيحِ مِنَ الْأَقْوَالِ، وَهُوَ قَوْلُ الْجُمْهُورِ… فَالْأَمَانَةُ هِيَ الْفَرَائِضُ الَّتِي ائْتَمَنَ اللَّهُ عَلَيْهَا الْعِبَادَ

“Menurut perkataan yang shahih, yakni mayoritas ahli tafsir, (yang dimaksud dengan) amanah adalah mencakup semua tugas-tugas (fungsi-fungsi) keagamaan…amanah adalah segala kefardhuan (kewajiban) yang Allah telah mempercayakan kepada hamba (manusia) untuk melaksanakannya. (Al Jâmi’ li Ahkâmil Qur’an, 14/253)

Al Qur’an dan As Sunah adalah amanah yang harus dilaksanakan apa-apa yang terkandung didalamnya, bukan sekedar dibaca lalu diabaikan isinya, atau bahkan dikriminalisasikan hukum-hukumnya. Imam al Hasan al Bashri (w. 110 H) berkata:

أنزل القرآن ليعمل به، فاتخذ الناس تلاوته عملا، يعني أنهم اقتصروا عَلَى التلاوة وتركوا العمل به

Al Qur’an diturunkan untuk diamalkan, maka manusia menjadikan membacanya sebagai amalan, yakni mereka merasa cukup puas dengan membacanya, dan meninggalkan mengamalkannya. [Talbîs Iblîs hal.101].

Perintah-perintah Allah dalam hal ibadah adalah amanah, kita bukan sekedar diperintah mengaplikasikan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, berhaji ke Baitullah dan ber’umrah kalau kita mampu, namun kita juga diminta untuk melakukan semua itu semata-mata karena ingin mendapat keridhaan-Nya, bukan untuk selain-Nya.

Anak-anak dan istri-istri adalah amanah, tidak cukup hanya kita berikan nafkah, namun kita juga dituntut untuk mengarahkan, mendidik dan mengkondisikan mereka agar tidak terjerumus kedalam neraka.

Harta yang Allah rizkikan adalah amanah, sudahkah kita nafkahkan di jalan ketaatan, kita bisniskan sesuai ketentuan Allah, dan kita keluarkan zakatnya dan hak-hak orang faqir?

Jabatan dan kekuasaan adalah amanah, yang jika tidak ditunaikan akan menjadikan kehinaan di hari akhir. Ribuan kaum muslimin yang terdzalimi, dibantai dan diperkosa secara keji di berbagai negeri akan menuntut tanggung jawab penguasa yang lebih memilih diam atau sekedar mengecam, padahal ditangan mereka ada komando yang mampu menggerakkan militer umat Islam untuk melindungi mereka.

Lihatlah Rasululah, saat kondisi negara masih belum begitu stabil, beliau menggerakkan tentara kaum muslimin saat mendengar seorang muslimah dilecehkan sekelompok Yahudi Bani Qainuqa’, beliau bahkan memutuskan perjanjian Hudaibiyyah, lalu memobilisir pasukan untuk memnaklukkan Makkah saat sekelompok kaum Muslimin Khuza’ah dibantai oleh Bani Bakr yang diprovokasi kaum kafir Quraisy.

Pendek kata, apa saja yang Allah wajibkan kepada kita adalah amanah yang harus kita tunaikan dan akan kita pertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada kesempatan mengelak saat itu, tidak ada lagi kesempatan bersilat lidah saat itu, saat tangan, kulit, kaki bahkan temboklah yang menjadi saksi dihadapan pengadilan-Nya.

Posted on 16 April 2018, in Khutbah Jum'at and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mantapp, thanks buat infonya. Semoga selalu diberi petunjuk Allah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s