Khilafah Berawal di Al Quds ?

Assalamualaikum ustadz, berikut ada hadits, Ibn Asakir meriwayatkan dari Yunus bin Maisarah bin Halbas bahwa Nabi Muhammad SAW berkata:

“Perkara ini (Khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syam, lalu di Jazirah, lalu di Iraq, lalu di Madinah, lalu di Al-Quds (Baitul Maqdis). Jika ia (Khilafah) ada di Al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksanya (ibu kota) keluar dari sana (Al Quds), ia (Khilafah) tak akan kembali ke sana selamanya.”

Sementara kita telah menyaksikan ibu kota khilafah berada di madinah pada masa khulafaur rasyidin, damaskus pada bani ummayah, iraq pada bani abbasiyah (kemudian kalo tidak salah berpinfah ke mesir), kemudian terakhir di istanbul pada bani ustmaniyyah. Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana memahami hadits diatas sesuai realitas di masa lalu dan yang akan datang, maksudnya mana saja yang sudah terjadi dan yang belum terjadi? mohon penjelasannya. (fitrian)

===

Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuhu.

Redaksi hadits tsb adalah :

هَذَا الأَمْرُ كَائِنٌ بَعْدِي بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِالشَّامِ ، ثُمَّ بِالْجَزِيرَةِ ، ثُمَّ بِالْعِرَاقِ ، ثُمَّ بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ، فَإِذَا كَانَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ فَثَمَّ عُقْرُ دَارِهَا ، وَلَنْ يُخْرِجَهَا قَوْمٌ فَتَعُودَ إِلَيْهِمْ أَبَدًا ” .

“Perkara ini (Khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syam, lalu di Jazirah, lalu di Iraq, lalu di Madinah, lalu di Baitul Maqdis. Jika ia (Khilafah) ada di Baitul Maqdis, lalu Baitul Maqdis menjadi pusat negerinya, tidaklah suatu kaum mengeluarkannya dari sana lalu akan kembali kepada mereka selamanya.” (Ibnu ‘Asâkir, Târikh Dimasyq, 1/185)

Al Hâfidz Ibnu ‘Asâkir sendiri telah menjelaskan hadits ini dengan menyatakan:

يَعْنِي بِقَوْلِهِ بِالْجَزِيرَةِ : أَمْرٌ مَرْوَانَ بْنَ مُحَمَّدٍ الْحَمَّارَ ، وَبِقَوْلِهِ بِالْمَدِينَةِ : بَعْدَ الْعِرَاقِ ، يَعْنِي بِهِ الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ ، ثُمَّ يَنْتَقِلُ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَبِهَا يُحَاصِرُهُ الدَّجَّالُ ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ .

Yakni perkataan beliau di jazirah: kekhilafahan Marwan bin Muhammad bin Al Hammar, dan perkataan beliau saw di Madinah : setelah Iraq, yakni khilafah Al Mahdi di akhir zaman, kemudian berpindah ke Baitul Maqdis, dan dengannya dikepunglah Dajjal, Allahu A’lam. (Ibnu ‘Asâkir (w. 571), Târikh Dimasyq, 1/185)

Juga di riwayatkan Nu’aim bin Hammad (w. 228) dalam kitab al Fitan, hal 275

==

Tambahan: dari sisi sanad, hadits tersebut adalah hadits mursal (para ‘ulama berselisih tentang kehujjahan hadist mursal). Yunus bin Maisarah bin Halbas adalah tabi’in yang tsiqat, tidak pernah bertemu Rasulullah saw, namun beliau menyatakan bahwa Rasulullah telah bersabda (ada level sahabat yang tidak disebutkan. Yunus itu mendengar dari sahabat siapa, ini tidak diketahui).

==

Jadi kurang tepat kalau sebagian orang menyetakan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa jalan untuk menegakkan khilafah adalah dengan memerangi Isreal (jihad) terlebih dahulu, membebaskan Palestina, baru kemudian mengangkat Khalifah di sana. Allahu A’lam. [M. Taufik N.T]

Baca Juga:

Posted on 2 April 2015, in Mutiara Hadits, Politik, Syari'ah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s