Khutbah Jum’at-Diusir Rasulullah SAW Pada Hari Akhir

Imam Muslim menceritakan dari Abu Hurairah r.a bahwa pada suatu hari Nabi SAW melakukan ziarah kubur, beliau mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian”.

Selanjutnya beliau berkata:

وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا

“Aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita”

Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan, sehingga mereka bertanya:

أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟

“Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?

Rasulullah menjawab :

أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

“Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah orang-orang yang belum ada.”

Kembali para sahabat bertanya:

كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللهِ

“Bagaimana engkau dapat mengenali umatmu yang belum ada saat ini wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ

Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?

Para sahabat menjawab :

بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ

“tentu saja wahai Rasulullah”

Maka Rasulullah bersabda:

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ، أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ، فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا[1]

‘Sesungguhnya mereka akan datang dalam keadaan muka dan kaki mereka putih bercahaya karena bekas wudlu. Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang diusir dari telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat’. Aku memanggil mereka, ‘Kemarilah kamu semua’. Maka dikatakan, ‘Sesungguhnya mereka telah menukar ajaranmu selepas kamu wafat’. Maka kukatakan kepada mereka: “Pergilah jauh-jauh dari sini. (HR. Muslim).

Berkaitan dengan hal ini, Imam an Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim mengutip pernyataan al Imam al Hâfidz Abu ‘Amr bin Abdil Barr:

كُلُّ مَنْ أَحْدَثَ فِي الدِّينِ فَهُوَ مِنَ الْمَطْرُودِينَ عَنِ الْحَوْضِ، كَالْخَوَارِجِ وَالرَّوَافِضِ وَسَائِرِ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ، قَالَ وَكَذَلِكَ الظَّلَمَةُ الْمُسْرِفُونَ فِي الْجَوْرِ وَطَمْسِ الْحَقِّ وَالْمُعْلِنُونَ بِالْكَبَائِرِ قَالَ وَكُلُّ هَؤُلَاءِ يُخَافُ عَلَيْهِمْ أَنْ يَكُونُوا مِمَّنْ عَنُوا بِهَذَا الْخَبَرِ

“setiap orang yang mereka-reka sesuatu dalam agama (Islam) maka dia termasuk orang-orang yang diusir dari telaganya Rasulullah SAW diakhirat, seperti kalangan khawârij dan râfidhah dan semua pengikut hawa nafsu, begitu juga orang-orang yang dzalim, para penindas, orang-orang yang menutupi kebenaran, dan yang menyatakan dosa-dosa besar mereka dengan terang-terangan, mereka semua dikhawatirkan termasuk orang-orang yang dimaksud dalam hadits ini”

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Al Bazzar, dimana perawinya shahih, Rasulullah pernah mendoakan Ka’ab bin Ujrah: “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang bodoh”, maka Ka’ab bertanya: apa itu pemerintahan orang bodoh? Rasulullah bersabda:

أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي، لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي، وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي، فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي، وَلَسْتُ مِنْهُمْ، وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي…

“Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku, dan tidak berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedzaliman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan golongannya, dan mereka tidak akan sampai ke telagaku…”

Riwayat-riwayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa walaupun seseorang rajin wudhu (& shalat) didunia hingga bekas-bekas wudhu terlihat diwajahnya kelak di akhirat, namun masih mungkin Allah dan Rasul-Nya tidak ridha kepadanya karena dia menukar ajaran Rasulullah dengan ajaran-ajaran yang lain. Petunjuk Rasulullah dalam mengatur kehidupan sama sekali tidak dihiraukan, bahkan sebaliknya dianggap tidak relevan, sementara ‘petunjuk’ orang-orang kuno seperti Plato, Aristoteles, Adam Smith, John Lock, Lenin, atau nenek moyang itulah yang dibanggakan.

Rasulullah SAW pernah marah ketika ‘Umar r.a sekedar membaca Taurat, padahal sedikit banyak Taurat adalah wahyu Allah SWT, lalu apa sikap dan tindakan Rasulullah saw jika kita lebih melihat dan menuruti pandangan hidup orang-orang kuno tersebut, padahal yang mereka tulis bukanlah wahyu?. Lidah kita basah memuji-muji Rasulullah saw, namun petunjuk beliau dijauhkan dari kehidupan kita, dan kita merasa semua itu bukan masalah? Semoga kita bisa memperbaiki sikap kita kepada Rasulullah SAW hingga tidak termasuk orang-orang yang diusir beliau di akhirat kelak.

[1] [شرح محمد فؤاد عبد الباقي]

[ش (بين ظهري خيل دهم بهم) قيل الظهر مقحم وفي الحديث أفضل الصدقة ما كان عن ظهر غنى والمراد نفس الغني والمعنى بين أفراس وقوله دهم بهم أي سود لم يخالط لونها لون آخر (وأنا فرطهم على الحوض) أي متقدمهم إليه قال ابن الأثير يقال فرط يفرط فهو فارط وفرط إذا تقدم وسبق القوم ليرتاد لهم الماء ويهيئ لهم الدلاء والأرشية (ألا هلم) معناه تعالوا قال أهل اللغة في هلم لغتان أفصحهما هلم للرجل والرجلين والمرأة والجماعة من الصنفين بصيغة واحدة وبهذه اللفظة جاء القرآن في قوله تعالى هلم شهداءكم والقائلين لإخوانهم هلم إلينا واللغة الثانية هلم يا رجل وهلما يا رجلان وهلموا يا رجال وللمرأة هلمي وللمرأتان هلمتا وللنسوة هلممن (سحقا سحقا) معناه بعدا بعدا والمكان السحيق البعيد ونصب على تقدير ألزمهم الله سحقا أو سحقهم سحقا]

Posted on 7 Januari 2016, in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s