Beberapa Kebohongan Berita dlm Kasus Terrorisme

Hakim Ba’asyir Diancam Melalui SMS 

image"Teror ancaman melalui SMS ada terhadap perangkat yang melakukan sidang," Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman usai meresmikan ruang Pelayanan Penyidikan di gedung Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (15/6/2011). … "Saya dan Polri akan lakukan evaluasi terhadap akan terjadinya ancaman terhadap perangkat yang akan menyidangkan, sehingga hakim secured, tidak ada gangguan dan ancaman," jelasnya.

(http://www.detiknews.com/read/2011/06/15/153804/1660874/10/hakim-baasyir-diancam-melalui-sms?nd992203605)image diakses 16 Juni 2011

Hakim Kasus Ba’asyir Bantah Terima SMS Ancaman

“Sampai saat ini belum ada. Mudah-mudahan tidak ada. Jangan sampai adalah. Yang ada kan yang sudah beredar ke asyarakat yang menyebut akan ada bom meledak bersama ketukan palu hakim,“ kata humas PN Jaksel, Ida Bagus Dwiyantara di kantornya Jl Ampera Raya, Rabu (15/6/2011).

 

(http://www.detiknews.com/read/2011/06/15/165431/1661040/10/hakim-kasus-baasyir-bantah-terima-sms-ancaman) diakses 16 Juni 2011

Jadi “hakim” mana yg diancam? atau “perangkat yang melakukan sidang” yg mana yg diancam?

****

Kebohongan Wartawan Jawa Pos Meliput Teroris

…Satu bulan kemudian, Jawa Pos kembali mempublikasikan wawancaranya dengan Nur Aini. Artikel itu dimuat pada 10 November 2005, beberapa hari setelah Azahari dilaporkan tewas dalam operasi penyergapan polisi di Villa Flamboyan, Batu, Jawa Timur. Judul artikelnya “Istri Doakan Azahatri Mati Syahid”, juga diklaimnya dari hasil wawancara wartawan  yang sama (Rizal Husen) dengan istri Azahari.  Suara perempuan Malaysia itu juga digambarkan sesekali seperti terisak menahan tangis. Koran itu juga menggambarkan dialek Nur Aini kental dengan logat Melayu.

Ada sebuah fakta penting yang mempertanyakan wawancara Rizal Husein, sang wartawan Jawa Pos yang katanya pernah mewawancarai narasumbernya. Ternyata  faktanya, Nur Aini sama sekali tidak bisa bicara. Sejak beberapa tahun sebelumnya, perempuan itu menderita penyakit kanker thyroid, yang membuat pita suara di tenggorokannya terganggu. Kebohongan telah terungkap dari seorang jurnalis Jawa Pos yang membuat berita bohong, fiktif dan rekayasa.

Kebohongan Rizal makin terang benderang, ketika beberapa saat kemudian, stasiun televisi Trans TV menayangkan wawancara langsung dengan Nur Aini. Dalam tayangan Trans TV itu, Nur hanya bisa berkomunukasi lewat tulisan tangan.

Dewan Redaksi Jawa Pos pun langsung mengkonfirmasi Rizal. Benar saja, Rizal sama sekali tidak menghubungi perempuan itu. Alhasil, Rizal pun dipecat, dan tak termaafkan.Kepada Dewan Redaksi Jawa Pos, Rizal Husein mengaku tidak punya itikad jahat. Dia hanya ingin Jawa Pos menjadi media terdepan dalam liputan terorisme.

(http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/05/24/14908/kebohongan-wartawan-jawa-pos-meliput-teroris/) diakses 16 Juni 2011

****

imageBush dan para pembantunya telah mengeluarkan 935 pernyataan palsu, 532 pidato, pengarahan singkat, wawancara, menyangkut keterkaitan Saddam Husein dengan Al Qaeda dan Bom WTC.

Kesimpulan studi ini dipublikasikan di situs Center for Public Integrity.

“Pemerintahan Bush telah secara efektif membentuk pendapat umum agar menyetujui kampanye mereka untuk menyerang Iraq dengan alasan-alasan palsu,” demikian kesimpulan studi seperti dikutip oleh Yahoo!News

Efek dari keterangan palsu ini diperparah oleh beribu-ribu berita dan siaran (televisi dan radio) yang dilakukan secara masif yang dibuat oleh media selama beberapa bulan peperangan. (http://www.nku.edu/~longa/politics/misinformation_study_6.htm) diakses 16 Juni 2011

Posted on 16 Juni 2011, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s