Khutbah Jum’at – Menyikapi Makar Penghalang Perjuangan Penegakan Syari’ah

Oleh : M. Taufik N.T

Berbagai upaya, baik dari orang kafir maupun orang yang berpura-pura muslim (munafiq), untuk menghalangi manusia dari upaya menegakkan syari’ah dalam kehidupan masyarakat sudah berlangsung sejak lama, bahkan terjadi juga pada masa Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا – فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki[1] selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna. (Q.S. An Nisa’: 61 – 62).

Jadi tidaklah aneh, baik dulu, sekarang atau masa yang akan datang, kalau orang-orang yang berupaya mengajak manusia untuk menegakkan aturan-aturan Allah SWT akan senantiasa dihalang-halangi dengan sekuat tenaga. Berbagai macam cara bisa digunakan, mulai penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, termasuk perang propaganda. Pada masa Nabi SAW pun mereka bahkan membuat “terobosan baru” untuk menciptakan “Islam palsu”, mereka membangun masjid yang digunakan untuk merekayasa penafsiran Islam dan membuat umat terkecoh dengannya. Hal ini Allah ceritakan dalam Surat At Taubah: 107.

Kalaupun mereka ditanya tentang motif mereka, mereka bisa bersumpah dengan mengatasnamakan Allah, seperti perkataan mereka

بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

"Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki (dengan menolak hukum-hukum Allah itu), selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”. Dengan pernyataan itu mereka menganggap bahwa solusi dan hukum selain hukum syari’ah adalah lebih baik, lebih membawa perdamaian dan kerukunan. Kalaupun dikejar dengan pertanyaan “apakah kalian menganggap hukum manusia lebih baik dari hukum Allah?” mereka bisa berkilah bahwa perkataan itu diucapkan karena takut, terpaksa, dll sebagaimana mereka juga beralasan demian kepada musuh.

Download selengkapnya (pdf ukuran folio) disini – afwan awal dan akhirnya tidak saya tulis biar cukup satu lembar bolakbalik

Posted on 3 Juni 2011, in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Aslm. syukran katsiyran ats postingnya, diupdate terus yah..??? smg mendapat kebaikan yang banyak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s