Makna Ar Raquub dlm Hadits Riwayat Muslim

Haditsnya ini nampaknya sama saja, tapi tejemahannya ke bahasa indonesia menjadi berbeda-beda.

Yang pertama:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: ‘Menurut kalian, siapakah orang yang mandul itu? ‘ Abdullah bin Mas’ud berkata; ‘Kami menjawab; ‘Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Bukan itu yang dimaksud dengan mandul. Tetapi yang dimaksud dengan mandul adalah orang yang tidak dapat memberikan apa-apa kepada anaknya.’
(link: http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=muslim&nohdt=4722&page=189)

Kedua, yang menterjemahkan menjadi:
‘Tahukah kalian, siapakah ar-raquub (orang yang mandul) itu?’ Mereka menjawab : ’Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.’ Beliau SAW pun bersabda: ‘Bukan, tetapi ar-raquub adalah orang yang tidak mendapatkan manfaat (hasil apapun) dari anaknya.”

Sama-sama dari abdullah bin mas’ud. Pertanyaan, yang benar terjemahan pertama atau kedua. Karena secara makna diametral perbedaannya.

===

Makna ar raquub kurang tepat kalau diterjemahkan dengan “mandul”, namun tepatnya adalah orang yang tidak ada lagi anaknya yang hidup bersamanya (jadi dia punya anak, namun anaknya meninggal duluan). Hadits tsb menjelaskan bahwa kalian menganggap bahwa raquub adalah orang yang tertimpa musibah dengan kematian anak-anaknya, padahal syara’ memandang bahwa ar raquub adalah orang yang anaknya tidak ada anaknya yang meninggalnya duluan dari dirinya, sehingga dia tidak mendapatkan pahala bersabar atas mushibah meninggalnya anak, dan tidak ada anak yang wafat duluan sebagai farathan wa salafan,  sebagaimana do’a untuk anak kecil yang wafat dalam shalat jenazah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

Ya Allah, jadikan dia (mayat anak kecil ini) sebagai tabungan pahala, pendahulu dan ganjaran bagi kami (perkataan Al Hasan dalam Shahih Bukhory). Allahu A’lam

===

Syarh Muhammad Fu’ad Abdul Baqy:

ش (الرقوب) أصل الرقوب في كلام العرب الذي لا يعيش له ولد ومعنى الحديث إنكم تعتقدون أن الرقوب المحزون هو المصاب بموت أولاده وليس هو كذلك شرعا بل هو من لم يمت أحد من أولاده في حياته فيحتسبه ويكتب له ثواب مصيبته به وثواب صبره عليه ويكون له فرطا وسلفا

 

[ش (فرطا) هو الذي يتقدم الواردين فيهيىء لهم المنزل. (سلفا) سابقا إلى الجنة من أجلنا. (أجرا) سببا للثواب على صبرنا في مصيبتنا]

Posted on 17 Desember 2012, in Mutiara Hadits. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s