Pentingnya Khalifah dan Tanggungjawabnya (Penjelasan Imam al Mawardi (w. 450H))

Sebagian orang, entah sengaja atau tidak, berupaya mendistorsi ajaran Islam tentang khilafah dengan mengatakan “khilafah bukan ajaran Islam”, menurut mereka, khilafah itu intinya adalah kepemimpinan, hingga ada guru besar sebuah universitas Islam mengatakan “khilafah hari ini ya Amerika”.

Sebagian lagi ketika tidak menemukan jalan untuk menolak kewajiban khilafah, akhirnya mengatakan, “kami setuju saja khilafah, namun khilafah aswaja, bukan khilafah versi Hizbut Tahrir”, anehnya ketika dikejar untuk menjelaskan apa saja bedanya, akhirnya dijawab dengan muter-muter, tidak memberikan gambaran bagaimana khilafah aswaja, apalagi gambaran khilafah versi Hizbut Tahrir. Sepertinya dia berbicara begitu asal saja, yang penting memberikan persepsi negatif kepada orang seolah-olah Hizbut Tahrir bukan golongan aswaja, itu saja.

Sebagian lagi mengemukakan bahwa yang penting itu bukan “ismun” (nama), namun “musamma” (apa yang dikandung oleh nama tersebut), menggunakan kaidah “al ibrotu bil musamma, laa bil ismi”, lalu disimpulkan secara ‘akrobatik’ bahwa sekarang ini sudah era khilafah.

Bagi yang ingin tahu sekilas bagaimana ‘kandungan’ khilafah menurut ulama ahlus sunnah, dan membandingkan dengan realitas sekarang, benarkah klaim mereka, ada baiknya dibaca penjelasan salah satu Imam Besar Madzhab Syafi’i, Imam al Mawardi, dalam salah satu kitab beliau, ‘al Ahkam as Sulthoniyyah, berikut:

***

ﻣﻬﺎﻡ ﺍﻟﺨﻠﻴﻔﺔ ﻭﻣﺴﺌﻭﻟﻴﺎﺗﻪ

Pentingnya Khalifah dan Tanggungjawabnya

وَاَلَّذِي يَلْزَمُهُ مِنَ الْأُمُورِ الْعَامَّةِ عَشَرَةُ أَشْيَاءَ:

Yang wajib atasnya dari perkara-perkara umum ada 10 perkara:

أَحَدُهَا: حِفْظُ الدِّينِ عَلَى أُصُولِهِ الْمُسْتَقِرَّةِ، وَمَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ سَلَفُ الْأُمَّةِ، فَإِنْ نَجَمَ مُبْتَدِعٌ أَوْ زَاغَ ذُو شُبْهَةٍ عَنْهُ، أَوْضَحَ لَهُ الْحُجَّةَ، وَبَيَّنَ لَهُ الصَّوَابَ، وَأَخَذَهُ بِمَا يَلْزَمُهُ مِنَ الْحُقُوقِ وَالْحُدُودِ؛ لِيَكُونَ الدِّينُ مَحْرُوسًا مِنْ خَلَلٍ، وَالْأُمَّةُ مَمْنُوعَةً مِنْ زَلَلٍ.

Pertama: menjaga Islam agar senantiasa berada di atas pondasinya, dan di atas apa yg telah disepakati oleh generasi terdahulu dari umat ini, jika muncul pelaku bid’ah atau keanehan yg tidak jelas, maka hendaknya khalifah menunjukkan hujjah padanya, dan menjelaskan mana yang benar, dan menindak dengan (tindakan) yg semestinya berupa pemberian hak dan penimpaan hukuman (hudud), agar agama ini terjaga dari kerusakan dan umat terlindungi dari ketergelinciran.
(pertanyaan: sudahkah ini ada dalam kehidupan, sudahkah ditegakkan hudud atas pelaku liwath (homosex), bukankah justru mereka dilindungi? Juga hudud dlm perkara lain, penenggak miras, pencurian, ….)

الثَّانِي: تَنْفِيذُ الْأَحْكَامِ بَيْنَ الْمُتَشَاجِرِينَ، وَقَطْعُ الْخِصَامِ بَيْنَ الْمُتَنَازِعِينَ حَتَّى تَعُمَّ النَّصَفَةُ، فَلَا يَتَعَدَّى ظَالِمٌ، وَلَا يَضْعُفُ مَظْلُومٌ.

Kedua, menerapkan hukum di antara mereka yang berselisih, melerai permusuhan yg terjadi antara mereka yg bersengketa hingga tersebarlah keadilan, sehingga yg zalim tidak semena-mena dan yg terzalimi tidak dikalahkan.

(pertanyaan: hukum apa yang diterapkan sekarang? Lihat yang pertama)

الثَّالِثُ: حِمَايَةُ الْبَيْضَةِ وَالذَّبُّ عَنِ الْحَرِيمِ؛ لِيَتَصَرَّفَ النَّاسُ فِي الْمَعَايِشِ، وَيَنْتَشِرُوا فِي الْأَسْفَارِ آمِنِينَ مِنْ تَغْرِيرٍ بِنَفْسٍ أَوْ مَالٍ.

Ketiga, melindungi kesucian serta menjaga kehormatan, agar rakyat dapat beraktifitas dlm kehidupan mereka, dan bepergian kemanapun secara aman dari tindakan penipuan thd jiwa atau hartanya.

وَالرَّابِعُ: إقَامَةُ الْحُدُودِ؛ لِتُصَانَ مَحَارِمُ اللَّهِ تَعَالَى عَن الِانْتِهَاكِ، وَتُحْفَظَ حُقُوقُ عِبَادِهِ مِنْ إتْلَافٍ وَاسْتِهْلَاكٍ.

Keempat, menerapkan hudud (hukum-hukum Allah) untuk menjaga larangan-larangan Allah dari penodaan, serta menjaga hak-hak hambaNya dari kerusakan dan eksploitasi.

(pertanyaan: sudahkah ditegakkan hukum hudud yang mencakup 7 hal itu? Jujurlah menilai)

وَالْخَامِسُ: تَحْصِينُ الثُّغُورِ بِالْعُدَّةِ الْمَانِعَةِ وَالْقُوَّةِ الدَّافِعَةِ حَتَّى لَا تَظْفَرَ الْأَعْدَاءُ بِغِرَّةٍ يَنْتَهِكُونَ فِيهَا مُحَرَّمًا، أَوْ يَسْفِكُونَ فِيهَا لِمُسْلِمٍ أَوْ مُعَاهَدٍ دَمًا.

Kelima, membentengi perbatasan dengan jumlah pasukan yg mampu memberikan perlindungan, dan kekuatan yg mampu menangkal, hingga para musuh tidak bisa menang dengan secuil tanah pinggiran sekalipun utk mereka nodai kesucian padanya, atau menumpahkan darah seorang muslim atau kafir mu’ahid di dlmnya.

وَالسَّادِسُ: جِهَادُ مَنْ عَانَدَ الْإِسْلَامَ بَعْدَ الدَّعْوَةِ حَتَّى يُسْلِمَ أَوْ يَدْخُلَ فِي الذِّمَّةِ؛ لِيُقَامَ بِحَقِّ اللَّهِ تَعَالَى فِي إظْهَارِهِ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ.

Keenam, memerangi siapa saja yg menentang Islam setelah mendapat seruan, hingga mau berIslam atau mau masuk dlm dzimmah (sebagai kafir dzimmi), guna menegakkan hak Allah swt dalam memenangkan Islam atas seluruh agama lainnya.

(pertanyaan: sudahkah ini juga dilakukan?)

وَالسَّابِعُ: جِبَايَةُ الْفَيْءِ وَالصَّدَقَاتِ عَلَى مَا أَوْجَبَهُ الشَّرْعُ نَصًّا وَاجْتِهَادًا مِنْ غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا عَسْفٍ.

Ketujuh, memungut harta Fai’ dan berbagai macam Zakat berdasarkan apa yg telah diwajibkan oleh syara’ melalui nash atau berdasarkan ijtihad, tanpa rasa takut dan tanpa berlaku zalim.

(pertanyaan: bukankah sekarang zakat tidak ditarik secara wajib, justru pajak yang diwajibkan?, padahal Abu Bakar r.a sampai mau memerangi orang yang menolak bayar zakat, dan Rasulullah melarang pajak)

وَالثَّامِنُ: تَقْدِيرُ الْعَطَايَا وَمَا يَسْتَحِقُّ فِي بَيْتِ الْمَالِ مِنْ غَيْرِ سَرَفٍ وَلَا تَقْتِيرٍ، وَدَفْعُهُ فِي وَقْتٍ لَا تَقْدِيمَ فِيهِ وَلَا تَأْخِيرَ.

Kedelapan, menetapkan anggaran pengeluaran dan apa-apa yang sudah menjadi hak dalam baitul maal (perbendaharaan negara khilafah), tanpa berlebihan dan tidak pula kikir, membayarkan pada waktunya tanpa memajukannya dan tidak pula mengakhirkan.

التَّاسِعُ: اسْتِكْفَاءُ الْأُمَنَاءِ وَتَقْلِيدُ النُّصَحَاءِ فِيمَا يُفَوَّضُ إلَيْهِمْ مِنَ الْأَعْمَالِ وَيَكِلُهُ إلَيْهِمْ مِنَ الْأَمْوَالِ؛ لِتَكُونَ الْأَعْمَالُ بِالْكَفَاءَةِ مَضْبُوطَةً، وَالْأَمْوَالُ بِالْأُمَنَاءِ مَحْفُوظَةً.

Kesembilan: mengangkat para pemegang amanah yang memiliki kafa’ah (profesional) dan mengangkat para penasihat pada tugas-tugas yang besar, dan pada tanggung jawab yang berat menyangkut harta, agar segala urusan menjadi terurus tepat oleh para profesional, dan harta akan terjaga oleh para pengemban tugas yang amanah.

الْعَاشِرُ: أَنْ يُبَاشِرَ بِنَفْسِهِ مُشَارَفَةَ الْأُمُورِ، وَتَصَفُّحَ الْأَحْوَالِ؛ لِيَنْهَضَ بِسِيَاسَةِ الْأُمَّةِ وَحِرَاسَةِ الْمِلَّةِ، وَلَا يُعَوِّلُ عَلَى التَّفْوِيضِ تَشَاغُلًا بِلَذَّةٍ أَوْ عِبَادَةٍ، فَقَدْ يَخُونُ الْأَمِينُ وَيَغُشُّ النَّاصِحُ، وَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {يَا دَاوُد إنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتْبَعْ الْهَوَى فَيُضِلّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ} [ص: 26]

Kesepuluh, hendaknya khalifah mengurusi sendiri secara langsung pemantauan dan pengurusan terhadap berbagai urusan, dan senantiasa mencari tahu kondisi yang berlaku; agar dia bangkit dalam mengurus urusan-urusan umat dan menjaga agama, janganlah dia terlalu mengandalkan pembantunya dalam menunaikan tugas sementara dia menyibukkan diri dengan kenikmatan-kenikmatan jasadiyah atau ibadah, karena adakalanya orang yang dipercaya itu berlaku khianat dan penasihat itu berbuat culas, Allah swt telah berfirman: {Wahai Dawud, sesungguhnya Kami telah menjadikanmu Khalifah di muka bumi, maka terapkanlah hukum di tengah-tengah manusia dengan haqq, dan janganlah dirimu mengikuti hawa nafsu sehingga dia akan menyesatkanmu dari jalan Allah swt}.[QS. Shod: 26]. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

Baca Juga:

Iklan

Posted on 19 Juni 2017, in Kritik Pemikiran, Politik, Syari'ah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s