Ayat-ayat Penghilang Duka dan Kesedihan

Diriwayatkan dari Imam al Hasan al-Bashri (w. 110 H), bahwa beliau berkata:

عجبا لـمَكْرُوب غَفَلَ عَن خمس، وَقد عَرَفَ مَا جعل الله لمن قالهن

Mengherankan orang yang bersedih (namun) melupakan lima hal, sementara ia tahu apa yang Allah jadikan pada orang yang mengatakan lima hal tersebut.

قَوْله تَعَالَى وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ * أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(Pertama) perkataan Allah Ta’ala: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 155-157).

وَقَوله تَعَالَى: الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ * فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

(Kedua, Firman-Nya): “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Ali Imran [3] : 173-174).

وَقَوله تَعَالَى: وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ * فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا

(Ketiga, Firman-Nya): “Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka.” (QS. Al-Mukmin [40] : 44-45).

وَقَوله تَعَالَى: وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ * فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

(Keempat), Firman-Nya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya’ [21] : 87-88).

وَقَوله تَعَالَى: وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ * فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(Kelima), Firman-Nya: “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat.” (QS. Ali Imran [3] : 147-148).

Imam al Hasan al-Basri juga berkata:

من لزم قِرَاءَةَ هَذِه الْآيَاتِ فِي الشدائد، كَشَفَها اللهُ عَنهُ، لِأَنَّهُ قد وَعَدَ، وَحَكَمَ فِيهِنَّ، بِمَا جعله لمن قالهن، حُكْمُه لَا يُبْطَل، ووعده لَا يُخْلَف

“Barangsiapa yang senantiasa membaca ayat-ayat tersebut pada saat dirundung duka dan kesedihan, maka Allah akan menghilangkan duka dan kesedihannya. Sebab itu semua adalah janji dan ketetapan Allah bagi orang-orang yang selalu membacanya. Keputusan-Nya tidak akan dianulir, dan janji-Nya tidak akan diselisihi”.

Masalah seberat apapun tidak akan selesai dengan hanya dipikirkan, namun dengan mengkonsentrasikan pikiran dan mengingat kebesaran Allah dan mengingat bahwa masalah kita itu sangat keciil bagi Allah senantiasa lidah dan hati kita berdzikir kepada-Nya, insya Allah yang berat itu akan terasa ringan, yang sempit terasa lapang, dan dengan hati yang lapang itu, dengan idzin Allah, perkara berat akan mudah diselesaikan. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

Rujukan: Kitab al-Faraju ba’da asy-Syiddah karya al-Qadhi at-Tanukhi (w. 384 H), hal 63 – 64, Maktabah Syamilah.

Baca Juga:

Iklan

Posted on 15 Juli 2017, in Akhlaq, Do'a and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s