Buktikan Dulu!

EPISODE 1

Suami: “Sayang, kau sudah tahu kalau aku sayang padamu dan anak-anak kita, dan kau sendiri kemarin ikut berempati, kasihan juga prihatin terhadap temanmu yang belum ‘menemukan’jodohnya. Tidakkah terlintas dibenakmu untuk berbagi suami dengannya? Ini memang berat dan perlu pengorbanan, bukan hanya bagimu, namun juga bagiku untuk bertanggung jawab atas dua orang istri.”

Istri : “Suamiku, aku tahu engkau sayang padaku dan anak-anak kita, dan aku tahu engkau lelaki yang bertanggungjawab, namun mohon ma’af suamiku, aku tidak mau berbagi suami SEBELUM ENGKAU BISA MEMBUKTIKAN LEBIH DULU BAHWA ENGKAU ADIL TERHADAP ISTRI-ISTRIMU!.”

EPISODE II

Anak: “Ibu, saya mau jadi pembalap motor yang terkenal bu, mau mengalahkan valentino Rossi. Kemarin sudah menang dalam pertandingan babak pertama tingkat RT, cuma motor saya rusak bu, perlu motor yang canggih untuk meraih cita-cita mengalahkan Rossi, mohon bantuan ibu.”

Ibu : “kalau motormu rusak, itu digudang ada motor Ibu, yamaha bebek tahun 1968, waktu ibu masih muda, itu motor canggih lho nak, silahkan pakai balapan, do’a ibu menyertaimu.”

Anak: “Tapi Ibu, itu motor jadul yang tidak akan menang balapan, tolonglah Ibu, tabungan saya masih kurang 2 juta lagi untuk beli yang canggih.”

Ibu: “Haalah nak, yang penting itu drivernya, kalau drivernya hebat, tentu akan menang. Sudahlah BUKTIKAN DULU KAMU MENANG melawan Rossi, pakai saja motor ibu! do’a ibu lebih penting untuk kemenanganmu, kalau kamu menang nanti ibu kasih hadiah motor tercanggih.”

 

EPISODE III

Musa a.s: “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al Maidah: 21)

Bani Israil: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.” (QS. Al Maidah: 22)

Yusya’ dan Kalib: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al Maidah: 23)

Bani Israil: “kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu

PERGILAH KAMU BERSAMA TUHANMU, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. Al Maidah: 24)

***

Dalam beberapa diskusi, kadang muncul logika absurd begitu, seperti ungkapan: “BUKTIKAN DULU KHILAFAH TEGAK SESUAI MANHAJ KENABIAN, BARU KAMI MENDUKUNG ANDA”

Pemikiran yang tidak logis ini kalau kita tidak jeli melihatnya, bisa meracuni pemikiran kita, apalagi kalau sudah sejak awal tidak suka, ketidaksukaan tersebut, jika tidak diantisipasi dan dibentengi dengan sikap inshaf akan membuat kerancuan pemikiran kita, tidak berguna lagi belajar logika, apalagi sekedar penjelasan ‘ulama yang mumpuni, semua rontok tidak mampu menembus cara berfikir yang rancu ini. [MTaufikNT]

Baca Juga:

Iklan

Posted on 2 Mei 2017, in Kritik Pemikiran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s