Syarat-Syarat dalam Membaca Al Fatihah Saat Shalat

Dalam madzhab Syafi’i, membaca al Fatihah hukumnya wajib, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah, shalat sendiri maupun berjamaah, baik imamnya membaca jahr (keras) atau siir (pelan).

Ada 12 Syarat yang harus diperhatikan dalam membaca Al Fatihah[1]:

  1. Tartib (sesuai urutan ayat), jika ayatnya terbalik namun tidak merubah makna, maka shalatnya tidak batal, namun dia harus mengulang bacaan al fatihahnya, sedangkan jika terbalik dan merubah makna, maka batal shalatnya.
  2. Muwâlâh (tidak lama berhenti dari ayat satu sampai ayat tujuh), batal shalatnya jika berhenti lebih lama dari sekira mengambil nafas.
  3. Menjaga semua huruf-hurufnya. Mengurangi huruf atau mengganti suatu huruf dengan huruf lain bisa membatalkan shalat, namun ada ikhtlaf terkait huruf dhod dengan dzo’, qof dengan kaf[2].
  4. Menjaga semua tasydid-tasydidnya. Mengurangi tasydid tidak membatalkan shalat, namun harus mengulangi bacaan ayat tsb, adapun menambahi tasydid jika merubah makna dan dia tahu dan sengaja maka batal shalatnya, jika tdk tahu mk tidak batal.
  5. Tidak berhenti baik lama atau tidak dengan maksud mengakhiri bacaan.
  6. Membaca seluruh ayat-ayatnya, termasuk basmalah.
  7. Tidak lahn yang dapat merusak makna. Jika mengganti an’amta menjadi an’amtu atau an’amti maka batal shalatnya.
  8. Dibaca pada waktu berdiri, bagi orang yang sholat berdiri. Jika sebagian ayatnya dibaca saat antara bangkit dari sujud ke arah berdiri, atau saat mau ruku, maka tidak sah bacaannya.
  9. Dibaca seluruh ayatnya sekira didengar diri sendiri (jika dia tidak tuli).
  10. Tidak diselingi dzikir asing (yang bukan untuk kemaslahatan shalat), jika dia bersin, lalu mengucap “alhamdulillah” maka wajib baginya mengulangi bacaan al fatihahnya dari awal, jika sekedar bersin, namun tidak mengucap alhamdulillah, maka tinggal melanjutkan bacaan al fatihahnya.
  11. Tidak berpaling. Jika dia memaksudkan membacanya bukan untuk membaca al fatihah (misalnya dia keraskan ayatnya saat melihat kucing mau makan ikannya semata-mata dg maksud mengusir kucing) maka tidak sah.
  12. Membacanya dengan bahasa arab, tidak sah kalau membaca terjemahnya saja. Allaahu A’lam. [M. Taufik NT]

Baca Juga:


[1] Diringkas dari kitab at Taqrîrât as Sadîdah hal 215 dst.

[2] Mengganti huruf ض dengan ظ membatalkan shalat dalam qoul ashohh, yang muqobilul asohh tidak batal karena sulitnya membedakan pengucapan dua huruf tsb, begitu juga dlm tafsir fakhrur razi, ini adalah keringanan bagi org umum, dan seharusnya hal ini tetap dilatih agar bisa tepat pengucapannya. Adapun pengucapan Qof dengan mirip Kaf, yakni jadi seperti huruf G, syaikh Zakariyya al Anshori, Ibnu Rif’ah dan ulama-ulama Hadhromaut membolehkannya, sementara imam ar Ramli dan Khatib as Syarbini memakruhkannya, sedangkan ibnu hajar dan at Thabary melarangnya.

Posted on 16 Agustus 2016, in Ibadah, Syari'ah and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Assalamu’laikum ustad, semoga kita semua dalam lindungan-Nya..mau nanya lagi ni ustad. berkaitan dengan pembacaan Alfatihah dalam sholat. jadi bagaimana dengan orang yang sholat yang baca fatihahnya cepat seperti dalam sholat tarawih misalnya, karna bcaanya tidak ” sempurna” terutama pnjg pendeknya.

    kemudian ustad apakah ada perpedaan cara sujud dalam sholat antara laki-laki dan wanita, karna kita sering lihat wanita lebih menempelkan telapak tangannya ke arah muka. terimakasih ustd atas penjelasannya.

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam… selama tidak merubah makna dan mengurangi huruf sbgmn syarat2 diatas, maka tetap sah.
      Dalam madzhab syafi’i memang ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan semisal dalam cara ruku’ dan sujud, insya Allah nanti ditulis. Allaahu A’lam

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s