Adakah Jalan Rujuk Setelah Talak Tiga?

asslkum…pk sy mw brtanya…sy dg suami tlh brcrai dg mngucp thalaq3 …tp kmudian suami ingin rujuk lg sm sy dn tdk mw sy mnikah sm orang lain…memang sy jg msh sayng sm suami…pk mohon jwbnnya agar kami mnjadi sumi istri kmbali….trimakasih..

==

Wa’alaikumussalaam….

Ada dua kemungkinan tentang talak tiga:

Pertama: talak tiga terjadi dalam tiga waktu yang berbeda, misalnya suami mentalak istrinya pada suatu waktu (talak 1), lalu rujuk, lalu diwaktu lain dia talak lagi (jadinya talak 2), lalu rujuk dan diwaktu lain lagi dia talak lagi (jadinya talak 3). Dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat para ‘ulama bahwa memang telah jatuh talak tiga.

Kedua: Talak tiga dalam satu waktu, misalnya ucapan: “engkau ku talak tiga”, maka pendapat mayoritas sahabat dan tabi’in serta imam mazhab yang empat, juga Ibnu Hazm dari madzhab zhahiri bahwa talak tiga sekaligus jatuh tiga.

Adapun Thawus, Ibnu Qayyim Al Jawziyyah, Ibnu Taimiyah, dan Ahlu az-Zahir, berpendapat bahwa talak tiga sekaligus hukumnya jatuh talak satu. (Fatwa MUI thn. 1981)

Akibat dari Talak Tiga

Bila telah jatuh talak tiga, maka tidak ada jalan untuk rujuk kembali dengan istri, kecuali istrinya menikah dengan lelaki lain dan melakukan hubungan suami-istri dengan suami baru tersebut, kemudian suami baru tersebut menceraikannya. Akan tetapi haram hukumnya melakukan pernikahan pura-pura hanya agar bisa kembali ke suami sebelumnya.

فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ حَتَّىَ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَن يَتَرَاجَعَا إِن ظَنَّا أَن يُقِيمَا حُدُودَ اللّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemudian jika si suami mentalaknya (talak tiga), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 230)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُحَلِّلَ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah )

Jadi kalau sudah terlanjur talak tiga, tidak usahlah dikenang lagi masa lalu, sudah cukup kesempatan untuk mengukur kualitas hubungan dan kesabaran dalam menjalin rumah tangga, dan yakinlah bahwa ketentuan Allah adalah yg terbaik, Dia memberi jalan terbaik untuk hamba-hambanya, semoga Ibu mendapatkan ganti yang lebih baik. Hanya saja memang kalau ada qadha Allah setelah menikah serius dg yang lelaki lain dan ternyata bercerai secara alami, bisa saja menikah lagi dengan mantan suami pertama ibu. Allahu A’lam. [M. Taufik N.T]

Baca Juga:

Posted on 15 Agustus 2013, in Rumah Tangga, Syari'ah and tagged . Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. assalamuallaikum wr wb . pak ustad..
    saya sudah di ceraikan suami saya entah sudah berapa kali di ceraikan dalam pernikahan 1 tahun sudah berulang kali saya di ceraikan ..
    dan sekarang suami saya menyesali ucapannya.. lalu dia mengajak saya untuk rujuk kembali. apa boleh pak ustad tanpa saya harus menikah bersama oranglain karena saya masih sayang ..

    yg di ucapan seperti ini contohnya ustad
    1. sudahlah kita cerai saja
    2. liat saja nanti siapa ynag kenal talak
    3. hubungan ini engga bisa di lanjutin lagi
    4. kamu bakal aku ceraikan nanti
    5. udahlah kita urus saja di pengadilan.

    kira’seperti itu yg selalu dia ucapkan
    bagaimana ustad apakah bisa rujuk kembali atau kalau memang tidak bisa bagaimana menyampaikan kepada dia.
    terimakasih
    wassalam.

    Suka

    • wa’alaikumussalaam…

      Kalau mengucapkannya dengan kalimat yg jelas, misalnya “saya thalaq engkau” atau “engkau kucerai”, walaupun mengucapkannya tanpa niat mencerai, atau dengan main-main, maka hukumnya tetap jatuh thalaq.

      Adapun jika tidak menggunakan ungkapan thalaq/cerai secara jelas, namun ungkapan lainnya atau kiasan atau “pulang saja engkau ke rumah orang tua mu” maka bergantung kepada niatnya, jika niatnya mencerai maka jatuh thalaq, jika tidak maka tidak jatuh thalaq.
      https://mtaufiknt.wordpress.com/2011/08/04/thalaqcerai-bergantung-thalaq-muallaq/

      Kalau sudah talak 3, sepengetahuan kami, tidak bisa kembali sebelum istrinya menikah lagi dengan orang lain dan orang lain tersebut merasakan ‘madu’ pernikahan tsb. Allaahu A’lam.

      Suka

  2. Assalamualaikum pak.
    Saya mau menanyakan bgmn keabsahan talak kami.
    Kronologisnya, pada saat mengucapkan talak, mantan suami saya (atas permintaan anaknya) dan anaknya datang ke wali hakim utk menceraikan saya. Sementara saya tidak diberitahu.
    Setelah beberapa hari kmd, saya baru tau kalau saya sdh ditalak. Dan saya meminta utk diulangi dg dua org saksi dan juga surat pernyataan talak yg ditandatangani oleh kedua belah pihak. (Talak satu)
    Saya dan mantan suami masih saling mencintai satu sama lain dan msh ttp bertemu setiap hari. Hanya krn pd saat itu kondisi sedang genting ( perusahaan suami yg dikuasai oleh istri pertama dlm keadaan macet dan harus ada tindakan) sehingga mau tdk mau, mantan suami sy hrs kembali kpd istri terdahulu.
    Mantan Suami saya ingin kembali lg kpd saya. Namun saya baru tau sebulan kemudian, kalau talak yg pertama dilakukan oleh dia dan anaknya adalah talak tiga sekaligus (krn atas permintaan anaknya).

    Bagaimana hukum talak kami ya pak? Dan bagaimana agar kami bisa rujuk kembali?

    Terima kasih sblmnya.
    Wassalamualaikum wr.wb

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam….
      Moga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan pada sampiyan.
      Mengenai kasus talak yang sampiyan tanyakan, talak itu tidak perlu saksi, juga tidak perlu sepengetahuan istri.

      Ungkapan “istriku ku talak 3” jika diucapkan secara sadar, pendapat yang saya pakai adalah pendapat mayoritas ‘ulama yakni jatuh talak 3 (walaupun ada pendapat yang menyatakan itu jatuh talak satu, sebagaimana postingan di atas). Hingga kalau mau menikah lagi maka istrinya sudah harus menikah dulu dengan lelaki lain dan merasakan ‘manisnya’ berumah tangga.

      Istikharahlah sebelum menentukan sikap, pikirkanlah apakah mantan suami sampiyan memang punya sikap yang kuat dan bisa terbebas dari bayang-bayang orang lain atau tidak… sampiyan insya Allah lebih tahu kondisinya. Allaahu A’lam.
      https://mtaufiknt.wordpress.com/2016/02/26/bagaimana-tata-cara-ruju-istri-masih-dalam-masa-iddah/

      Suka

      • Terima kasih atas jawabannya pak taufik.

        Perkembangannya saat ini, mantan suami saya tetap ingin kembali kepada saya. Dan saya pun juga ingin kembali kpdnya.
        Adapun kondisi setelah mantan suami saya kembali ke istri terdahulu tidak ada titik temu dan justru kondisi semakin runyam. Dan mereka justru memutuskan untuk bercerai.

        Sebenarnya pak, sudah lama sekali mantan suami saya ingin menceraikan istrinya. Krn puluhan tahun berumah tangga istrinya berani thdp suami, tidak patuh dan tidak melayani suami dgn baik. Sampai2 saudara2
        dr pihak mantan suamipun sdh tidak suka (benci) dengan istrinya dan menyuruh mantan suami saya untuk bercerai saja Krn sikap si istri tsb sdh diluar batas kewajaran. Namun krn ada pertimbangan yaitu anak, maka mantan suami dgn luar biasa sabar untuk bertahan.

        Yang ingin saya tanyakan kembali:
        Karena tdk ada jalan lain selain menikah dengan muhalil, maka apakah pernikahan kami sah dan tidak bertentangan dengan ajaran agama? Karena kami sangat takut terjerumus kpd perbuatan zina sehingga kami ingin segera rujuk kembali.
        Demikian pak taufik. Mohon agar diberikan solusinya.

        Suka

  3. Asalamuallaikum Pak saya mau tanya ,suami saya menceraikan saya dengan tiga kali ucap cerai. ,cerai ,cerai ..semua dilakukan krna kesalahan saya ,tp saya tdk ingin bercerai ,saya sangat mencintai suami saya ,dan saya tidak ingin menikah lagi ,tdk ingin tidur bersama laki2 lain selain mantan suami ,apakah tdk ap2 jika kami mau rujuk dan menikah lagi??

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam ….
      Moga Allah memudahkan semua urusan sampiyan.
      Tentang talak tiga, jika memang-benar faktanya talak tiga, maka tidak ada jalan untuk rujuk atau menikah lagi kecuali mantan istri tersebut sudah menikah dengan lelaki lain dan merasakan ‘madu’nya pernikahan. https://mtaufiknt.wordpress.com/2016/04/11/nikah-muhallil-menikahi-istri-yg-ditalak-3-lalu-diceraikan-agar-kembali-ke-suami-sebelumnya/

      Hanya saja kalau dalam satu waktu suami mengucapkannya “kucerai engkau, kucerai, kucerai” jika ungkapan tersebut sekedar menguatkan (ta’kiid) bahwa istrinya dicerai maka jatuh talak satu yg masih bisa ruju’ jika masa iddahnya belum habis. Namun jika diniatkan talak tiga (suaminya harus jujur dlam hal ini, Allah Maha Tahu) maka jatuh talak tiga.

      Saya rasa, masalah ini harus dihadai dengan lapang, apa yang telah terjadi jadi pelajaran bagi kehidupan kedepan, jika disikapi dengan baik, insya Allah akan berakhir dengan kebaikan.
      Allaahu A’lam.

      Suka

      • Jika setelah bercerai suami yg menikah lag ,dan saya tdk apakah msh bs kami rujuk suatu saat nanti pak ustad??

        Suka

        • Tidak bisa begitu, kalau suami menikah lagi tdk pengaruh apa-apa, baik sebelum cerai (poligamy), maupun setelah cerai.

          Dalam talak 3, istri yang harus menikah lagi, lalu merasakan buah pernikahan barunya, dan sekiranya Allah berkehendak pernikahan barunya berakhir dengan perceraian, maka dia boleh kembali menikah dengan suami sebelumnya.

          Yang harus dilakukan ibu adl melapangkan dada, ridho atas hukum Allah, berprasangka baik bahwa itulah jalan terbaik yang Allah berikan. Memang sesuatu akan terasa sangat berharga ketika kita kehilangan sesuatu tersebut, namun tidak menjamin bahwa setelah didapat kembali sesuatu yang hilang tsb, akan tetap dianggap berharga,… bisa jadi kasusnya terulang.

          Suka

  4. Asalamualaikum pak ustad, saya dan suami sudah bercerai 2 tahun yg lalu .dan saya di talak 3, sebelumnya saya prnh di talak 1, sebulan kmudian kami rujuk. Dan terjadilah talak 3. Suami saya menyesal, dan meminta untuk kembali. Saya juga masih syg kpd suami. Namun org tua saya melarang keras kami untuk rujuk, karna suami saya kasar terhadap saya. Mungkin org tua saya sedikit kecewa. Sakit hati , karna suami saya tidak memulangkan saya pd ibuku. Dia hanya menjatuhkan talak3 lewat sms. Pertanyaan saya sebenarnya sah atau tidak jika talak melalui sms?. Saya prnh bertanya kepada pak penghulu, beliau bilang itu sah. Saya tidak memepermasalahkan itu sekalipun itu tidak sah , kami sudah terlanjur berpisah lama. Org pun sudah tau itu. Saya masih syg pd suami saya pak ustad, tetapi hati saya juga selalu ragu untuk rujuk kembali, saya takut. Tapi saya sayang .. Dan saya tak pernah mencintai org lain selain suami saya, saya sudah mencoba, tapi saya tak bisa. Bagai mana saya harus menyikapi ini pak ustad. Terima kasih

    Suka

  5. Assalamualaikum pak
    Pa saya Lika pa gimana kalo suami saya sudah mengucapkan talak y ke saya sampe 3x tp sampai skrang dia ga mau nglepasin saya pa dan katanya ap bisa untuk menghilangkan talak ini kita pura2 nikah sama orang trus suami saya nikahin saya lagi pa apa itu boleh pa dalam agama saya sudah buntu pa tolong ea pa Bantu saya makasih pa
    Wassalam
    Balas

    Suka

  6. Asalamualikum pak ustad, saya mau bercerita ahir2 ini saya sudah jarang komunikasi sama mantan suami, bberapa hari berikutnya saya bertemu dengan beliau, tepatnya tgl 30 kmaren. Lalu saya bercerita ada yang mau menikahi saya , tetapi saya tidak bisa karna saya masih belum bisa mengiklaskan suami saya. Terkadang hati saya sakit jika mendengar dia komunikasi dgn org lain. Kadang hati saya juga senang ketika dia bilang lagi ngga di lanjutin karna keinget terus sama saya.. Namun beliau bilang mungkin ini jalan dari allah swt biar saya dan dia bisa rujuk kembali. Saya dinasehati ambil positif nya aja, namun pak ustad setelah pertemuan itu saya dan dia tidak ada komunikasi lagi, saya telp ngga di anggat, saya sms ngga di bls. Saya bimbang pak ustad, saya ingin menanyakan hubungan kita ini mau di bawa kemana, ? Kalo memang dia masih ada harapan, saya akan nikah lagi , karna saya pikir org yang akan menikahi saya menurut saya kurang dewasa pak ustad, jd akan ada alesan buat saya untuk minta cerai. Kalo memang tidak ada harapan saya tidak akan menikah dgn org yg akan menikahi saya karna saya tidak mau gagal untuk kedua kalinya . Sampai saya bnr2 bisa menerima org lain di hati saya. Saya tidak akan memaksakan perasaan saya pd suami kalo memang dia sudah tak bisa, tetapi saya hanya ingin kejelasannya dari beliau pak ustad, karna saya disini benar2 kebingungan. Pertanyaannya saya harus bagaimana pak ustad?. Jika ternyata dia bersikap itu terhadap saya. Mohon pertolongannya pak. Terimakasih

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam…

      “[[saya ingin menanyakan hubungan kita ini mau di bawa kemana, ? ]] ”
      Cobalah berfikir bahwa sebenarnya antara sampiyan dengan mantan suami itu sudah tidak ada hubungan, mohonlah pada Allah, dzat yang membolak-balikkan hati, dan yakinlah bahwa sangat mudah bagi Allah untuk ‘menghapus kenangan’ dengan mantan suami dari benak dan pikiran sampiyan, walaupun itu mungkin terasa sulit sekali.

      “[[Kalo memang dia masih ada harapan, saya akan nikah lagi , karna saya pikir org yang akan menikahi saya menurut saya kurang dewasa pak ustad, jd akan ada alesan buat saya untuk minta cerai.]]”

      Saya sarankan pikiran ini harusnya coba dibuang, nanti akan menambah beban pikiran sampiyan, bagaimana kalau yang mau menikahi sampiyan ternyata benar-benar mencintai sampiyan sepenuh hati, sampai hatikah sampiyan nantinya meminta cerai dan membuat hatinya hancur? Kalau memang mau menikah lagi, menikahlah dengan serius mengharap ridha Allah. Moga Allah memudahkan urusan sampiyan. Aamiin.

      https://mtaufiknt.wordpress.com/2013/05/24/tujuan-alasan-menikah-menegakkan-hukum-hukum-allah/

      https://mtaufiknt.wordpress.com/2013/05/24/menghadapi-masalah-dalam-rumah-tangga/

      Suka

      • Mohon maap pak ustad bukannya saya keras kepala ataupun semacamnya, hanya saja hati saya tidak bisa mencintai org lain. Saya mengerti pak ustad semua itu soal waktu, tetapi sungguh itu sulit sekali. Pak ustad saya sudah cape, saya sudah lelah, terkadang saya ingin mati saja. Bberapa hari yang lalu saya solat istiqarah lalu tergambar jelas wajah mantan suami saya menghadap saya. Itu pertanda apa ?. Atau saya terlalu memikirkan hal itu jd terbawa tidur?. Saya pernah baca buku lalu tulisan itu sperti ini. “Allah tidak akan memberikan semua yang kita inginkan, namun allah akan memberikan pilihan terbaiknya dari yang kita perlukan” nah pertanyaan saya pak ustad salahkah saya jika meragukan kebesaran allah SWT?. Atau mungkinkah allah SWT akan memberikan apa yg saya perlukan? Sedangkan saya sendiri tidak bisa menerima kehadiran org lain. Saya hanya mencintai mantan suami saya, bagaimanapun dia terhadap saya saya tetap syang. Pak ustad setelah semua yang saya ceritakan menurut pak ustad mantan suami saya itu punya pemikiran seperti apa?. Kesimpulannya seperti apa? Mohon penjelasannya pak ustad

        Suka

        • Berusahalah dan mintalah hati yang lapang untuk bisa ridho dengan hukum Allah SWT,

          وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
          “Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka” (al-Ahzab: 36)

          Saya sendiri tidak kenal dengan mantan suami sampiyan sehingga saya tidak bisa mengasih pandangan, sampiyan yang lebih mengenalnya. Seharusnya suami sampiyan juga ridho dg apa yang sudah terjadi, tidak memberi ‘harapan’ lagi kepada sampiyan jika memang telah talak tiga.

          Mendekatlah kepada Allah swt, dengan mencintai-Nya dengan sebenarnya maka tidak akan adalagi kepahitan hidup yang akan begitu kita rasakan. Bisa disimak kisah Khansa yang putus asa bahkan mau bunuh diri ketika ditinggal mati sakhr, namun Islam telah mengubahnya. https://mtaufiknt.wordpress.com/2010/06/08/al-khansa-islam-mengubahnya-180-derajat/.

          Suka

  7. Assalamualaikum
    Pak ustad..gimana kalo seseorang yg tlh ditalak 3,setlh beberapa thun dan tlh berusaha membuka hatinya kpd org lain tetapi dlm tempo waktu tersbt seseorg ini blm jg menikah tetapi kmdn dtg mantan suaminya untk ingin membina kembali hubungan rumah tangga yg dulunya kandas..

    Disukai oleh 1 orang

    • Wa’alaikumussalaam…tetap tidak sah menikah, sebelum mantan istrinya menikah lagi dengan pria lain, ada tulisan tentang hal ini di komentar2 sebelumnya , moga Allah melapangkan hati sampiyan. Aamiin. Allaahu A’lam

      Suka

  8. Assalamualaikum, apakah istri yang sudah di talak 3 boleh langsung menikah lagi ?

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam… jika nikah lalu ditalak 3 sebelum (maaf) digauli, maka tidak ada masa iddahnya, dia langsung boleh nikah lagi. Namun jika sudah pernah digauli suaminya, dia tetap ada masa iddah, yakni 3 kali haid bagi yg masih haid, atau 3 bulan bagi yang menopause. Allaahu A’lam

      Suka

  9. Saya sdh talak ke 3 tpi talak 1 dan 2 suami sy yg berucap sdh rujuk kmbli nmn yg k3,sy yg berucap apkh sdh tdj bs rujuk kmbli apa itu sdh dnmkan talak 3

    Suka

    • istri tidak bisa mentalak suami, sehingga jika istri mengatakan kepada suami: “engkau ku cerai” maka tidak jatuh talak. hanya saja jika suami memebrikan hak talak pada istrinya, misalnya denga mengatakan: “sekarang terserah kamu, mau cerai atau tidak”, lalu istrinya mengatakan “aku cerai degan egkau” maka jatuh talak. dan kalau sudah dua kali pernah talak sebelumnya, maka jadinya itu adalah talak tiga. Allaahu A’lam.

      Suka

  10. Assalamualaikum..
    Pernikahan saya sdh jalan 4thn lebih dan 7 bln sblm menikah suami saya seorang mualaf. Mendekati Pernikahan kami suami saya rajin beribadah.
    Setelah menikah,keluarlah semua sifat buruknya yang suka pemabok dan lambat laun sholat pun jarang.
    Dan saya tidak melihat proses/tahap belajar suami untuk mengenal islam lebih dalam. Agak cuek apalagi soal2 yg menyangkut norma2 agama.
    Thn kesatu kedua dan ketiga kami sering bertengkar karna masalah sifat suami yg ntah gk mau dikekang/gk mau dinasehati/ntah masalah keuangan dan dengan mudah pula suami sering mengucapkan kata Cerai. Terakhir, suami menceraikan saya secara tertulis dan saya harus tanda tangan di atas materai yang diketahui oleh mama saya. Beberapa hari kemudian keadaan membaik.Ketika kami sedang nyampur dan menatap suami saya. Hati saya ragu atas pernikahan ini sah/tidak mengingat suami sering mengatakan cerai saat bertengkar. Saya sempat baik2 mengajak suami ke pak ustad 2X tp menolaknya. Hati diketuk untuk mencari tau tentang talak di berbagai website. Ternyata pernyataan di website saya sdh zina alias kumpul kebo dengan suami saya. Di lain waktu, saya selesai shalat maghrib di mesjid. Saya tdk mencium tangan suami dan dia marah ketika saya mengucapkan “Emang kita masih suami istri.?”. kata suami saya ucapan yang saya katakan bikin sakit hati. Bagaimana tidak pak ustad saya singgung baru dy mau pergi ke pak ustad setempat. Jawaban dari Penasehat setempat, saya harus nikah ulang. Menurut saya jawaban nya meragukan saya karna beda dengan di website yg saya baca.
    Bagaimana cara menghadapinya dan apa yg harus saya lakukan pak ustad..?
    Apakah sah Talak 3 yg di ucapkan suami saya..?
    TErimkasih

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam…. kesabaran memang mutlak diperlukan dalam berkeluarga juga dalam berinteraksi dengan orang lain, kadang hal sepele bisa memicu pertengkaran hebat, maka perlu hati-hati dalam berucap, baik suami kepada istrinya, atau istri kepada suaminya, fikirkan dulu andai hal itu diucapkan oranglain kepada kita apa yang kita rasakan?

      Tentang cerai, sepertinya sudah jelas sebagimana yang saya tulis di postingan ini, kalau faktanya jelas dengan menyatakan cerai dengan kata “ku cerai engkau” atau “ku talak engkau”, maka itu sudah jatuh talak, setelah itu jika kembali saat masih masa ‘iddah, maka itu terhitung rujuk,… jika hal ini berulang 3 kali maka tidak ada ikhtilaf kalau itu jatuh talak 3, itu menurut hukum agama.

      Akan tetapi memang menurut hukum di negeri ini sepertinya talak baru dianggap jatuh jika dilakukan didepan hakim dan di sahkan pengadilan, padahal yang benar bukan begitu.

      Adapun nikah ulang itu bisa dilaksanakan dalam kasus talak satu atau talak dua yang masa ‘iddahnya sudah habis, suami tdk bisa rujuk, kalau mau lanjut maka harus nikah lagi dengan tetap berlaku syarat dan rukun nikahnya.

      Kalau talak tiga, tidak bisa rujuk begitu saja, tidak pula bisa nikah lagi, kecuali sang istri sudah menikah lagi dengan lelaki lain dan merasakan kehidupan suami istri, lalu bercerai dengan lelaki tsb. https://mtaufiknt.wordpress.com/2016/04/11/nikah-muhallil-menikahi-istri-yg-ditalak-3-lalu-diceraikan-agar-kembali-ke-suami-sebelumnya/ Allaahu A’lam

      Suka

      • Apakah sah talak tersebut jika disebutkan oleh suami saya yang kurang akan ilmu agama ..?

        Suka

        • Ucapan orang yang tidak tahu bahwa mengucapkan kata talak itu dapat terjadi talak walaupun tanpa niat, tetap jatuh talak, kecuali kalau suami baru saja masuk Islam shg tidak cukup waktu untuk belajar Islam, atau dia tinggal di pedalaman yang tidak terhubung dengan informasi luar (untuk belajar) maka tidak jatuh talak [Imam as Syuyuthi dalam Al-Ashbah wan Nadzair]

          Imam Syafi’i menyatakan:
          لو عذر الجاهل لأجل جهله لكان الجهل خيرا من العلم
          Andai orang bodoh dimaafkan maka niscaya kebodohan itu lebih baik dari kepintaran (Al-Mantsur fil Qawaid al-Fiqhiyah, 2/16)

          Berbeda halnya jika suami memang tidak tahu arti talak (misalnya dia orang inggris yang belum bisa bahasa Indonesia) maka tidak jatuh talak. Allaahu A’lam

          Suka

  11. Asalamualaikum pak ustad..saya topan ingin tanya dalam keadaan ku skrng..
    Saya bilang cerai ke istri saya sudah 4 kali dalam keadaan marah tak terkontrol tp saya tidak ada niatan sdikit pun untuk cerai..apakah bisa rujuk kembali pak ustad dan apakah itu talak pak ustad dan cara rujuk nya gmana pak ustad? Apakah harus dg cara menikah lagi dg yang lain tapi saya sayang banget sama keluarga saya pak ustad…minta tolong beri petunjuk saya pak ustad..trimakasih

    Suka

    • Wa’alaikumussalaam… kalau tingkat marahnya sampai menyebabkan tidak sadar dengan apa yang diucapkan, maka tidak jatuh talaknya. Adapun kalau marah biasa yang masih sadar dengan apa yang diucapkan, maka menurut ‘ulama madzhab Maliki, Hambali dan Syafi’i tetap jatuh talaknya.
      Adapun ruju’ itu kalau dalam kasus talak 1 atau 2, dan masih masa iddah, maka tidak perlu nikah lagi, tinggal katakan ke istri “aku rujuk kepadamu” atau kalimat semakna.
      kalau talak 3 tidak bisa ruju’, juga tidak bisa nikah lagi kecuali istri sudah nikah dg yang lain dan bercerai.
      https://mtaufiknt.wordpress.com/2016/02/26/bagaimana-tata-cara-ruju-istri-masih-dalam-masa-iddah/

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s