Khutbah Jum’at – Bingung (Menyikapi Sistem Hidup Selain Islam)

Oleh: M. Taufik N.T — download lengkapnya di <<sini>>

Suatu ketika Umar ibnul Khaththab r.a datang kepada Nabi SAW dengan membawa sebuah kitab yang diperolehnya dari sebagian ahlul kitab. Lalu dia membacakannya kepada Nabi SAW, maka Nabi pun marah seraya bersabda:

 

أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ، أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا، مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

“Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa agama yang putih bersih. Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepada mereka (ahlul kitab), sehingga mereka mengabarkan kebenaran kepada kalian namun kalian mendustakannya. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkannya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa masih hidup niscaya tidaklah melapangkannya kecuali dengan mengikuti aku.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi dari Jabir bin Abdullah)

Ma’âsyiral Muslimîn rahîmakumullâh

Ibn Khaldun (w. 808 H) menceritakan dalam kitab tarikhnya, bahwa sepeninggal Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash Shiddiq r.a, ketika Umar bin Al Khattab menjadi khalifah, dan dibawah kepemimpinannya Persia berhasil dibebaskan, maka panglima saat itu, Sa’ad bin Abi Waqqash r.a, ketika mendapatkan kitab-kitab mereka dan lembaran-lembaran ilmu mereka (buah pikiran mereka) yang tak terbatas (jumlahnya), beliau menulis surat kepada ‘Umar bin Khaththab meminta izin tentangnya untuk menukilnya (menerjemahkannya) agar bisa dimanfaatkan kaum muslimin. ‘Umar r.a membalas surat tersebut:

اِطْرَحُوْهَا فِي الْمَاءِ، فَإِنْ يَكُنْ مَا فِيْهَا هُدَى فَقَدْ هَدَانَا اللهُ بِأَهْدَى مِنْهُ، وَإِنْ يَكُنْ ضَلَالًا فَقَدْ كَفَانَا اللهُ

“Buanglah dia ke air (sungai/laut), jika di dalamnya ada petunjuk, maka sungguh Allah telah menunjuki kita dengan yang lebih baik daripada itu (yakni Islam), dan jika di dalamnya terdapat kesesatan maka sungguh Allah telah mencukupi kita”[1]

Ma’âsyiral Muslimîn rahîmakumullâh

Bagaimana kondisi saat ini? Sungguh kita bisa melihat tidak sedikit kaum muslimin yang dalam pandangan hidupnya justru lebih percaya diri merujuk kepada orang-orang kuno seperti Plato, Aristoteles, Adam Smith, John Lock, Lenin, atau mengatasnamakan nenek moyang, disaat yang sama, Islam yang mereka anut justru tidak ditoleh sedikitpun.

Kalau Rasulullah SAW marah ketika ‘Umar r.a sekedar membaca Taurat, padahal sedikit banyak Taurat adalah wahyu Allah SWT, lalu apa tindakan Rasulullah saw kepada kita kalau kita lebih melihat pandangan-pandangan hidup orang-orang kuno tersebut, padahal yang mereka tulis bukanlah wahyu?

Kalau Rasulullah SAW bertanya “Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? ketika ‘Umar r.a sekedar membaca Taurat, lalu apa sebutan yang pantas bagi kita, seandainya kita tidak merujuk kepada Islam saat membuat aturan, bukan pula kepada Taurat yg masih merupakan wahyu, walau banyak diubah manusia, namun justru merujuk kepada pandangan manusia yang jauh dari wahyu?.

Ma’âsyiral Muslimîn rahîmakumullâh

Sikap yang tepat bagi seorang muslim menghadapi hukum, undang-undang, ideologi, atau aturan kehidupan apapun yang terkait dengan sudut pandang kehidupan adalah seperti apa yang ditulis ‘Umar r.a kepada Sa’ad r.a:

فَإِنْ يَكُنْ مَا فِيْهَا هُدَى فَقَدْ هَدَانَا اللهُ بِأَهْدَى مِنْهُ

jika di dalamnya ada petunjuk, maka sungguh Allah telah menunjuki kita dengan yang lebih baik daripada itu (yakni Islam).

Seandainya itu baik, pastilah Islam lebih baik dari itu semua. Seandainya ada keburukan yang belum kita ketahui, Allah sungguh telah mencukupkan kita dengan agama ini.

Ma’âsyiral Muslimîn rahîmakumullâh

Lebih dari itu, Rasulullah menyebut sebagai sikap yang bingung bagi siapa saja yang masih mencari/menoleh kepada sistem hidup lain selain Islam. Terbukti pula bahwa ketika kehidupan diatur dengan selain aturan Allah SWT, kebingungan demi kebingungan melanda manusia.

Sebagai contoh, negara “bingung” dalam menekan dan mengatasi kriminalitas, Pada tahun 2005, jumlah penghuni LP di Indonesia mencapai 97.671 orang, namun pada April 2013 jumlah penghuni lapas di seluruh Indonesia menembus 157.684 orang. Denny Indrayana menyatakan jumlah tahanan lapas kelebihan 50.751 orang[2]. Di Jawa Timur saja, pada tahun 2012, angka pembunuhan mencapai 1357 kasus[3].

Bayangkan seandainya hukum Islam yang diterapkan, insya Allah tidak akan sebesar itu angka kriminalitas, dan kalaupun terjadi kriminalitas, tentunya tidak perlu sebesar itu negara menampung dan menghidupi mereka.

Sungguh benar sabda Rasulullah SAW:

لَحَدٌّ يُقَامُ فِي الْأَرْضِ، خَيْرٌ لِأَهْلِهَا مِنْ أَنْ يُمطَروا أَرْبَعِينَ صَبَاحًا

Sungguh satu hukum Allah ditegakkan di bumi, itu lebih baik bagi penghuninya dari pada hujan empat puluh pagi[4] (HR. Ahmad dan An Nasa-i)

Semoga Allah meneguhkan sikap dan pandangan kita dan dzuriyat kita untuk senantiasa berpegang teguh kepada agama Allah ini, dan tidak memalingkan kita kepada selain nya.

[1] Tarikh Ibnu Khaldun, Juz 1 hal 631. Dâr al Fikr. Beirut. 1408 H (dalam Maktabah Syâmilah)

[2] http://www.solopos.com/2013/05/01/denny-indrayana-jumlah-tahanan-lapas-kelebihan-50-751-orang-402082

[3] TRIBUNnews.com – Sen, 31 Des 2012

[4] المسند (2/362) والنسائي في السنن (8/75) من حديث أبي هريرة، رضي الله عنه

Baca Juga:

Iklan

Posted on 16 Agustus 2013, in Ibadah, Khutbah Jum'at, Kritik Pemikiran. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. as.pa ustad, karena allohnya, untuk di buat khutbah jum’ah tentang momentum ibadah haji dlam perjuangan penegakkan syariat islam dan khilafah.syukron.was. jeje.jamaluddin@gmail.com

    Suka

  2. m sholeh abdullah

    Alhamdulillah, khutbah hr ini lbh praktis. Inspirasi bahannya siap pake. Jazakallah ahsanal jaza’ ust Taufik. Terus berkarya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s