Terrorisme, Intelijen & Syari’at Islam (Kliping)

“Teroris itu sengaja dipelihara institusi tertentu yang mempunyai kemampuan intelijen. Institusi ini mendapatkan keuntungan dengan adanya teroris karena mendapatkan kucuran dana dari AS,” kata Mantan Komandan Satgas Intel di Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana TNI Purnawirawan, Mulyo Wibisono kepada itoday, Kamis (6/9/2012).

http://www.itoday.co.id/politik/teroris-sengaja-dipelihara-untuk-dapatkan-dollar

Busyro MUqoddas, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) : “Dalam kapasitas sebagai akademisi, saya berani mengatakan, kelompok radikalis Islam yang direkrut menjadi teroris kemudian melakukan pengeboman, bahwa itu adalah buatan intelejen,” …

Mengapa ekstremis Islam? Karena, Islam dinilai memiliki kekuatan yang besar saat ini. Dulu, saat orde baru, yang disudutkan adalah kalangan komunis. Itu dilakukan untuk melanggengkan status quo pada saat itu.
Di saat sekarang, isu terorisme juga disebar untuk mengalihkan isu-isu korupsi di kalangan petinggi negara. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah benang merah yang setidaknya memiliki kesamaan. Pertama, munculnya  kelompok teroris yang bersamaan dengan situasi politik yang belum stabil. Kedua, kesan yang terbangun terhadap umat Islam dan ditemukannya intelijen yang bermain. (http://www.fajar.co.id/read-20111113010613-busyro-terorisme-buatan-intelijen)

Anwar Sang Peracik Bom Depok Merupakan Desertir Polisi ?

Menurut sumber detikcom, Anwar juga yang meracik bom di Depok. Sumber di kepolisian itu, Senin (10/9/2012) menyebutkan informasi soal sosok Anwar itu datang dari pengakuan Thorik yang menyerahkan diri.
“Keterangan Thorik seperti itu, Anwar pecatan dari polisi,” jelas perwira yang enggan disebutkan namanya itu. (http://news.detik.com/read/2012/09/10/194905/2014118/10/anwar-disebut-sebut-desertir-polisi-polda-metro-belum-tahu)

Mabes Polri Bantah Anwar Desertir Polisi

Orang diduga Anwar bukan anggota Polri atau mantan anggota Polri, jika berkaitan dengan Polri saat ini belum ditemukan,” bantah Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto, di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Sementara itu, Mabes Polri masih menunggu hasil uji pembanding tes DNA yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan forensik RS Polri.
“Pembandingnya dari anak yang diperkirakan anak yang bersangkutan. Nanti setelah diambil sampel pembanding, butuh 2-3 hari akan diketahui siapa korban itu sebenarnya,” jelas Agus.
“Nanti setelah didapatkan hasilnya, akan dilakukan penelusuran terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Lalu, bagaimana penjelasan kepolisian yang membantah korban di RS Polri itu Anwar bukan pecatan polisi, sementara hasil tes DNA belum diketahui, dari mana penelusuran atas nama anwar itu?

(http://news.detik.com/read/2012/09/10/211356/2014154/10/mabes-polri-bantah-anwar-desertir-polisi?9911012)

Selalu mengarah Syariah Islam

Beberapa hari pasca meledaknya bom di hotel JW Mariott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tepat 22 Juli 2009 TVOne menggelar acara special yang membahas akar teroris di Indonesia. Nara sumbernya adalah Brigjen. Surya Dharma Salim (Mantan Ketua Densus 88) yang membahas tuntas akar permasalahan peledakan bom di Indonesia yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir. Dua hal yang sering diulang-ulang Suryadharma Salim adalah, Syariah dan Dualah Islam.

Menariknya, untuk diskusi dengan mantan Komandan Densus 88 ini, TVOne harus mengulang beberapa kali di lain waktu. Ini sama persis dengan dialog Ansyasd Mbai atau Hendro yang selalu mengarah juga pada gerakan Islam atau Syariat Islam. Seolah-oleh, Syariah atau Daulah Islamiyah menjadikan orang berperilaku teroris.

Dalam sebuah tayangan liputan di lokasi kediaman terduga kasus teror, Yusuf Rizaldi di daerah Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, tiba-tiba seorang reporter sebuah TV swasta secara sengaja men-shoot gambar poster logo HTI berisikan kalimat “Dengan Syariah Indonesia Lebih Bermartabat.” Oleh sang reporter, tulisan tersebut dikaitkan dengan poster jihad. Apa hubungannya poster dengan teror?

Mengapa tidak sekalian wartawan menyebutkan bahwa telah ditemukan al-Quran di rumahnya? Mengerti apa Hendro atau Ansyaad tentang Syariat Islam?

Pertanyaan lain, ada apa pula TVOne dengan Syariat Islam yang selalu dijadikan penyebab (alasan) dalam kasus terorisme? Generalisasi ini, sudah pasti difasilitasi TV tersebut. (http://www.hidayatullah.com/read/24727/11/09/2012/kejanggalan-kejanggalan-dalam-kasus-terorisme.html)

 

Ada Selebaran HTI di Rumah Kontrakan Yusuf Rizaldi:  HTI: Tidak Ada Anggota Kami Bernama Yusuf Rizaldi

Saat dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto, membantah Yusuh adalah anggota HTI.

“Enggak ada anggota kami bernama Yusuf Rizaldi. Dia bukan anggota. Selebaran itu bisa didapat siapa saja, selebaran itu dibagikan secara bebas,” ujar Ismail ketika dihubungi wartawan, Minggu (9/9/2012).

Ismail menjelaskan, tidak ada masalah jika selebaran tertempel di rumah kontrakan Yusuf. Pada aksi-aksi yang pernah digelar HTI sendiri, Ismail mengaku tidak tahu jika Yusuf Rizaldi pernah ikut atau tidak.

“Setiap aksi yang kami lakukan terbuka untuk siapa saja. Saya tidak tahu dia ikut atau tidak. Selebaran itu bebas, kami juga jual majalah, dan itu mudah didapat. Itu enggak ada kaitannya dengan HTI,” papar Ismail.

Mewakili HTI, Ismail meminta polisi harus proporsional menangani masalah tersebut.

“Jangan mudah menuduh, jangan mudah menggeneralisasi, dan jangan asal kaitkan dengan yang lain,” imbaunya.

“Kalau alumni UI korupsi, kita tidak bisa katakan jebolan UI koruptor. Atau, kalau ada alumni pesantren, bukan berarti jebolan pesantren teroris. HTI intinya ingin  membawa khilafah kembali, namun (HTI) tidak berbuat seperti itu,” beber Ismail. (http://www.tribunnews.com/2012/09/09/hti-tidak-ada-anggota-kami-bernama-yusuf-rizaldi)

Baca Juga:

Serangan WTC 9/11; Karya Monumental MOSSAD & CIA

Posted on 12 September 2012, in Berita, Politik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s