Khutbah Jum’at- Mengobati Stres

DSJ sambang lihum - RadarBanjarmasin11Maret2016Stres merupakan penyakit yang melanda kehidupan manusia di era kapitalistik saat ini. Ia bisa menjangkiti siapa saja, kaya, miskin, pekerja maupun pengangguran.

Di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalsel, dalam satu bulan, yakni Pebruari 2016 tercatat 1.463 orang yang menjalani rawat jalan, sementara 135 orang rawat inap. (Radarbanjarmasin, 11/3/16). Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan, 6 persen (sekitar 11 juta jiwa[1]) masyarakat Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional…. (Kompas.com, 21/6/15)[2].

Sebagian orang berupaya ‘mengobati’ stres dengan narkoba, dan hasilnya sekitar 50 orang perhari ‘berhasil’ menghilangkan stresnya karena overdosis dan meninggal dunia, sebagian ke tempat hiburan malam, sebagian lagi ke psikiater.

Islam telah memberikan obat yg manjur terhadap penyakit stres ini, yakni Dzikrullah (mengingat Allah). Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِۗ أَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra’d : 28)

Imam al Hasan al Bashri menyatakan:

الذِّكْرُ ذِكْرَانِ ذِكْرُ اللِّسَانِ فَذَلِكَ حَسَنٌ وَأَفْضَلُ مِنْهُ ذِكْرُ اللَّهِ عِنْدَ أَمْرِهِ وَنَهْيِهِ

“Dzikir itu ada dua macam, dzikir dengan lisan, dan dzikir lisan ini baik, dan yang lebih baik dari dzikir lisan adalah mengingat Allah ketika melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.” (ad-Dzakhîrah, 13/323)

Adapun dzikir dengan anggota badan, Imam Fakhrurrozi menjelaskan:

وَالذِّكْرُ بِالْجَوَارِحِ هُوَ أَنْ تَصِيرَ مُسْتَغْرَقَةً بِالطَّاعَاتِ

Dzikir dengan anggota badan adalah dengan menjadikan anggota badan sibuk dalam ketaatan kepada Allah.[3]

Paling tidak ada dua aspek yang menjadikan mengapa dzikir- jika benar-benar dilakukan- bisa menentramkan jiwa.

Pertama, dengan dzikir lisan, hati dan anggota badan, masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik. Jika lidah, hati dan perasaan seseorang mengingat Allah, lalu dia berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang dia hadapi sesuai dengan syari’ah-Nya, maka Allahlah yang akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dia hadapi, sebagaimana firman-Nya:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Ia akan menjadikan baginya jalan keluar (QS. Ath Thalaq : 2)

Disamping itu, dzikir dengan mentaati hukum-hukum syari’ah yang telah Allah turunkan itulah sebenarnya jalan keluar yang paling baik bagi problem yang dihadapi manusia dan menjadikan mereka tenteram dengannya. Hal ini karena Islam memang diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya: 107)

Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Al Baidlowi (w. 685 H) dalam tafsirnya menjelaskan[4] bahwa diutusnya nabi Muhammad saw sebagai rahmat (kasih sayang Allah) bagi semesta alam adalah karena risalah yang dibawa Rasulullah merupakan sebab kebahagiaan mereka, sekaligus sebab kemaslahatan kehidupan mereka, dunia dan akhirat[5], bahkan orang yang ingkarpun karena secara tidak langsung mengikuti sebagian ajaran Islam dalam hal publik, mereka akan memperoleh kebahagiaan hidup di dunia[6].

Sebaliknya, tanpa diatur dengan aturan Allah kehidupan manusia, baik muslim maupun non muslim akan penuh kesengsaraan, bahkan saat ekonomi mereka berkelebihan sekalipun. Oleh sebab itu, stres, sakit jiwa, bahkan bunuh diri menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang tidak diatur dengan aturan Allah swt. Tidak heran jika sekitar 10 ribu orang pertahun bunuh diri di Indonesia, 30 ribu pertahun di Jepang, dan 31 ribu pertahun di Amerika.[7]

Kedua, dzikir menjadikan masalah yang dihadapi bisa disikapi dengan benar. Dengan mengingat berbagai ni’mat yang Allah berikan, mengingat bahwa kehidupan dunia ini sementara, mengingat bahwa musibah akan mendapatkan pahala jika mampu bersabar, akan menentramkan hati seseorang.

Al-Khansa’, saat belum mengenal Islam, ketika ditinggal mati saudaranya yang bernama Shakhr, dia bersya’ir yang mengungkapkan kepedihan hatinya

الا يا صخر لا أنساك حتى … أفارق مهجتي ويشقّ رمسي

ولولا كثرة الباكين حولي … على إخوانهم لقتلت نفسي

ketahuilah wahai sakhr, aku tidak akan melupakan engkau sampai … terpisah darahku dan terbelah kuburku… Seandainya bukan karena banyaknya orang-orang yang (akan) menangis disekitarku … atas (kematian) saudara-saudara mereka, niscaya aku akan membunuh diriku”

Namun ketika Islam sudah tertanam dalam benaknya, ketika beliau diberitahu kematian empat orang putranya dalam medan perang, tidak ada ungkapan putus asa, apalagi ingin bunuh diri, beliau justru berkata: “Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya”.

Ketika ‘Urwah bin Zubair kehilangan satu putranya dan satu kakinya yang harus diamputasi karena suatu musibah, beliau berkata:

اللَّهُمَّ كَانَ لِي بَنُونَ سَبْعَةٌ فَأَخَذْتَ مِنْهُمْ وَاحِدًا وأَبْقَيْتَ سِتَّةً، وَكَانَتْ لِي أَطْرَافٌ أَرْبَعَةٌ فَأَخَذْتَ مِنِّي طَرَفًا وَأَبْقَيْتَ لِي ثَلَاثًا، وَايْمُكَ لَئِنِ ابْتَلَيْتَ لَقَدْ عَافَيْتَ، وَلَئِنْ أَخَذْتَ لَقَدْ أَبْقَيْتَ[8]

“Wahai Allah, adalah aku mempunyai tujuh anak (pemberian-Mu) dan Engkau hanya mengambilnya satu dan menyisakan enam, aku memiliki empat anggota (dua tangan dan dua kaki), dan Engkau hanya mengambilnya satu dan menyisakannya tiga, Demi Engkau, jika Engkau memberi musibah (sakit) maka Engkau sungguh telah memberikan kesehatan, dan jika Engkau mengambil, maka Engkau telah menyisakan (lebih banyak)”

Sungguh, jika manusia senantiasa mengingat Allah, lidah, hati, pikiran dan perbuatannya, maka tidak ada masalah dunia ini yang berat yang membuat stres apa lagi sakit jiwa.Allaahu A’lam. [M.Taufik NT]
Download selengapnya di sini: Khutbah Jum’at – Mengobati Stres ok

Baca Juga:


[1] Jumlah penduduk yang berusia > 15 tahun sekitar 183 juta jiwa

[2] Kerugian ekonomi yang hilang akibat gangguan jiwa, berupa hilangnya produktivitas, beban ekonomi dan biaya kesehatan yang harus ditanggung keluarga dan negara, diperkirakan lebih dari Rp 20 triliun setahun

[3] Fathul Bary, juz 11 hal 209

[4] لأن ما بعثت به سبب لإسعادهم وموجب لصلاح معاشهم ومعادهم، وقيل كونه رحمة للكفار أمنهم به من الخسف والمسخ وعذاب الاستئصال.

[5] Lihat juga surat An Nahl : 89

[6] Tafsir Depag RI

[7] Diolah dari data di wikipedia.org

[8] المرض والكفارات لابن أبي الدنيا، ص 116

Posted on 15 Maret 2016, in Khutbah Jum'at and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s