Bolehkah Menjadi Pegawai Pajak?

Bolehkah  bekerja sebagai pemeriksa, akuntan, dan pencatat pajak, termasuk menentukan berbagai denda berdasarkan UU Pajak yang berlaku.

Jawab :

Terkait dengan pekerjaan di kantor pajak atau cukai, kami tegaskan pajak dan cukai adalah kezaliman penguasa. Maka tindakan apa saja yang mendukung kezaliman penguasa, wajib dijauhi oleh setiap muslim.

Adapun yang terkait dengan orang yang bekerja di kantor cukai atau pajak, maka hukumnya dilihat dulu : Jika pekerjaannya adalah menentukan besarnya pajak atau cukai, atau menentukan berapa besarnya pajak yang harus dibayar oleh pedagang (wajib pajak), maka hukumnya tidak boleh. Demikian pula tidak boleh hukumnya jika dia memungut pajak disertai paksaan kekuatan, yaitu dia datang bersama polisi ke sebuah toko dan meminta cukai dari pemilik toko, lalu jika pemilik toko tak mau membayar dia memerintahkan polisi untuk menangkapnya, atau tindakan yang semisal itu.

Adapun jika dia membawa catatan yang menerangkan besarnya cukai yang harus dibayar, lalu datang ke sebuah toko dan meminta cukai dari pemilik toko seraya berkata, “Menurut catatan Anda harus membayar pajak sekian,” maka hukumnya tidak apa-apa. Demikian juga tidak apa-apa jika dia bertugas memeriksa rekening-rekening di suatu kantor, atau yang semisal itu. Dengan perkataan lain, jika orang yang bekerja di kantor pajak atau cukai adalah penentu kebijakan (decision maker) dalam menentukan besarnya pajak yang harus diambil, atau bekerja sebagai petugas pelaksana yang memungut pajak dengan paksaan kekuatan atau yang semisal itu, maka semua ini tidak dibolehkan, karena termasuk tindakan menolong penguasa yang zalim. Adapun jika pekerjaannya hanya memberitahukan besarnya pajak yang tercatat kepada wajib pajak, baik pajak itu dibayarkan kepadanya atau wajib pajak itu datang ke kantor pajak untuk membayarnya, atau ia bekerja untuk memeriksa lagi rekening-rekening di suatu kantor, maka semua pekerjaan ini tidak apa-apa (boleh).

Tetapi yang lebih baik adalah dia mencari pekerjaan lain hingga dia dapat terbebas dari tugas-tugas yang diharamkan dari kantor pajak. Sebab pekerjaannya di kantor pajak atau cukai terkadang dapat memaksanya untuk melakukan tugas-tugas yang diharamkan. Allahu A’lam. (diadaptasi dari kumpulan soal jawab)

Baca Juga:

  • Tidak Masuk Surga Pemungut Pajak/Cukai
  • Pajak (Dharîbah) dalam Timbangan Syari’ah
  • Sumber Pemasukan Negara dalam Islam
  • Posted on 20 Juli 2014, in Ekonomi, Politik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s