Amil Zakat Bukan Orang yang Mengangkat Dirinya Sendiri

Pengertian Amil

Dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah (29/226) didefinisikan[1]:

وَفِي الاِصْطِلاَحِ: الْعَامِل عَلَى الزَّكَاةِ هُوَ: الْمُتَوَلِّي عَلَى الصَّدَقَةِ وَالسَّاعِي لِجَمْعِهَا مِنْ أَرْبَابِ الْمَال، وَالْمُفَرِّقُ عَلَى أَصْنَافِهَا إِذَا فَوَّضَهُ الإْمَامُ بِذَلِكَ

Secara istilah : Amil Zakat adalah : administrator (orang yang bertugas mengurus) zakat dan mengumpulkannya dari orang yang memiliki harta (yang wajib mengeluarkannya), dan yang membagikan kepada golongan yang berhak menerima jika ia diberikan otoritas oleh imam (kepala negara) untuk hal tersebut.

Sayid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah (1/386) menyatakan:

العاملون على الزكاة: وهم الذين يوليهم الامام أو نائبه، العمل على جمعها، من الاغنياء، وهم الجباة، ويدخل فيهم الحفطة لها، والرعاة للانعام منها، والكتبة لديوانها

“Amil zakat: mereka adalah orang-orang yang diangkat oleh imam (kepala negara) atau wakil imam, untuk bekerja mengumpulkan nya (zakat), dari orang-orang kaya, mereka adalah kollektor zakat. Termasuk amil zakat adalah orang yang bertugas menjaga harta zakat, penggembala hewan ternak zakat dan juru tulis yang bekerja di kantor amil zakat.

Jadi, seseorang disebut ‘amil zakat itu jika ia (1) diangkat oleh imam (kepala negara), bukan mengangkat dirinya sendiri sebagai amil zakat. (2) wewenang yang diberikan adalah mengambil, mengurus dan mendistribusikan zakat.

Adapun orang-orang yang mengangkat dirinya sendiri (biasanya berbentuk kepanitiaan), tidaklah bisa dikategorikan sebagai amil zakat yang syar’i. Jadi mereka tidak berhak atas zakat dalam posisi mereka sebagai amil, jika mereka melakukannya dengan ikhlas karena Allah mereka mendapatkan pahala atas usaha mereka membantu mendistribusikan zakat. Disisi lain jika mereka termasuk dalam salah satu 7 golongan lain yang berhak menerima zakat, mereka masih berhak mendapatkannya (misalnya sebagai faqir, miskin, atau yang lainnya, namun bukan sebagai amil). Allahu A’lam

Berikut keterangannya[2]:

و) الصنف الخامس (والعاملون عليها) ومنهم الساعي الذي يبعثه الإمام لأخذ الزكوات وبعثه واجب (قوله والعاملون عليها) أي الزكاة يعنى من نصبه الإمام فى أخذ العمالة من الزكوات… ومقتضاه أن من عمل متبرعا لايستحق شيأ على القاعدة

[1] mengutip dari: المصباح المنير، المغرب في ترتيب المعرب، المفردات في غريب القرآن للأصفهاني مادة: عمل، جواهر الإكليل 1 / 138، حاشية ابن عابدين 2 / 59، 37

[2] موهبة ذي الفضل على شرح مقدمة بافضل الجزء الرابع ص 120

Baca Juga:

Posted on 11 Agustus 2012, in Fiqh, Ibadah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s