Kriteria Gharim yang Berhak Mendapat Zakat

Tidak semua orang yang berhutang terkategori Gharim yang berhak menerima zakat.

Gharim terbagi menjadi dua kategori:

Pertama, orang yang berhutang untuk maslahat dirinya atau tanggungannya. Dia berhak mendapat zakat jika memenuhi syarat:

1. Dia faqir dan membutuhkan harta untuk membayar hutangnya, bila ia memiliki harta, baik berupa uang atau barang, untuk membayar hutangnya maka ia tidak berhak menerima zakat. Adapun jika dia terkategori mampu dengan bekerja, ia masih terkategori gharim yang berhak dapat zakat.

2. Latar belakang berhutang bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Namun jika dia bertaubat, tetap saja dia berhak dapat zakat.

3. Hutang telah jatuh tempo.

Kedua, orang yang berhutang untuk mashlahat umat, seperti untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa, mereka termasuk orang yang berhak menerima zakat, baik dia kaya ataupun tidak. Termasuk disini adalah orang yang berhutang untuk memakmurkan masjid, berhutang untuk membebaskan tawanan perang, atau juga berhutang untuk membayar diyat.

Kepada gharimin tersebut diberikan harta zakat sesuai dengan kadar kebutuhan mereka. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

Bacaan: Al Mu’tamad fil Fiqh as Syafi’i, juz 2 hal.113 – 114

Baca Juga:

Iklan

Posted on 24 Juni 2017, in Fiqh, Syari'ah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s