Perbedaan Infaq, Shadaqah, Zakat, Hibah, Hadiah dan ‘Ariyah

Baik infâq, shadaqah, zakât, hibah, hadiah dan ‘âriyah secara umum semuanya bermakna mengeluarkan harta, namun pemakaian istilah tersebut berbeda-beda.

Infâq al mâl adalah mengeluarkan harta dalam makna umum, bisa infâq wajib seperti zakat dan nafkah seseorang kepada diri dan tanggungannya, infâq sunnah seperti sedekah sunnah, bahkan bisa infâq haram seperti mengeluarkan harta di jalan yang haram.

Shadaqah (sedekah) adalah mengeluarkan harta dalam rangka pendekatan diri kepada Allah, bukan dalam rangka menghormati seseorang. Shadaqah bisa bermakna wajib, seperti zakat, bisa juga sunnah seperti menyumbang masjid.

Zakat adalah menunaikan hak yang wajib atas harta yang dikhususkan, dengan bentuk khusus dan wajibnya terkait haul dan nishab, juga digunakan untuk harta yang dikeluarkan untuk jiwa (zakat fithrah).[1]

Hibah adalah pemberian harta dalam rangka menjaga hubungan baik dan kecintaan/pertemanan.

Hadiah adalah pemberian harta dalam rangka menghormati orang yang diberi.

‘Ariyah adalah pemberian manfa’at harta, bukan dzatnya, dzatnya nanti dikembalikan, misalnya meminjamkan sendal atau sepeda motor. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

Bacaan: Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah dan at Ta’riifaat lil Jurjani

Baca Juga:


[1] Ada juga yang menyebut zakat itu mencakup wajib dan mandub (sunnah), seperti Ibnu ‘Araby.

Iklan

Posted on 18 Juni 2017, in Fiqh and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s