Khutbah Jum’at – Sakit Jiwa

 

Pasca pemilu 2014 ini kita disuguhi berbagai informasi tentang sakit jiwanya sebagian caleg gagal, mulai dari level paling rendah, misalnya depresi, hingga menengah dan tinggi, seperti ngomong sendiri, bahkan bunuh diri. Gejala ini tidak hanya terjadi di kota besar, namun juga di pelosok, seperti RSJ Abepura yang banyak kekurangan ranjang karena “diserbu” caleg stress[1].

Tidak hanya pemilu kali ini, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI Tahun 2010, Pemilu 2009 juga menyebabkan munculnya 7.376 orang sakit jiwa baru, mereka adalah para caleg yang gagal memenangkan Pemilu[2].

Angka bunuh diri di Indonesia juga tergolong tinggi, sebanding dengan Jepang, menempati posisi yang sama di urutan kesembilan. Di Indonesia, angka bunuh diri diperkirakan setiap tahun mencapai 50 ribu orang[3]. Bedanya kalau di Jepang ada budaya harakiri, dimana bunuh diri dilakukan sebagai bagian dari kuatnya budaya malu, kalau di Indonesia bunuh diri kebanyakan karena stress.

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal dari sisi materi, katanya kehidupan semakin baik, semakin “modern”, pertumbuhan ekonomi juga dilaporkan selalu naik?

Tidak sedikit yang mengaku meyakini bahwa Allah swt Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Penyayang, namun sayangnya tidak sedikit pula yang lebih percaya kepada konsepnya para psikolog, konsep dan pandangan hidupnya para politikus, negarawan dll dari pada menengok apa yang Allah swt jelaskan untuk kebahagiaan umat manusia.

Padahal Allah SWT dengan kasih sayang-Nya telah menurunkan petunjuk kehidupan demi kebahagiaan manusia. Dia juga menjelaskan akibat apa yang bakal diterima ketika manusia menolak aturan-aturan-Nya. Allah swt berfirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى – وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thaha : 123-124)

Imam Ibnu Katsir (w. 774 H), dalam tafsirnya menyatakan bahwa maksud “berpaling dari peringatan-Ku”:

أَيْ: خَالَفَ أَمْرِي، وَمَا أَنْزَلْتُهُ عَلَى رَسُولِي، أَعْرَضَ عَنْهُ وَتَنَاسَاهُ وَأَخَذَ مِنْ غَيْرِهِ هُدَاهُ

Yakni: menentang perintah-Ku dan menentang apa yang Aku turunkan kepada Rasul (utusan)-Ku. Yaitu berpaling darinya, berpura-pura lupa kepadanya dan mengambil selain petunjuk-Nya [4].

Sedangkan Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menyatakan:

أي ومن أدبر عن ديني وتلاوة كتابي والعمل بما فيه

Yakni berpaling dari agama-Ku, dan membaca kitab-Ku dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya[5].

Sungguh, apa yang dikatakan Allah benar-benar terjadi, bukankah kita saksikan bagaimana pelanggaran terhadap aturan-Nya, bagaimana hukum syari’ah justru “dibelakangi”, diingkari, bahkan di“kriminalisasi” hanya dengan alasan ini bukan negara Islam, seolah-olah kalau bukan negara Islam maka bebas berbuat maksiyat?

Bukankah kita saksikan bagaimana dengan alasan mencegah penyebaran AIDS perzinaan justru “dilegalkan” dilokalisasi, riba juga semakin merajalela, baik yang legal maupun ilegal? Padahal Imam Adz Dhahabi (w. 748H) dalam Kitab Al Kabâir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

مَا ظهر فِي قوم الرِّبَا إِلَّا ظهر فيهم الْجُنُون

”Tidaklah riba itu tampak terang-terangan di suatu kaum kecuali tampak terang-terangan pula penyakit gila”. [6]

Bukan hanya gila di dunia, bahkan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip perkataan Abdullah Ibnu Abbas r.a :

آكِلُ الرِّبَا يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا يُخْنَق

“Orang yang makan riba itu akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila dan tercekik.”[7]

Ma’âsyirol Muslimin Rahimakumullah

Yang menjadi problem dalam kehidupan kita bukanlah besar kecilnya masalah yang dihadapi. Masalah sebesar apapun kalau Allah jadikan solusi bagi masalah tersebut maka akan mudah, sebaliknya masalah sekecil apapun, jika diselesaikan dengan “membelakangi” ketentuan Allah, maka masalah itu akan menggerogoti dan menghancurkan kehidupan kita. Sungguh tidak ada cara terbaik untuk menyelesaikan semua permasalahan, termasuk masalah sakit jiwa yang mengintai kehidupan masyarakat, melainkan dengan berupaya menjalankan dengan ridha semua hukum Allah dalam kehidupan kita, karena syari’ah Allah memang diturunkan sebagai obat/penawar dari semua penyakit yag ada dalam dada manusia, dan karena ketaqwaan kepada Allah, dengan menjalankan semua hukum-hukum-Nya merupakan satu-satunya jalan agar Allah memudahkan urusan kehidupan kita.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Ia akan menjadikan jalan keluar, dan memberinya rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka (QS. Ath Thalaq : 2 -3)

Sebaliknya, mencari-cari dalih untuk mengabaikan hukum-hukum Allah hanya akan memperpanjang bencana, sebagaimana sabda rasulullah saw:

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka. (HR. Ibnu Majah). Allahu A’lam. [M. Taufik NT]

Download selengkapnya di <<sini>>

Baca Juga:

[1] Liputan6.com, 15 April 2014

[2] Tribunnews.com, 9 Desember 2013

[3] Tempo.co, 26 Maret 2014

[4] Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 hal 322

[5] Tafsir Al Munir, Juz 16 hal 298

[6] Al-Kaba’ir, hal 63

[7] Tafsir Ibnu Katsir, 1/708

Iklan

Posted on 17 April 2014, in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Alhamdulillah. Terima kasih inspirasi bahan khutbah jumatnya.

    Suka

  2. Asalamu’alaikum..syukran ya ustd atas materi juma’atannya yg slalu ane sampaikan di setiap hutbah jum’at

    Suka

  3. syukran jazakallahu khoir… sering2 upload khutbah jumatnya ya tadz 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s