Menghadapi Masalah Dalam Rumah Tangga

Sebaik apapun rumah tangga manusia, tentulah ada kekurangan dan hal yang tidak menyenangkan sehingga menyebabkan permasalahan. Keluarga Nabi saw saja tidak luput dari persoalan, begitu juga keluarga Ali r.a dan Fathimah r.a juga pernah bertengkar.

Imam Bukhari menceritakan bahwa Rasulullah pernah bertengkar dengan Aisyah. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diundanglah Abu Bakar sebagai penengah. Ketika Abu Bakar datang, Rasulullah bertanya kepada Aisyah, “Engkau atau aku yang bicara?” Aisyah pun menjawab, “Engkau saja yang bicara, namun jangan mengatakan sesuatu kecuali yang benar.” Mendengar ini, Abu Bakar langsung menamparnya, dan berkata, “Akankah Beliau mengatakan selain yang benar, hai musuh dirinya sendiri?” Lalu Aisyah berlindung kepada Rasulullah saw, kemudian Nabi saw berkata kepada Abu Bakar, “Sesungguhnya kami tidak mengundangmu untuk melakukan ini, dan kami pun tidak menginginkan engkau melakukan ini.”

Suatu ketika Rasulullah saw datang ke rumah Fatimah r.a, namun beliau tidak menjumpai Ali r.a di rumahnya. Maka beliau bertanya; ‘Di manakah anak pamanmu? ‘ Fatimah menjawab; ‘Sebenarnya antara saya dan dia ada permasalahan, malah dia memarahiku. Setelah itu, ia keluar dan enggan beristirahat siang di sini.’ Lalu Rasulullah saw bersabda kepada seseorang; ‘Lihatlah (carilah), di manakah dia berada! ‘ Tidak lama kemudian, orang tersebut datang dan berkata; ‘Wahai Rasulullah, sekarang dia tengah tidur di masjid.’ Setelah itu Rasulullah saw mendatangi Ali r.a ketika ia sedang berbaring, sementara kain selendangnya jatuh dari lambungnya hingga banyak debu yang menempel (di badannya). Kemudian Rasulullah mengusapnya seraya bersabda:

قُمْ أَبَا تُرَابٍ قُمْ أَبَا تُرَابٍ

‘Bangunlah hai Abu Turab! Bangunlah hai Abu Turab! ‘ (HR. al Bukhari)

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (QS. An-Nisa :19)

Berkaitan dengan ayat ini, Imam al Qurthubi menyatakan:

(فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ) أَيْ لِدَمَامَةٍ أَوْ سُوءِ خُلُقٍ مِنْ غَيْرِ ارْتِكَابِ فَاحِشَةٍ أَوْ نُشُوزٍ، فَهَذَا يُنْدَبُ فِيهِ إِلَى الِاحْتِمَالِ، فَعَسَى أن يول الْأَمْرُ إِلَى أَنْ يَرْزُقَ اللَّهُ مِنْهَا أَوْلَادًا صالحين

(bila kamu tidak menyukai mereka) yakni karena keburukan rupa atau keburukan perangai namun tidak melakukan kekejian (zina) atau kedurhakaan (nusyuz), dalam hal ini dianjurkan bersabar, karena bisa saja hal itu menjadi awal Allah memberinya rizki dari istri tersebut berupa anak-anak yang shalih.

Namun demikian, bila yang terjadi adalah tanda-tanda awal kedurhakaan (nusyuz) maka solusinya seperti yang disampaikan Allah:

وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“…Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyûz-nya, maka nasihatilah mereka, tinggalkanlah mereka dari tempat tidurnya, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak membekas). Jika mereka menaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menghukum mereka…” (QS. an-Nisa: 34). [mtaufiknt]

*) potongan tulisan untuk kado pernikahan dr. Fauzan, di cetak dalam buku “the last stage of the last jomblo” – tanpa ada tulisan arabnya.

Baca Juga:

Posted on 24 Mei 2013, in Rumah Tangga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s