Khutbah Jum’at – Indonesia Surganya Miras

Minggu ini kita dikejutkan dengan kematian massal akibat minuman keras (miras) oplosan, 17 orang tewas dan ratusan lainnya harus dirawat di rumah sakit di Sumedang, Jabar (okezone.com, 8 Des 14). Walaupun negeri ini dihuni mayoritas muslim, namun miras dengan mudah bisa didapatkan, tidak aneh kalau tahun lalu aktivis sosial Fahira Idris menyebut Indonesia sebagai surganya miras.

18 tahun yang lalu (1996), total produk miras di Indonesia sudah mencapai 225,66 juta liter pertahun, ini belum terhitung yang illegal. Awal Desember 2011, Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan 14 ton miras ke Timika, dan juga berhasil menyita lima ton miras lokal dari Manado (tempo.co, 5/12/11). Awal bulan ini Polres Bogor Kota berhasil mengungkap industri pembuatan miras ilegal terbesar di Kota Bogor. (liputan6.com, 7/12/14).

Pelanggaran terhadap larangan Allah swt, apapun larangan itu, pasti akan menyebabkan kesempitan hidup, baik di dunia, apalagi diakhirat kelak. Allah dengan tegas telah melarang khamr, bahkan Allah menjelaskan diantara akibat buruknya, Dia berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al Ma-idah : 91).

Bukan hanya peminumnya, Rasulullah menyatakan siapa saja yang dilaknat berkaitan dengan khamr:

لُعِنَتْ الْخَمْرُ وَشَارِبُهَا وَسَاقِيهَا وَبَائِعُهَا وَمُبْتَاعُهَا وَحَامِلُهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَعَاصِرُهَا وَمُعْتَصِرُهَا وَآكِلُ ثَمَنِهَا

Telah dila’nat khamr dan peminumnya, pemberi minumnya, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan kepadanya, pemerasnya, produsennya, yang memakan harganya (HR. Ahmad)

Kenapa kasus miras dari tahun ketahun, di negeri yang dihuni mayoritas muslim ini tidak teratasi? ini karena upaya yang dilakukan hanya bersifat parsial, tidak menyeluruh. Memang benar razia dilakukan, bahkan sebagian ormas juga ikut mensweeping, namun yang dirazia hanya yang illegal, sementara ratusan pabriknya justru dilindungi undang-undang, bahkan didorong untuk meningkatkan produksinya. Memang benar para ‘ulama sudah mendidik umat, menjelaskan akan tercelanya mabuk-mabukan, namun sebagian mereka membiarkan undang-undang yang ‘menghalalkan’ dibangunnya pabrik miras. Memang benar sebagian anggota dewan berjuang menggolkan perda anti miras, namun ketika sudah disahkan, perda tersebut dibatalkan karena dinilai telah melanggar aturan yang lebih tinggi, Keppres Nomor 3 Tahun 1997, padahal seharusnya aturan Allah swt lah yang tertinggi, dan seharusnya pula tegaknya aturan Allah swt yang harus mereka perjuangkan tanpa kompromi.

Masalah miras dan rusaknya generasi ini tidak akan berhasil diselesaikan kecuali jika kita mengambil dan berupaya menerapkan aturan Islam secara utuh; mendidik dan menjaga diri dan keluarga dengan landasan Islam, memilih lingkungan pergaulan yang baik, dan yang tidak kalah pentingnya penguasa wajib menerapkan syari’ah Islam, termasuk melarang umat Islam meminum, membuat, menjual, membelikan maupun membawakan miras, serta memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda:

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فاَجْلِدُوْهُ

“Barangsiapa meminum khamr, maka jilid (pukul) lah dia”.

Menurut ijma’ shahabat, peminum khamr harus dijatuhi had jilid, tidak boleh kurang dari 40 kali jilid.

جَلَدَ النَّبِيُّ أَرْبَعِيْنَ، وَأَبُوْبَكْرٍ أَرْبَعِيْنَ، وَعُمَرُ ثَمَانِيْنَ، وَكُلٌّ سُنَّةٌ

“Nabi saw menjilid (peminum khamr) 40 kali, Abu Bakar 40 kali, ‘Umar 80 kali, dan semuanya adalah sunnah.” (HR. Muslim).

Kalau kita hanya mengambil hukum-hukum Islam sebagai nasihat saja, dan tidak menghiraukan hukum-hukum lainnya, semisal hukum pidananya, ini ibarat kita memelihara tanaman, kita pupuk, kita sirami, namun kita biarkan hama dan gulma menyerang tanaman tersebut. Allahu A’lam.  [M. Taufik NT]

Download selengkapnya (pdf) di sini

Baca juga:

Posted on 10 Desember 2014, in Khutbah Jum'at, Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s