Mengusap Wajah setelah Berdoa

… saya mau tanya tentang mengusapkan tangan setelah berdoa. Apa hukumnya? Adakah dalil dan qoul ulama tentang masalah itu?

***

Ada perbedaan pandangan tentang hukumnya, sebagian (seperti Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Imam as Shon’ani, az Zarkasyi, dan sebagian Ulama madzhab Syafi’i) menyatakan itu disyari’atkan, sebagian yang lain (seperti imam Malik, Sufyan ats Tsauri juga sebagian lain ulama madzhab Syafi’i) mengingkarinya.

Pangkal perbedaan pendapatnya adalah dalam menilai hadits dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي اَلدُّعَاءِ، لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Adalah Rasulullah SAW jika membentangkan tangannya ketika berdo’a, beliau tidak menurunkannya sampai beliau mengusap kedua tangan tersebut ke wajahnya. (HR. at Tirmidzi).

Sebagian ‘ulama mendho’ifkannya, sebagian yang lain menyatakan ada penguat sehingga hadits tersebut naik derajatnya menjadi hasan.

Al Imam Al Hâfidz Ibnu Hajar al Asqalany (w. 852 H) dalam kitabnya, Bulughul Marom mengatakan bahwa hadits ini memiliki syawâhid, diantaranya adalah hadits Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkna oleh Abu Daud. Yang keseluruhan jalannya menunjukkan bahwa hadits tersebut hasan.[1]

Begitu pula dengan riwayat Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad dari Abu Nu’aim (Wahb), dia berkata:

رَأيتُ ابْنَ عُمر وَابْنَ الزبيرِ يَدعوان، يديرَانِ بَالرَّاحتين عَلى الوجه

“Aku melihat Ibnu Umar dan Ibnu Az Zubeir mereka berdo’a, (lalu) mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.” Al Hafizh Ibnu Hajar menghasankannya dalam Amali Al Adzkar, sementara sebagian yang lain mendho’ifkannya.

Adapun sikap para ‘Ulamapun beda-beda, Al ‘Izz bin ‘Abdissalam rahimahullah (w. 660 H) berkata,

ولا يمسح وجهه بيديه عقيب الدعاء إلا جاهل .

Tidak ada yang mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdo’a kecuali orang yang bodoh. (Fatawa Al ‘Izz bin ‘Abdis Salam, hal. 47)

Hanya saja penulis kitab Al Futuhat Ar Rabbâniyyah ‘Ala al Adzkar an Nawâwiyyah, membantah hal tersebut:

وَقَوْل بَعْضِ الْعلماء فِي فَتَاوِيهِ وَلاَ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ عَقِبَ الدُّعَاءِ إِلاَّ جَاهِلٌ، مَحْمُولٌ عَلَى أَنَّهُ لَمْ يَطَّلِعْ عَلَى هَذِهِ الأْحَادِيثِ

“Perkataan sebagian ‘Ulama dalam fatwanya, dan tidaklah mengusap wajah dengan kedua tangannya setelah berdoa melainkan orang yang bodoh, mengandung kemungkinan bahwa dia belum menelaah hadits-hadits ini. (Al Futuhat Ar Rabbâniyyah ‘Ala al Adzkar an Nawâwiyyah, juz 7 hal 169).

Dalam Madzhab Syafi’i sendiri, para Ulamanya berbeda pendapat, sebagaimana dinyatakan oleh Imam An Nawawi (w 676 H):

وَالْحَاصِلُ لِأَصْحَابِنَا ثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ (الصَّحِيحُ) يُسْتَحَبُّ رَفْعُ يَدَيْهِ دُونَ مَسْحِ الْوَجْهِ (وَالثَّانِي) لَا يُسْتَحَبَّانِ (وَالثَّالِثُ) يُسْتَحَبَّانِ وَأَمَّا غَيْرُ الْوَجْهِ مِنْ الصَّدْرِ وَغَيْرِهِ فَاتَّفَقَ أَصْحَابُنَا عَلَى أَنَّهُ لَا يُسْتَحَبُّ بَلْ قَالَ ابْنُ الصَّبَّاغِ وَغَيْرُهُ هُوَ مَكْرُوهٌ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ

Kesimpulannya, ada tiga pendapat para sahabat kami (Syafi’iyah); (yang shahih) dianjurkan (mustahab) mengangkat kedua tangan tetapi tanpa mengusap wajah, (kedua) keduanya tidak mustahab, (ketiga) keduanya mustahab. Ada pun selain wajah, seperti dada dan selainnya, para sahabat kami sepakat bahwa hal itu tidak dianjurkan, bahkan Ibnu Ash Shabagh mengatakan hal itu makruh. Wallahu A’lam (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/501).


[1] وَلَهُ شَوَاهِدُ مِنْهَا: حَدِيثُ اِبْنِ عَبَّاسٍ: عَنْ أَبِي دَاوُدَ وَمَجْمُوعُهَا يَقْتَضِي أَنَّهُ حَدِيثٌ حَسَنٌ.

Baca Juga:

Posted on 22 Januari 2016, in Do'a, Ikhtilaf. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s